
Selamat membaca kakak-kakak, siapkan cemilan biar lebih santuy..
Tanpa basa basi, dengan hati-hati Ridwan menceritakan konflik yang tengah terjadi antara dirinya dengan Yuda, Mama dan Ita terlihat terkejut saat mendengar penuturan Ridwan.
''Kak, Ita sungguh minta maaf, Ita benar-benar tidak tau masalah ini..'' Ucap Ita sungguh.
''Sudahlah Ta, kamu nggak perlu sungkan untuk hal ini..'' Ucap Ridwan menenangkan adiknya.
''Ma, Mama juga fokus saja sama kesehatan Mama, aku disini nggak ingin menambahkan beban untuk kalian semua, ini juga kesalahan Ridwan yang dulu terlalu memberikan kepercayaan..'' Jelasnya lagi.
''Aku kesini cuma mau bilang, aku memutuskan mundur mengalah dari permasalahan ini demi keluarga kita, tapi maaf jika aku nggak akan pernah datang lagi ke rumah ini, jika kita berencana untuk ketemu ya harus di rumah Mama..'' Ucapnya lagi sembari tersenyum.
''Tapi Kak? Ita sungguh-sungguh minta maaf atas nama suami Ita, nanti kalau Mas Yuda sudah pulang, Ita akan mencoba untuk bicarakan hal ini..'' Ucap Ita merasa sangat tidak enak hati.
"Jangan Ta, kamu harus memahami bahwa suami sudah tidak seperti dulu, sudah biarkan saja, yang penting dia tetap selalu ada untuk kalian dan tidak meninggalkan kalian, itu sudah cukup bagi Kakak, biarkan ini menjadi pelajaran untuk Kakak..'' Kata Ridwan memandangi Mama dan Ita bergantian.
Mama menahan airmatanya agar terlihat kuat di depan anak-anaknya.
''Kalian yang sabar ya Nak, tolong selesaikan masalah ini, jangan sampai keluarga kita pecah karena hal ini..'' Mama mencoba menasehati.
''Aku hanya bisa berusaha ikhlas Ma dan tidak mempermasalahkan ini lagi, hubunganku dengan Yuda bagaimana nanti, Mama do'akan saja yang terbaik..'' Ucap Ridwan menatap lekat Mama.
''Ya sudah Ma, aku ada urusan di luar sebentar dan kemungkinan nanti malam langsung kembali ke Jakarta, Mama jangan berpikiran yang macam-macam..'' Ucapnya lagi.
''Hati-hati Nak, sampaikan salam Mama untuk keluarga di Jakarta..'' Ucap Mama memeluk hangat putranya yang di susul oleh Ita.
Ridwan mengangguk lalu pergi meninggalkan kediaman Ita.
Ita menahan isak tangisnya, tidak pernah menyangka akan menghadapi permasalahan seperti ini di dalam keluarganya, tapi ia juga menyadari bahwa kenyataannya sang suami memang sudah jauh berubah.
''Sudahlah Nak, jangan terus di jadikan beban, Mama nggak akan ikut campur dalam masalah ini, meskipun Mama juga kecewa, semoga keadaan segera membaik untuk keluarga kita..'' Kata Mama menenangkan.
''Iya Ma, aku cuma bingung kenapa Mas Yuda harus berubah seperti ini, sangat jauh dari pribadinya yang dulu..'' Ucap Ita sambil mengusap air matanya.
''Sabar ya Nak, sekarang fokuskan pada anak-anakmu, mereka sudah tumbuh besar, jangan sampai mereka ikut terbawa dalam permasalahan keluarga orangtuanya..'' Ucap Mama lagi.
Sekarang posisi Ita sudah menduduki jabatan Manager, karena sudah banyak karyawan senior yang memilih untuk resign dan fokus pada usahanya masing-masing.
Tok tok tok
''Iya Masuk..'' Jawab Ita.
''Oh, Pak Rio, silakan duduk Pak..'' Ucap Ita lagi mempersilahkan.
''Terimakasih Ta..'' Jawab Rio menarik kursi di hadapan Ita.
''Ada yang bisa saya bantu Pak?'' Tanya Ita ramah.
''Tidak usah sungkan Ta, panggil saja seperti dulu santai aja kok..'' Ucap Rio ramah.
__ADS_1
''Ehh iya Pak, ehh Kak maksudnya, ada yang bisa saya bantu?'' Tanya Ita lagi.
''Ohh nggak, sebelumnya saya minta maaf jika saya lancang berbicara tentang hal ini, saya kesini cuma mau berbicara mengenai suamimu, lebih baik kamu bertindak sedikit untuk mengetahui apa yang suamimu lakukan di luar sana selain kegiatan kuliahnya..'' Jelas Rio menatap Ita seksama.
Ucapan Rio berhasil membuat Ita langsung mengernyitkan dahinya.
''Maksud Kak Rio apa? Saya tidak mengerti..'' Tanya Ita yang sebetulnya paham kemana arah pembicaraan Rio.
''Gini Ta, maaf sekali lagi, saya memang menyukaimu sejak dulu, tapi bukan berarti ini hanya karangan cerita dari saya ya..'' Ucap Rio lalu menghentikan bicaranya.
Ita kaget saat mendengar pengakuan Rio bahwa ia masih menyukainya sejak dulu dan yang Ita ketahui bahwa Rio masih single sampai saat ini.
''Langsung saja Kak, apa yang mau Kakak bicarakan kepada saya, saya masih sibuk..'' Ucap Ita dengan pikiran yang tidak fokus.
''Waktu itu secara tidak sengaja saya pernah bertemu dengan Yuda di salah 1 hotel di Surabaya..'' Jawab Rio jujur.
''Maaf Kak, adik ipar saya memang kuliah di Malang, bisa jadi Mas Yuda nginap di hotel itu..'' Jawab Ita mencoba santai, padahal ia ingin menangis.
''Tapi saya lihat dia bersama seorang wanita, Ta..'' Ucap Rio penuh penekanan.
Bagaikan tersambar petir di siang bolong, namun Ita tetap berusaha untuk santai menanggapi pembicaraan Rio.
''Ada bukti? Jika tidak ada maka saya tidak percaya..'' Ucap Ita tegas.
''Ada..'' Jawab Rio lalu mengambil ponsel di sakunya dan mencari apa yang Ita minta.
''Ini, kamu bisa cek sendiri, mungkin gambarnya memang kurang jelas, tapi saya rasa kamu pasti sudah paham dengan fisik suamimu..'' Jelas Rio lagi menyodorkan ponselnya.
Hampir saja Ita menangis melihat kenyataan pahit ini, tapi, dia berusaha untuk tetap tegar dan akan berusaha mencari kebenarannya sendiri.
''Tentu saja..''
Rio langsung mengirim foto tersebut.
''Tapi, ingat Ta, kamu jangan gegabah, kalau kamu mau cari tau kamu harus main halus, jangan grasak grusuk biar suamimu nggak curiga sama sikapmu..'' Ucap Rio memberi pesan.
Ita mengangguk tanda menyetujui pesan Rio.
''Terimakasih Kak sekali lagi..'' Ucap Ita.
''Ya sudah saya pamit dulu Ta, jika ada yang bertanya ada keperluan apa saya ke ruanganmu, katakan saja kita sedang membahas peningkatan laba yang di sini dengan yang di Surabaya..'' Jelas Rio lagi memberi pesan.
''Baik Kak..'' Jawab Ita lalu berdiri membalas jabatan tangan Rio.
Rio lalu melangkah pergi meninggalkan kantor tersebut.
RIO POV
Ntahlah, hingga detik ini belum ada yang bisa menggantikan kamu di hatiku, hari-hariku ku fokuskan untuk bekerja dan bekerja. Akan tetapi bayanganmu tetap saja hadir, bahkan sekarang anakmu sudah besar dan aku masih saja membodohi diriku sendiri.
Dengan banyaknya kegiatan yang ku lakukan, aku berharap bisa melupakan rasa ini dan menemukan seseorang yang baru, heh nyatanya tidak, dan aku masih sangat mencintaimu hingga detik ini, tapi.. tak ada niatku sedikitpun untuk merusak pernikahan kalian.
Dan kamu Yuda, kamu laki-laki paling brengsek yang pernah ku temui.
__ADS_1
Aku tidak akan tinggal diam untuk urusan ini*.
Rio terus melajukan mobilnya dengan tujuan ntah kemana, dia hanya ingin menikmati keindahan tanah kelahiran yang selalu ia rindukan setiap saat.
Rio adalah putra dari pemilik perusahaan tempat Ita bekerja, pengelola furniture yang sukses, ia mendapat kepercayaan dari sang Ayah untuk mengurus cabang yang berada di Surabaya.
Ita menangis sambil terus tertunduk di kursi kerjanya.
''Aku harus kuat, demi anak-anakku aku nggak boleh lemah, ya ya..'' Ucap Ita menyemangati dirinya sendiri.
Waktu sudah menunjukkan jam istirahat, Ita langsung kembali ke rumah, karena jaraknya tidak jauh.
--
Hari berikutnya
''Assalmu'alaikum..'' Ucap Ita saat sudah tiba di rumahnya.
''Wa'alaikumussalam..'' Jawab Mbak Desi sang ART yang membukakan pintu.
''Lesu amat Bu, kayak belum gajian,hehe..'' Canda Desi lalu menutup pintu kembali.
''Iya nih belum gajian, pinjem duit boleh?'' Jawab Ita membalas candaan Desi.
''Ehh Ibu bisa aja ngelawaknya..'' Ucap Desi cengengesan.
Tak lama kemudian, Yuda datang bersama si bungsu Arisa yang baru pulang sekolah.
''Bundaaa..'' Panggilnya manja.
''Iya Nak.. Beresin dulu pakaiannya abis itu maem ya, Nenek sudah nunggu..'' Kata Ita lalu Arisa pun nurut.
Mereka makan bersama berempat, karena si kembar Yuta Yuki pulang sore.
Di kamar.
''Mas, nanti anterin aku ke kantor ya, aku agak males bawa mobil sendiri..'' Pinta Ita.
''Iya, tapi aku tidur dulu 15 menit ya sayang..'' Jawab Yuda lembut.
Ita merespon dengan tersenyum singkat.
"Aku hanya ingin kamu mengingat moment kita dulu Mas, kemana-mana selalu bareng.." Batin Ita dengan tersenyum kecut memandangi suaminya yang sudah tidur.
Wah Alhamdulillah..
Akhirnya update lagi setelah ngetiknya tertunda..
Jangan lupa like dan komennya😍
__ADS_1
Terimakasih yang selalu memberikan support untuk para author pemula seperti saya..🙏
IG @tulisan_sitimay