
LIKE - COMMENT - VOTE - RATE - FAVORIT - FOLLOW
-----
''Terimakasih ya semua yang sudah datang, silakan kalian makan sepuasnya hari ini disini..'' Ucap Rio kepada teman-teman Yuni.
Makasih
Makasih
Ucap mereka bergantian.
Rio mengangguk, lalu mengajak Yuni untuk keluar.
Sesampainya di tempat parkir, Rio membukakan pintu untuk Yuni.
''Silakan tuan putri, saya siap mengantar anda kemana pun dengan aman dan nyaman..'' Ujar Rio sambil membungkukkan badannya.
Rio sengaja membuat candaan agar suasana tidak terasa canggung.
Tapi, tetap saja mereka juga sama-sama dalam kondisi canggung.
''Bisa aja, terimakasih Kak, hehe..'' Ucap Yuni gugup lalu masuk ke dalam mobil.
Rio tersenyum lalu menutup kembali pintu mobil.
Di dalam mobil, suasana sangat hening karena Yuni dan Rio sama-sama sedang berperang di dalam hatinya masing-masing, bingung mau bicara apa.
''Nyata kah ini aku sudah melamar seorang gadis?'' Batin Rio bertanya-tanya.
Yuni sedari tadi terdiam menatap arah luar, Yuni sekilas melirik arah Rio, ia melihat Rio sedang senyum-senyum sendiri.
''Kenapa dia senyum-senyum sendiri? Apa yang di pikirkannya juga sama dengan yang aku pikirkan? Aduuhh kenapa jadi nambah canggung gini siih..'' Ujar Yuni membatin.
''Dek..''
''Kak..''
Rio dan Yuni memanggil secara bersama dan mereka pun tertawa.
''Ya udah Kakak dulu mau ngomong apa..'' Suruh Yuni.
''Kamu aja dulu..'' Suruh Rio balik.
''Nggak mau, Kakak dulu aja..'' Tolak Yuni.
''Ya udah kalau maksa.. Kakak boleh tanya sesuatu?'' Tanya Rio hati-hati.
''Boleh, tanya aja, tapi, soalnya jangan essay ya Kak, pilihan ganda aja, essay bikin pusing..'' Celetuk Yuni keceplosan mengeluarkan candaan.
''Hahaha, iya-iya soalnya pilihan ganda..'' Ujar Rio.
Sontak Yuni terkejut baru menyadari ucapannya.
''Maap salah ngomong, hehe..'' Ucap Yuni sambil nyengir.
''Kakak mau tanya apa?''
''Tapi, jangan tersinggung ya..'' Ucap Rio hati-hati.
''Iya..''
''Kenapa kamu sebegitu takutnya sama Kakakmu? Emm maksudnya benar-benar nggak berani membantah..'' Tanya Rio.
Yuni menghembuskan nafasnya.
''Aku anak bungsu dan perempuan satu-satunya di antara mereka, jadi dari lahir sampai sekarang itu mereka belum pernah menganggap aku sudah besar, mereka tetap anggap aku anak kecil yang harus di awasi setiap pergerakannya.
__ADS_1
Semua biaya kuliahku disini juga di tanggung sama Kakak sulungku, Alhamdulillah dia sudah memiliki kehidupan yang lebih baik bersama keluarganya..''
''Awalnya mereka tidak mengizinkanku jauh dari Ibu, tapi aku memaksa dengan alasan pengen mandiri, aku bisa buktikan kalau aku bukan anak kecil lagi..''
Rio menepikan mobilnya karena ingin fokus mendengar cerita Yuni.
''Dan kenapa aku nggak berani membantah? Karena kasih sayang mereka luar biasa, jadi aku harus menjaga itu, walaupun kadang masih ngeyel juga sihh, hehe..''
''Dan satu lagi, Kakak sulungku itu galak banget loh Kak, serius..''
Yuni bercerita dengan serius sambil menghadap Rio.
''Ohya??'' Tanya Rio.
''He'em.. Tapi, semua itu ada alasannya..'' Lanjut Yuni.
''Apa alasannya?'' Tanya Rio lagi.
Yuni menunduk.
''Karena nanti dialah yang akan menjadi wali nikahku..''
''Emm maaf.. Emm..'' Rio mau bertanya lagi tapi ragu.
''Bapak sudah tidak ada sudah lama..'' Ucap Yuni yang paham akan maksud Rio.
''Innalillahi wa inna illaihi roji'un.. Maaf ya, nggak bermaksud bikin kamu sedih..'' Ucap Rio tidak enak.
''Nggak papa kok Kak..'' Jawab Yuni tersenyum.
''Maka dari itu, aku berharap Kakak bisa sabar ya.. Aku pasti akan bicara sama keluargaku pelan-pelan..'' Ucap Yuni kikuk.
''Iyaa, Kakak pasti akan menunggu..'' Jawab Rio tersenyum.
''Emm, terus gimana kalau keluarga Kakak nggak setuju sama aku?'' Tanya Yuni serius.
''Mereka setuju kok..'' Jawab Rio santai.
Rio mengangguk lalu mengambil ponselnya.
Rio menunjukkan bahwa ia sudah mengirimkan foto-foto mereka tadi kepada orang tuanya.
Bahkan terlihat jelas balasan di barisan chat tersebut.
~Cantiknya calon mantu😍 Jadi nggak sabar pengen nimang cucu lagi~
Deg deg deg
Jantung Yuni terasa berdetak kencang lagi.
Yuni hanya nyengir menatap deretan chat tersebut.
''Gimana? Percaya?'' Tanya Rio menatap lekat Yuni.
Jantung Yuni terasa mau copot lagi karena mendapat tatapan itu.
''Iya, terimakasih ya Kak..'' Kata Yuni hanya menatap Rio sekilas.
''Terimakasih sudah menerimaku, seorang laki-laki tua..'' Ucap Rio.
''Tapi, Kakak masih kelihatan muda kok, serius..'' Jawab Yuni spontan.
''Masa sih??'' Tanya Rio, ia langsung bercermin pada kaca di depannya.
''Iya ya, masih imut juga..'' Puji Rio pada dirinya sendiri dengan maksud becanda tentunya.
Yuni mengernyitkan keningnya.
__ADS_1
''Haha pede banget..'' Sahut Yuni.
''Harus doong, biar pas bersanding sama perempuan yang selalu cantik..'' Jawab Rio.
''Iihhh apaan, ini pasti Dinda yang bocorin..'' Ujar Yuni.
''Iya nggak papa, kan emang cantik..'' Puji Rio.
Yuni tersenyum.
''Loh ini mobilnya kok nggak jalan? Sejak kapan berhenti disini?'' Tanya Yuni yang sedari tadi ternyata tidak menyadari.
Rio menepuk keningnya sendiri.
''Jadi dari tadi nggak kerasa mobilnya berhenti?'' Tanya Rio balik.
Yuni menggeleng sambil nyengir.
''Ya sudah pulang ya? Kemana nih pulangnya?'' Goda Rio.
Yuni langsung bergidik ngeri.
''Jangan macam-macam Kak!" Teriak Yuni.
Hahaha
''Kan Kakak belum tau kost-kostan kamu Adek Sayang, waahhh pikirannya kemana nih..'' Goda Rio lagi.
Yuni langsung mengalihkan pandangannya ke arah luar.
''Bod*h bod*h!! Bisa-bisanya aku kepikiran yang aneh-aneh!" Yuni terus merutuki dirinya sambil memukul-mukul keningnya.
''Hehe..'' Yuni menatap Rio sambil nyengir lagi.
''Ya sudah sekarang tunjukin jalannya, jangan mikir yang macam-macam..'' Ucap Rio.
Yuni langsung mengaktifkan aplikasi penunjuk arah.
''Kakak besok pulang dulu ya, karena ada urusan yang harus segera di selesaikan..'' Ujar Rio.
''Ohh iya Kak hati-hati, salam untuk keluarga..'' Jawab Yuni.
''Siap boss nanti salamnya akan di sampaikan ke mertua..'' Kata Rio.
''Masih calon Kak..'' Protes Yuni.
''Ciee sudah mengakui calon..'' Goda Rio lagi.
Yuni langsung gelagapan sendiri dengan kata-katanya.
Setelah beberapa menit perjalanan, akhirnya mereka tiba di kostan Yuni.
''Terimakasih ya Kak..'' Ucap Yuni.
''Iya sama-sama..'' Jawab Rio.
Yuni langsung masuk ke dalam kostnya dan menutup pintu rapat.
Sedangkan Rio langsung meninggalkan kostan Yuni.
Rio memilih menginap di hotel yang paling dekat dengan Bandara, karena besok pagi ia akan mengikuti penerbangan paling pagi dan tidak singgah di kediamannya.
(Maaf telat up, karena kemarin sinyal ind*s*t di tempat author sempat hilang dan sebelumnya listrik padam jadi batre low, ehhh pas malam mau lanjutin malah ketiduran..hehe😁🙏)
-----
Terimakasih ya yang sudah mampir dan memberi support untuk author 🙏
__ADS_1
Semoga author bisa lebih baik lagi dalam membuat tulisan🙏
Follow IG @tulisan_sitimay