
LIKE - COMMENT - VOTE - RATE - FAVORIT - FOLLOW
Rio sudah kembali lagi, dia ingin segera membantu menyelesaikan urusan Ita dan Yuda.
Sebelumnya mereka sudah membuat perjanjian untuk melakukan pertemuan di ruangan Rio kembali.
"Ayah merasa sungkan mau ketemu sama Rio.." Ucap Yuda yang masih fokus dengan kemudinya.
"Sungkan kenapa Yah?" Tanya Ita pura-pura tidak mengerti.
Ita menghadap ke arah suaminya yang masih terus fokus menyetir, ia sangat menantikan jawaban dari suaminya.
Yuda masih nampak berfikir dengan apa yang akan di jawabnya, ia mengingat kembali dimana saat ia berjumpa dengan Rio di Surabaya, waktu itu ia sempat merendahkan Rio secara terang-terangan.
''Ya malu soal yang waktu itu Bun..'' Jawab Yuda tanpa menoleh ke istrinya.
Ita menghembukan nafasnya.
''Yah..'' Panggil Ita.
''Hemm..'' Jawab Yuda.
''Kalau di ingat-ingat pasti bikin jengkel ya Yah.. Tapi, ya sudahlah, yang penting sekarang Ayah kan benar-benar ingin memperbaiki semuanya, menjadikan semua ini pelajaran yang berharga. Nyatanya Rio malah ikut berjuang membantu keutuhan rumah tangga kita, dia pasti bisa memaafkan Ayah..'' Ujar Ita sambil tersenyum.
Yuda tersenyum menoleh ke arah istrinya sekilas.
''Makasih ya Bun..'' Ucapnya.
''Iya Yah..''
Beberapa menit di perjalanan, mereka tiba di tempat kerja Ita.
Yuda merasa canggung untuk masuk kembali ke gedung ini.
Namun, terselip kerinduan pada tempat ini, karena dari sini ia bisa memiliki tabungan sedikit demi sedikit untuk melanjutkan pendidikan dan membuat bisnis pertamanya, bahkan di tempat inilah ia dan Ita bertemu hingga mereka memutuskan untuk menikah.
Tak di sadari, Yuda tersenyum mengingat moment perjalanan hidupnya.
Terlebih rasa penyesalan yang sudah mengkhianati seorang istri.
Ita mengernyit heran melihat suaminya tersenyum.
''Yah.." Ita menepuk pelan lengan Yuda.
''Ehh Bunda ngagetin aja..'' Ucap Yuda.
''Ayah senyum-senyum sendiri, kan Bunda jadi takut Ayah kenapa-kenapa..'' Jawab Ita membela diri.
''Masa sih Ayah senyum-senyum sendiri?'' Tanya Yuda tidak menyadari.
''Hemmmm.." Ita hanya menjawab singkat.
"Ya sudah ayok masuk Yah.." Ajak Ita.
Mereka baru saja keluar dari mobil, dari arah gerbang terlihat sebuah mobil yang masuk, Ita memahami bahwa itu mobil milik Rio.
Tin tin
Rio menekan klakson mobilnya saat melihat Yuda dan Ita, ia juga menurunkan setengah kaca mobilnya untuk menyapa.
"Tunggu.." Ucap Rio yang masih akan memarkirkan mobilnya.
Yuda dan Ita yang sudah hendak berjalan ke dalam langsung berhenti untuk menunggu Rio.
Rio yang sudah selesai memarkirkan mobilnya langsung bergegas menghampiri Yuda dan Ita yang tengah menunggunya.
__ADS_1
''Hay Bro, apa kabar?'' Sapa Rio basa basi terhadap Yuda.
Yuda membalas uluran tangan dari Rio.
''Baik, baik Alhamdulillah..'' Jawab Yuda sambil tersenyum kikuk.
Rio mengangguk.
''Ya sudah ayo masuk, nunggu apa lagi..'' Ajaknya.
Yuda dan Ita langsung mengikuti langkah Rio.
Rio sudah memberi kabar bahwa ia sudah mendarat sejak tadi sebelum waktu istirahat.
Setelah beristirahat ia akan ke kantor untuk menepati janji yang sudah ia sepakati, Rio tak ingin membuang waktu, lebih cepat lebih baik.
Sesampainya di dalam, Ita menghampiri Della yang sudah mulai bekerja.
''Dell, sibuk ya?'' Tanya Ita.
''Ehh lumayan Bu..'' Jawabnya kaget.
''Tapi, bisa di tinggal dulu kan? Itu semua sudah datang..'' Ucap Ita.
Della sudah mengerti apa maksud ucapan Ita.
''Baik Bu, saya segera kesana..'' Jawabnya.
''Kami tunggu ya Della..'' Ucap Ita lalu meninggalkan Della.
''Huuhhh..'' Della menghembuskan nafasnya kasar.
''Aku benar-benar merasa gugup, aku harus bagaimana ini, huhh..'' Batin Della.
Della merasa dadanya sesak secara tiba-tiba, rasa takut terus menghantui pikirannya.
''Ayo Della.. Kalau kamu jujur, kamu pasti akan di lindungi selamanya, tapi, kalau kamu tidak jujur, perlindungan itu hanya sementara, suatu saat akan terbongkar..'' Ucap Ita yang datang lagi di hadapan Della.
''Baru saja, ayok.. Kamu jangan takut ya, kami nggak gigit kok..'' Canda Ita.
''Hehe Ibu bisa ae..''
''Tapi, kalauu..'' Ucap Della terputus.
''Udah udah jangan tapi tapi lagi, ayok..'' Ajak Ita.
Dengan dada yang masih sesak dan tiba-tiba ingin buang air, Della mengikuti langkah Ita.
''Bu, boleh saya pipis sebentar, hehe..'' Ucap Della meminta izin.
''Saya tunggu disini..'' Jawab Ita.
Della langsung mempercepat langkahnya menuju toilet.
''Huh lega..'' Ucap Della setelah keluar dari kamar mandi.
''Udah?''
''Astaga.. Ibu kenapa suka tiba-tiba muncul sih..'' Tanya Della yang merasa terkejut dengan keberadaan Ita di samping pintu toilet.
''Takutnya kamu pingsan di dalam Dell..'' Canda Ita lagi.
''Ahh Ibu, ini jadi Bu?'' Tanya Della yang masih cemas.
''Jadilah, lebih cepat lebih baik Del, biar bisa fokus ngurus yang lain, oke..'' Jawab Ita.
Ita menggandeng tangan Della untuk menuju ke ruangan Rio yang berada di lantai atas.
__ADS_1
Tok
Tok
Tok
''Iya masuk..'' Jawab suara dari dalam ruangan.
''Ayo masuk..'' Ajak Ita kepada Della.
Della mengikuti Ita dengan masih terus menunduk karena takut.
''Pak..'' Sapa Della membungkukkan kepalanya kepada Rio dan Yuda menghormati.
Rio dan Yuda membalas sapaan dari Della.
''Silakan duduk..'' Suruh Rio.
''Terimakasih Pak..'' Jawab Della.
''Della apa kabar?'' Tanya Rio.
''Baik Pak..'' Jawab Della masih dengan menunduk.
''Syukurlah.. Oh ya kenalkan ini Yuda, suami dari Ita..'' Ujar Rio memperkenalkan Yuda kepada Della.
Della mengangguk.
''Saya Della Pak..''
''Kamu pasti tidak lupa kan tujuan kita bertemu disini mau ngapain..'' Ujar Rio lagi.
''Tidak Pak..'' Jawab Della menggeleng.
''Baguslah, jadi silakan kamu berkata sejujur-jujurnya, jika waktu itu ada yang terlewatkan silakan katakan sekarang..'' Ucap Rio tegas.
''Baik Pak..'' Jawab Della.
''Emm sebetulnya saya juga sudah mendengar dari istri saya, tapi akan lebih baik jika saya mendengar lagi secara langsung..'' Ucap Yuda.
Della nampak sedang mengatur nafasnya.
Ia kembali menceritakan awal mula berjumpa dengan Sarah dan terjadinya ancaman itu.
Della terlihat kembali menitikkan air matanya mengingat hari itu.
''Sungguh Bapak beruntung sekali memiliki istri seperti Bu Ita..'' Ujar Della masih menunduk.
Yuda mendongakkan kepalanya, mencerna semua kalimat yang di utarakan oleh Della.
''Terimakasih Della, karena kamu sudah bersedia jujur kepada kami, hal ini terjadi juga atas kesalahan saya, saya akan berusaha untuk membantu kamu lepas dari ancaman itu, yang penting kita semua bisa bekerja sama..'' Ucap Yuda.
''Terimakasih Pak, saya akan mengikuti semua perintah kalian..'' Jawab Della.
Ita menjelaskan semua rencana yang akan mereka lakukan untuk menghadapi Sarah dan Della mengiyakan rencana tersebut.
''Baiklah Della, terimakasih ya atas waktunya, sekarang kamu bisa kembali bekerja..'' Ucap Ita.
''Baik Bu, terimakasih.. Permisi..'' Ucap Della meninggalkan ruangan Rio.
(Hari ini author lagi sedih Kakak-kakak, karena kucing author meninggal 1 namanya Kiko yang baru umur 4 bulan😢)
Terimakasih banyak untuk Kakak-kakak yang sudah meluangkan waktunya untuk mampir dan memberi support 🙏
__ADS_1
Semoga author bisa lebih baik lagi ya dalam berkarya🙏
Follow IG @tulisan_sitimay