
Bukan aku yang menuntun langkah kaki ini
Untuk mengikuti kemana arahmu melangkah,
Kau yang membuat langkahku mengikuti langkahmu
Demi sebuah jawaban..
Jawaban yang aku sendiri tak tau..
Akan seperti apa takdir yang akan ku terima nanti..
Yang ku tahu..
Aku melangkah dengan kepastian,
Melangkah untuk sebuah keutuhan yang ku harapkan..
"ITA"
Baru saja beberapa menit di dalam mobil, Ita yang duduk di belakang bersama kembar sudah tertidur.
"Kasian Bunda, pasti capek banget seharian jagain kita.." Ucap Yuki menunjukkan raut muka sedihnya.
Yuda melihat dari kaca di depannya, ia bisa melihat wajah Ita yang memang nampak sangat lelah dan kemudian ia kembali fokus pada kemudinya.
Tujuan mereka kali ini ke hotel tempat Yuda menginap, karena mereka juga akan bermalam di hotel sebelum kembali esok hari.
"Sudah sampai.." Ujar Yuda terus memarkirkan mobilnya.
"Bunda belum bangun?" Tanya Yuda.
"Belum Yah, kayaknya Bunda emang kecapekan banget.." Jawab Yuta kasian melihat Bundanya.
"Coba bangunkan pelan-pelan ya.. Soalnya Ayah kan mau gendong Arisa.." Lanjut Yuda.
"Iya Yah.." Jawab kembar kompak.
Mereka langsung menghadap Bundanya.
"Bun, Bundaa, Bun, bangun Bun, kita sudah sampai di hotel nih.."
Ucap Yuki membangunkan Bundanya.
Namun, Ita belum juga bangun.
Kini giliran Yuta yang beraksi, di elus-elus hidung Bundanya sampai tak lama kemudian Ita menggaruk-garuk hidungnya.
Dan ternyata Ita kembali tidur lagi.
"Bundaaa.." Bisik Yuki di telinga Bundanya.
"JANGAN TINGGALKAN KAMI!!" Ucap Ita tiba-tiba dengan langsung memeluk Yuki yang berada di sampingnya.
Tentu saja mereka langsung kaget.
"Astaghfirullah.." Ucapnya lalu menangkup wajahnya sendiri dengan kedua tangannya setelah melepaskan pelukannya.
"Bunda pasti mimpi buruk ya.." Ucap Yuda yang masih menghadap belakang.
__ADS_1
"Ini Bunda minum dulu biar tenang.." Imbuhnya sambil menyodorkan sebotol air mineral.
Ita langsung meraih air mineral yang di berikan oleh Yuda.
Hingga tak terasa setengah botol sudah ia minum.
"Bunda mimpi apa sih?" Tanya Yuki kepo.
"Nggak mimpi apa-apa Kak, emang tadi Bunda bilang apa sih?" Tanya Ita balik.
"Tadi tu Bunda bilang "Jangan tinggalkan kami", kita loh semuanya ada disini Bun.." Protes Yuki.
"Namanya juga mimpi itu ada aja Kak, kadang yang nggak masuk akal juga banyak di alam mimpi.." Jelas Yuda.
Yuki nampak memikirkan sesuatu.
"Pantas aja Yuki sering mimpi aneh, masak mimpi pergi keluar angkasa naik ojek.." Cerita Yuki mengingat mimpi anehnya.
"Itu karena kamunya aja yang kebanyakan berkhayal pergi keluar angkasa.."
Protes Yuta.
"Ya biarin, siapa tau kan nanti kalau sudah gede bisa terwujud pergi ke bulan, iya kan Bun? Yah?" Yuki mencari pembelaan.
"Iya Kak.." Jawab Yuda dan Ita bersamaan.
Mereka lalu mengurus semuanya, sedangkan Yuda masih setia dengan menggendong si bungsu Arisa yang belum bangun juga.
''Kebiasaan Arisa nih, kalau tidur kayak orang mati..'' Celetuk Yuki.
''Hussttt, Kakak nggak boleh bilang begitu lagi ya..'' Cegah Ita.
''Hehe iya Bun, maaf, abisnya Arisa kalau sekali tidur bisa anteng banget nggak bangun-bangun..'' Jawab Yuki.
Karena barang-barang mereka masih berada disana, sedangkan Yuda masih harus ke kampus.
''Nanti Ayah jemput kesini lagi ya.. Ayah mau sekolah dulu..''
Pamit Yuda setelah mengantar istri dan anak-anaknya.
''Hmm, iya Yah..'' Jawab Arisa.
''Hati-hati ya Yah..'' Ucap Ita.
Yuda menganggukkan kepala dan melambaikan tangannya lalu memutar arah mobil untuk keluar dari halaman rumah kakak iparnya.
Setelah mobil Yuda sudah tidak terlihat, Ita dan anak-anak hendak masuk ke dalam rumah Ridwan.
''Assalamu'alaikum..''
Ucap mereka bersamaan.
''Wa'alaikumussalam.. Ehhhh sayang..'' Jawab Laras yang membukakan pintu.
Mereka masuk ke dalam bersama, sementara anak-anak menonton tv di ruang tengah, Ita pergi ke kamar untuk mengemasi barang-barangnya.
''Ita..'' Panggil Ridwan dari arah pintu.
Ita yang mendengar ada yang memanggilnya langsung menoleh.
__ADS_1
''Ehh iya Kak..''
''Gimana?''
Ita paham maksud dari pertanyaan Ridwan.
''Ini Kak..''
Ita menyodorkan sesuatu.
Ridwan meraihnya lalu mendengar rekaman itu dengan seksama.
''Pintar juga kamu berakting untuk menambah durasi..'' Ucap Ridwan tidak menyangka.
Ita langsung menunduk dan tersenyum kecut.
''Aku sendiri juga nggak nyangka Kak, bisa menahan diri di depan wanita itu..''
''Baiklah, ini cukup bagus, semoga wanita itu benar-benar bisa sadar dan juga suamimu tentunya, karena ini bukan hanya kesalahan satu orang saja..'' Pesan Ridwan.
''Iya Kak, terimakasih ya..'' Ucap Ita.
Ridwan mengangguk.
Tak terasa waktu menunjukkan siang hari, Ita sudah selesai berkemas.
Mereka makan bersama di rumah Ridwan, sembari menunggu kedatangan Yuda.
Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dari arah depan.
"Itu pasti Ayah.." Ucap Yuki lalu bergegas menuju arah depan.
"Ayaah.." Sambutnya.
"Iya Nak, sudah siap semuanya?" Tanya Yuda celingukan.
"Sudah Yah.." Jawab Yuki.
Yuda membantu untuk mengangkat koper dan memasukkan ke dalam mobil.
"Daa Uwaaa.."
Ucap Ita dan anak-anak dari dalam mobil sembari melambaikan tangannya.
Ridwan dan Laras membalas lambaian tangan tersebut sampai mobil tersebut sudah tidak terlihat.
"Semoga mereka benar-benar kembali harmonis ya, Pa.." Kata Laras.
"Aamiin.." Balas Ridwan.
Alhamdulillah..
Terimakasih yang sudah membaca dan memberi support dengan memberikan like dan komennya🙏
Mohon maaf jika masih banyak kesalahan..
Jaga kesehatan untuk kita semua yaa..
__ADS_1
IG @tulisan_sitimay
Terimakasiiih..