SUAMIKU PUBER KEDUA

SUAMIKU PUBER KEDUA
Bab 21


__ADS_3

Selamat membaca ya readers..


 


Semenjak hamil besar, Mama memang memutuskan untuk memaksa Ita dan juga Yuda agar mau tinggal di rumahnya, karena agar lebih leluasa dalam memberi pengawasan, mengingat Yuda yang sekarang semakin sibuk.


''Mama sakiiit, Mas Yuda..''


Panggil Ita dengan isak tangisnya.


hiks hiks hiks


''Iya Nak sabar ya sayang, Bismillah ya..'' Jawab Mama terus menyemangati putrinya.


''Mas Yuda mana Ma..'' Tanya Ita sambil terus menangis.


''Yuda sudah di jalan sayang, dia langsung ke rumah sakit, kita ketemu disana ya. ''


''Ayo Pa agak cepet..'' Suruh Mama yang sudah panik.


''Iya sabar dong Ma..'' Jawab Papa yang juga panik.


Beberapa menit perjalanan, mereka sampai di rumah sakit yang langsung di sambut oleh Yuda dan juga beberapa perawat.


Yuda menemani sang istri berjuang di ruang persalinanan, sedangkan Papa dan Mama menunggu di depan ruangan sambil mondar mandir karena panik, tak henti mereka komat kamit membacakan do'a untuk kelancaran putrinya.


Melihat istrinya yang mondar mandir bak setrika membuat Papa ikut pusing.


''Sudah dong Ma, tenang, Ita pasti bisa, dia anak yang kuat, Bismillah ya..'' Ujar Papa menenangkan istrinya.


Padahal dalam hatinya ia juga sangat khawatir, malah sebetulnya sudah ingin menangis juga.


''Gimana Mama bisa tenang Pa, aduuuhhh Ya Allah..''


Jawab Mama menangkup wajahnya sendiri


--


Di dalam ruangan.


''Mas sakiit, huuuhhh..''


Ucap Ita terus mengatur nafasnya.


Setelah melewati proses yang panjang dan akhirnya..


''ALHAMDULILLAH..''


Ucap mereka kompak dan Ita langsung lemas setelah mengeluarkan bayi keduanya.


CUP


Yuda mencium kening istrinya berkali-kali karena saking bahagianya.


''Terimakasih sayang..'' Ucap Yuda mencium istrinya lagi.


Ita hanya mengangguk pelan dan tersenyum, karena ia masih menangis bahagia.


Yuda mengumandangkan adzan untuk putra putrinya.


Setelah beberapa saat, Ita sudah di pindahkan ke ruang perawatan.


''Sayang..'' Panggil Mama langsung memeluk anaknya.


''Alhamdulillah kamu sudah menjadi orangtua, tapi kamu tetap anak kecil kami..'' Canda Papa lalu mencium kening putrinya.


Mereka tertawa ringan.

__ADS_1


''Jadi, kalian sudah ada nama atau belum untuk cucu Mama?'' Tanya Mama memandangi anak-anaknya bergantian.


''Sudah dong Ma..'' Jawab Ita yang masih di tempat tidurnya.


''Siapa Nak?'' Tanya Papa penasaran.


Yuda dan Ita malah saling pandang pandangan.


''Yuta Putra Tamadi dan Yuki Putri Tamadi..'' Jawab Yuda langsung.


''Bagus bagus Yuta dan Yuki, nama orang Jepang..'' Kata Papa sambil manggut-manggut pelan.


 


4 tahun kemudian


Bapak Imron meninggal dunia di sebabkan serangan jantung dan saat ini Ita tengah hamil lagi.


Atas permintaan Ita, kini Mama tinggal satu rumah dengannya dan Mama setuju karena di rumah sendiri jelas terasa sepi.


Yuda dan Ita sudah memiliki rumah baru yang luas, hasil kerja keras mereka berdua. Mereka sekarang juga mempekerjakan seorang ART dan juga seorang baby sitter, karena sekarang Yuda lebih sering keluar kota untuk melanjutkan pendidikan di ibukota.


Pagi hari adalah waktu drama di mulai bersama anak-anak.


''Sayang makan dulu Nak..'' Seru Ita kepada anak-anaknya yang sibuk lari sana sini.


''Ayo ayo, nanti telat, Yuta Yukii..'' Panggil Ita lagi.


Akhirnya mereka nurut setelah melalui drama panjang.


Mereka tiba di sekolah di antar oleh Ita, namun ia hanya mengantar saja, selebihnya ia serahkan kepada penjaganya, karena Ita harus berangkat bekerja.


''Belajar yang pinter ya sayang, biar jadi apa..'' Tanya Ita kepada anak-anaknya sebelum pamit.


''Aku mau jadi princess..'' Jawab Yuki cepat.


Ita langsung menepuk keningnya sendiri, karena tidak menyangka dengan jawaban putranya, biasanya jika ada pertanyaan yang sama, Yuta akan menjawab menjadi astronot.


Tentu saja jawaban Yuta mengundang gelak tawa yang ada di sekelilingnya.


''Yuta jadi astronot aja deh ya, biar bisa pergi ke bulan, kan biasanya juga bilangnya mau jadi astronot..'' Ujar Ita mengingatkan putranya.


''Emmmmm ...''


Yuta tampak berfikir keras karena ia tengah menyangga dagunya dengan jarinya dan memandangi ntah ke arah mana.


''Oke deh Bunda, Yuta mau jadi astronot aja..'' Jawab Yuta polos.


Ita langsung mengangkat kedua jempol tangannya.


''Ya sudah, Bunda berangkat kerja dulu yaa but wujudin cita-cita kalian jadi princess Dan astronot..'' Ucap Ita menciumi kening kedua anaknya.


''Yeyeye..''


Mereka nampak sangat bahagia.


Ita segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang untuk menuju tempat kerjanya.


 


Suatu sore hari ketika Yuda di rumah.


''Ayah main yukk..'' Ajak Yuki menarik lengan Ayahnya.


Namun, sayang ayahnya masih tetap fokus dengan korannya.


''Ayah capek Nak, mainan sama Bunda atau sama Mbak ya..''Tolak Yuda.

__ADS_1


Si kembar langsung manyun dan kembali ke Bundanya.


 


Sayang, aku punya rencana pengen bangun resto, kamu setuju apa nggak?''Tanya Yuda bak meminta restu.


''Ya kalau ada modalnya dan kamu tau peluangnya dimana yang cocok ya silakan saja Mas, aku sebagai istri cuma bisa mendukung, kita bangun apa yang layak untuk masa depan keluarga kita..'' Jelas Ita.


''Ya kalau modal pasti sekarang belum cukup ya, tapi aku punya rencana untuk kerja sama bareng Kak Ridwan..'' Ucap Yuda serius, apalagi kakaknya Itu juga pengusaha resto di ibukota.


''Emangnya Kak Ridwan mau Mas?'' Tanya Ita penasaran.


''Kalau di Jakarta kan aku mesti mampir ke rumahnya dan sering ngobrol juga, ini tu malah dia yang nawarin sayang, makanya ini mumpung ada kesempatan..'' Jelas Yuda semangat.


''Oh iya Kah Mas? Bagus dong kalau kalian bisa bekerja sama..'' Jawab Ita yang tak kalah semangat.


 


Tidak mudah perjalanannya, setelah melahirkan rencana untuk membangun resto harus terpaksa di tunda terlebih dahulu karena putrinya yang masih bayi harus mendapatkan perawatan ekstra, dan juga Mama yang kondisinya sudah semakin menua jadi sering sakit.


--


Hingga akhirnya setelah lebih 5 tahun kemudian, gedung resto itu mulai di bangun.


Ridwan sangat mempercayai kinerja Yuda, apalagi saat melihat kesuksesan Yuda yang merintis bisnisnya dari nol.


 


Saat ini pekerja lama di rumah Ita dan Yuda sudah di ganti, karena yang dulu memutuskan resign karena akan menikah.


Akhirnya Yuda mengambil 2 orang dari kampungnya untuk bekerja disana, tentu mereka sangat senang karena Yuda sangat terkenal dengan kesuksesannya dan segala cerita baik yang di koar-koarkan oleh Ibunya.


Bukan hanya orang yang bekerja di dalam rumahnya saja yang ia ambil dari kampungnya, Yuda juga mengambil untuk bekerja pada bisnisnya, termasuk adiknya, Yoko.


 


1 tahun kemudian


Resto yang ia bangun atas kerja sama dengan kakak iparnya itu sudah resmi di buka dan resto tersebut selalu ramai oleh pengunjung.


 


''Mas, sepertinya di daerah sana ada peluang buat buka cabang..'' Usul Yoko yang sudah memahami bisnis Kakaknya dan juga daerah yang ia tinggali saat ini.


''Coba kamu cek dulu Ko, pastikan dulu semuanya..'' Jawab Yuda di ruangan kerjanya.


''Siap Mas..'' Jawab Yoko lalu meninggalkan ruangan Kakaknya.


Yuda yang sekarang memang memiliki kesibukan yang lebih, di tambah kuliahnya yang di ibukota, membuatnya harus wara wiri dan semakin jarang bermain dengan anak-anaknya.


Dreet dreett


Hp Yuda bergetar tanda telepon masuk.


''Iya Hallo Kak..'' Jawab Yuda yang ternyata itu telepon dari kakak iparnya.


''Kapan kamu ke Jakarta?'' Tanya Ridwan.


''Lusa Kak, ada apa ya?'' Tanya Yuda santai.


''Oke saya tunggu, ada hal penting yang ingin saya bicarakan..'' Ucap Ridwan lalu mematikan sambungan teleponnya.


Yuda memandangi hpnya dan ia letakkan begitu saja di atas meja.


 


Like dan komennya yaa..

__ADS_1


IG @tulisan_sitimay


__ADS_2