SUAMIKU PUBER KEDUA

SUAMIKU PUBER KEDUA
Bab 73


__ADS_3

Jangan lupa klik 👍 ❤ ⭐ vote dan tinggalkan komentar biar author semakin semangat nulisnya💪


-----


Ita langsung meraih tangan sang Ibu mertua lalu mencium punggung tangan tersebut.


''Gimana kabar Ibu?'' Tanya Ita.


''Sehat..'' Jawab Ibu jutek lalu mengalihkan pandangannya


''Alhamdulillah..'' Jawab Ita tetap tersenyum, meskipun hatinya sakit.


''Kak Ita..'' Panggil Rima.


Rima datang langsung berjabat tangan dengan Yuda, Della, dan langsung memeluk erat kepada Ita.


''Duduk dulu, kayak siapa aja berdiri terus..'' Suruh Rima.


Yuda sudah terlebih dahulu masuk ke dalam.


Mereka langsung menuju ke ruang tengah, Rima melangkah ke dapur untuk membuatkan minuman.


Ita mengikuti adik iparnya tersebut ke dapur.


''Ehh Kak, gimana sudah ada kabar baik belum?'' Tanya Rima sambil berbisik.


''Ya ini, tujuan kami kesini dan bawa teman Kakak kan karna mau kasih penjelasan ke Ibu..'' Jawab Ita yang ikut berbisik.


''Alhamdulillah, aku seneng dengarnya..'' Ujar Rima.


Rima menyiapkan minuman hangat, sedangkan Ita membuka oleh-oleh yang tadi dia bawa dan di taruh padah wadah.


Setelah selesai, Rima dan Ita membawa makanan dan minuman itu ke ruang tengah.


Mereka ngobrol-ngobrol ringan.


''Oh ya Bu, Rim, ini Della, teman kantornya Ita..'' Kata Yuda mengenalkan.


Della membungkukkan kepalanya.


''Saya Ibunya Yuda..'' Ucap Ibu.


''Saya Rima, adik iparnya Mas Yuda sama Kak Ita. Suami saya itu adik kandungnya Mas Yuda..'' Ucap Rima menjelaskan.


''Ohh iya iya..'' Jawab Della mengangguk saja karena juga merasa gugup.


Yuda, Ita, dan Della terlihat saling melempar pandangan, Ita mengangguk untuk Yuda.


Karena saat ini Ita tidak akan banyak bicara, ia menyerahkan kepada suaminya dan juga Della.


''Ibu, Yudi, Rima..'' Ucap Yuda melihat ke arah mereka bergantian.


''Sebenarnya tujuan kami kesini ada hal penting yang mau kami sampaikan kepada kalian, terutama untuk Ibu..'' Ucap Yuda lalu kembali memandang lekat Ibu.


Ibu balik memandang putra bungsunya tersebut.


''Kamu mau bicara apa Yud?'' Tanya Ibu penasaran.

__ADS_1


Yuda yang tadinya duduk di samping istrinya langsung pindah ke samping Ibu.


Yuda meraih tangan Ibu dan mengusapnya lembut lalu menatap lekat wajah Ibu.


Rima menatap sang suami, tapi, Yudi hanya menggeleng karena belum mengerti apa yang akan di sampaikan Kakaknya.


''Bu.. Mungkin sekarang Ibu masih merasa kecewa dan marah sama Ita, tapi, mungkin jika Ibu mendengar penjelasanku, Ibu akan balik marah sama aku..''


''Aku minta maaf Bu karena sudah membuat kecewa Bapak sama Ibu..'' Ucap Yuda.


''Kamu itu mau ngomong apa Yud? Kamu nggak usah nutup-nutupin kesalahan istrimu..'' Ujar Ibu tanpa mempedulikan Ita.


''Bu, tolong jangan terus terusan menyalahkan Ita, Ita sama sekali nggak salah..''


''Oke, sekarang mumpung kalian semua kumpul..


Ibu, Yudi, Rima..'' Panggil Yuda dan semua pun menoleh


''Selama ini Ita tidak pernah selingkuh sama sekali Bu, dia di fitnah sama orang yang pernah menjadi selingkuhanku..'' Ucap Yuda lalu menunduk.


''APA?!!'' Ibu, Yudi, dan Rima terkaget, mereka saling pandang.


''Maksud kamu apa Yud? Jelas-jelas itu ada buktinya, bahkan sampai bikin Ibu mau mati!!..'' Ucap Ibu emosi.


''Bu, Bu.. Istighfar Bu, tenang..'' Ujar Yuda mencoba menenangkan


Ibu menghela nafasnya pelan-pelan untuk menenangkan diri.


''Semua berawal dari kesalahanku yang terlalu terlena dengan uang dan nafsu sesaat..''


Yuda juga menceritakan Ita yang secara diam-diam mengikutinya dan juga diam-diam menemui Sarah pada waktu itu.


''Bahkan Ita tidak pernah memarahi aku Bu.. Bukan hanya Ibu yang menerima kiriman foto itu, tapi juga aku.. Bahkan aku sempat melontarkan kata yang tidak pantas untuk istriku, padahal saat itu aku masih menjalani hubungan sama wanita itu, tapi, Ita masih memaafkanku dan memberiku kesempatan..''


''Laki-laki itu bosnya Ita dan juga Della, mereka sedang ada kegiatan bersama..''


''Dell..'' Panggil Yuda pelan memberi kode.


''Hah iya..'' Della langsung gugup.


Della mengatur nafasnya.


''Semuanya, saya mohon maaf.. Karena saya harus terpaksa menuruti perintah Nona Sarah, sayalah yang mengambil foto-foto itu..'' Ucap Della.


''KAMU!'' Teriak Ibu yang membuat Della langsung takut.


''Dengarkan dulu Bu..'' Ucap Yuda lirih.


''Saya terpaksa Bu, tapi, disini saya benarkan kalau Bu Ita tidak salah sama sekali, beliau di fitnah..''


Della menceritakan kembali awal mula dia harus menjadi orang suruhan Sarah.


''Dan sekarang wanita itu sudah di penjara Bu, karena kasus pengancaman kepada saya. Saya sangat berterimakasih karena Pak Yuda dan Bu Ita selalu membantu saya..'' Imbuhnya.


Ita mengusap lembut bahu Della dan tersenyum.


''Yuda! Bisa-bisanya kamu menyakiti wanita. Gara-gara tingkahmu itu Ibu harus di rawat di rumah sakit.

__ADS_1


Gara-gara kamu, Ibu harus menyimpan kebencian sama orang yang tidak salah sama sekali! IBU KECEWA SAMA KAMU!!'' Ucap Ibu marah.


Ibu beranjak lalu mendekati Ita.


''Maafkan Ibu, Nak..'' Ucap Ibu sambil meraih tangan menantunya, air matanya sudah jatuh membasahi pipi.


''Maafkan Ibu sudah mendiamkan kamu, maafkan Ibu ya..'' Ucap Ibu terus memohon.


''Bu, dari awal Ita sudah memaafkan Ibu, yang penting Ibu sehat..'' Jawab Ita.


''Terimakasih Nak, terimakasih sudah memaafkan Ibu..'' Ucap Ibu lagi.


''Sudah Bu, sudah.. Semua sudah berlalu..'' Ita langsung memeluk Ibu mertuanya.


Ibu dan Ita masih terjaga dalam pelukan, semua ikut merasakan haru.


''Ibu maafin Mas Yuda juga ya..'' Pinta Ita setelah mereka melepaskan pelukan.


''Bagaimana Ibu bisa memaafkan seorang pengkhianat Nak?'' Tanya Ibu emosi.


''Buu..'' Panggil Ita.


''Sekarang terserah kamu Nak, Ibu merasa tidak enak sama kamu, tidak enak sama besan Ibu karena Ibu punya anak seorang pengkhianat..'' Sahut Ibu.


Yuda hanya diam tertunduk mendengar ungkapan kekecewaan sang Ibu.


''Bu, Mama tidak tau soal ini.. Yang tau hanya Kak Ridwan sama Kak Laras karena mereka ikut membantu Ita..''


''Ita nggak mau pernikahan ini hancur Bu, Ita nggak mau anak-anak tidak di dampingi orang tua yang utuh.


Tolong restui kami untuk memulai lagi Bu, do'akan kami supaya yang kemarin tidak akan terulang lagi..'' Ucap Ita memohon.


Ibu menangis mendengar permohonan Ita.


''Kamu yakin memaafkan Yuda, Nak?'' Tanya Ibu.


Ita mengangguk.


''Terimakasih Nak..''


''Yuda, Ibu tidak mau mendengar hal buruk lagi tentang kamu, kamu itu seorang pemimpin rumah tangga, jaga amanah itu!'' Ucap Ibu.


''Iya Bu..'' Jawab Yuda.


Suasana ketegangan sedikit berkurang.


--


Mereka memutuskan untuk langsung pulang setelah 2 hari berada di kampung halaman.


-----


Terimakasih banyak kepada Kakak-kakak semua yang sudah mampir dan memberi support 🙏


Mohon maaf ya kalau masih banyak kesalahan dan kekurangan 🙏


Follow IG @tulisan_sitimay

__ADS_1


__ADS_2