SUAMIKU PUBER KEDUA

SUAMIKU PUBER KEDUA
Bab 54


__ADS_3

LIKE - COMMENT - VOTE - RATE - FAVORIT - FOLLOW


IG @tulisan_sitimay


-----


Meskipun matanya sangat mengantuk, Ita tetap masih belum bisa tidur karena pikirannya terus melayang ntah kemana.


Namun ia tetap mencoba untuk terus memejamkan mata.


Sesekali ia melirik suaminya sekilas, tampak Yuda memijat-mijat pelipisnya.


Dan kembali Ita memejamkan mata hingga lama kelamaan ia benar-benar tertidur.


Perjalanan yang panjang itu akhirnya mereka tiba di kediaman orang tua Yuda.


Rumah itu benar-benar sepi tanpa penghuni, Yuda dan Ita turun dari mobil.


Yuda membuka pintu dengan kunci yang di berikan oleh adiknya.


Ceklek


Assalamu'alaikum..


Ucap mereka saat membuka pintu.


''Sepi ya Yah..'' Tanya Ita, bola matanya mengitari seluruh ruangan itu.


''Namanya juga kosong Bun..'' Jawab Yuda sambil menarik koper ke kamarnya.


Yuda langsung merebahkan diri ke kasurnya itu karena ngantuk, lelah, dan pusing sedang beradu.


Tok tok tok


Assalamu'alaikum


Suara dari arah depan membuat Yuda dan Ita langsung menoleh dan menuju ke sumber suara.


"Wa'alaikumussalam.." Jawab mereka.


Ternyata yang datang adalah tetangga samping rumah mereka.


"Masuk Bu, apa kabar?" Tanya Yuda ramah.


Ibu tersebut langsung masuk, berjabat tangan dengan Yuda dan juga Ita.


"Alhamdulillah sehat Mas Yuda, kemarin itu pas Bude di bawa ke rumah sakit saya masih di kebun loh Mas jadi nggak tau.." Ujarnya.


"Kalian juga baru datang ya?" Lanjutnya.


"Kami sampai tadi malam Bu, kami langsung ke rumah sakit, ini juga kami pulang bawa mobilnya si Yudi.." Jawab Yuda.


"Ohh gitu, banyak duit ya Mas Yuda jadi begitu di kabarin langsung bisa datang.." Ucap Ibu itu kepo.


Ita yang mendengar langsung menatap suaminya.


Dia baru saja datang dari dapur untuk membuatkan minum.


Karena harus mencari-cari dulu, jadi agak lama di dapurnya.


"Silakan di minum dulu Bu.." Ucap Ita menyuguhkan kopi untuk Yuda dan tamunya, sekalian mengalihkan pembahasan Ibu tersebut.


"Terimakasih Mbak Ita nggak usah repot-repot.." Ucap Ibu tersebut


Ita hanya tersenyum.


"Ibu yang rumahnya di sebelah ya kalau tidak salah?" Tanya Ita sambil menunjukkan arah.


"Benar Mbak, mampir loh ke rumah.." Jawabnya.


"Insyaa Allah Bu.. Soalnya ini nanti mau ke rumah sakit lagi.."Jawab Ita sopan.

__ADS_1


''Gitu ya Mbak.. Anak-anaknya nggak ada yang ikut ini?'' Tanya Ibu itu lagi sambil celingukan.


''Nggak Bu, soalnya mendadak pas anak-anak masih sekolah. Lagi pula disini kami belum bisa memastikan sampai kapan..'' Jawab Ita.


''Ohh.. Mbak Ita ini awet muda loo, masih bisa lah nambah adek lagi.." Ucap Ibu itu lagi.


Uhuk uhuk


Ita langsung terbatuk-batuk mendengarnya.


Ia dan Yuda langsung saling pandang setelah mendengarkan.


''Do'akan saja Bu yang penting saya dan suami sehat, anak-anak sehat, rumah tangga kami selalu sakinnah mawaddah warahmah..'' Jawab Ita.


''Aamiin.. Biar rame loh Mbak, ya kan Mas Yuda?'' Tanya Ibu itu.


''Ehh iya iya Bu..'' Jawab Yuda kikuk.


Mereka melanjutkan obrolannya, Ibu itu juga bertanya-tanya kondisi Ibunya Yuda.


Namun Yuda tidak mengatakan tentang paketan, karena pasti akan muncul banyak versi cerita ke seluruh masyarakat.


Hooaaaammm


Yuda yang sudah tidak tahan dengan kantuknya akhirnya mengeluarkan uapannya juga, sekalian biar Ibu ini berperasaan sedikit.


Ita yang masih setia menyimak cerita Ibu itu langsung menoleh ke arah suaminya.


''Mas Yuda kayaknya capek banget, ya sudah kalau gitu saya permisi dulu ya..'' Ucap Ibu itu yang akhirnya peka juga.


''Maaf ya Bu, soalnya dari kemarin belum tidur..'' Jawab Yuda jujur.


''Nggak papa Mas, Assalamu'alaikum..'' Ucapnya berpamitan.


''Wa'alaikumussalam..'' Jawab Yuda dan Ita bersama.


Yuda langsung mengunci pintunya rapat.


''Istighfar Yah, kita datang di sambut loh..'' Ita mencoba mengingatkan.


Yuda tidak menjawab, dia langsung melanjutkan rebahannya lagi.


Beberapa menit saja sudah terdengar nafasnya yang teratur tanda dia sudah tidur.


Ita yang sebelumnya sudah tidur di perjalanan jadi lumayan sudah tidak mengantuk lagi.


Ia masuk ke dapur, karena tadi melihat tumpukan piring dan gelas yang kemarin belum sempat di cuci oleh Rima atau Ibu karena terburu-buru.


''Makan apa ya nanti?'' Gumam Ita.


''Beli ajalah, lagian disini juga cuma sebentar..'' Ita berbicara pada diri sendiri.


Setelah selesai membersihkan yang masih kotor, Ita membuat minuman hangat untuk dirinya.


Ia membawanya ke belakang rumah, disana terdapat sebuah pohon jambu air yang di bawahnya di pasang kursi besi untuk bersantai.


''Segarnya angin disini..'' Ita menghirup udara angin di bawah pohon.


Rumah mertuanya sudah di pagar keliling, untuk ukuran orang yang tinggal di kampung, rumah ini sudah tergolong mewah.


Di depan juga di buat toko sembako, untuk kegiatan Ibu dan Rima setiap harinya, karena Yudi bekerja di salah satu perusahaan yang beroperasi di kampung sebelah.


''Astaghfirullah..'' Ita menepuk keningnya karena melupakan sesuatu.


Tujuan utama mereka kesini untuk mencari tahu apa isi paketan itu dan mereka malah sama-sama melupakannya.


''Kenapa bisa lupa gini, Ya Allah..'' Gumam Ita merutuki kesalahannya.


Ia segera menghabiskan minumannya dan membawa ke dapur untuk langsung di cuci.


Ita melihat suaminya terlebih dahulu dan ternyata suaminya benar-benar masih tidur.

__ADS_1


Ita berjalan memasuki kamar mertuanya yang menurut informasi dari Rima kamarnya tidak di kunci karena lupa.


''Assalamu'alaikum, maaf ya Bu, Ita izin masuk..'' Ucap Ita lirih.


Ita celingukan mencari dimana paketan itu berada.


Bola mata Ita langsung tertuju pada benda yang berada di dekat tempat tidur.


Perlahan Ita berjalan mendekat lalu mengambil benda tersebut.


Bukannya syock, Ita malah langsung menyunggingkan sudut bibirnya.


''Rendah sekali kamu Sarah..'' Gumam Ita.


Ya, isinya adalah foto yang sama dengan foto yang di terima oleh Yuda.


Ita kembali berjalan ke belakang, ia lalu mencari nomor seseorang untuk di hubungi, tentu saja orang tersebut adalah Rio.


''Oke Ta gini ya.. sebaiknya kamu menjelaskan dulu ke Yuda, tapi kamu jangan temui mertua kamu sampai mertua kamu sembuh dulu. Nanti kalau kalian sudah kembali kesini, kita temukan suamimu dengan Della juga..'' Rio mencoba memberi saran setelah mendengar cerita dari Ita.


Ita nampak mengangguk, padahal Rio juga tidak melihatnya.


''Iya iya.. Oke.'' Jawab Ita.


Dan setelah obrolan penting itu selesai, Ita kembali masuk ke dalam rumah.


Melihat jam di dinding, perutnya mulai keroncongan lagi, sedangkan sang suami masih belum bangun juga.


Ita akhirnya membuka sedikit garasi kecil itu untuk mengeluarkan motor.


Ia sudah lumayan paham dengan kondisi kampung suaminya ini, Ita melajukan motor ke arah rumah makan yang paling terkenal di kampung ini.


Ita membeli 3 porsi sate ayam untuk di bawa pulang.


--


Begitu sampai di rumah, ternyata Yuda sudah bangun dan mencarinya.


''Dari mana?'' Tanya Yuda.


''Ini beli makanan..'' Jawab Ita menunjukkan.


Yuda melihatnya


''Ohh, ya sudah mau mandi dulu..'' Ucap Yuda lalu masuk lagi.


Ita juga langsung mandi menggunakan kamar mandi lainnya, badannya sangat lengket sekali.


Karena waktu terus berjalan tiba saat waktu shalat dzuhur, mereka melaksanakan shalat terlebih dahulu sebelum makan.


--


''Emm Ayah nggak ingat tujuan utama kesini mau ngapain?'' Tanya Ita setelah selesai makan.


''Ya Allah lupa..'' Yuda menepuk keningnya juga, ia bergegas hendak ke kamar sang Ibu.


''Mau kemanah Yah?'' Tanya Ita mencegah.


''Ya mau lihat isi paketan itulah Bun..'' Jawabnya lalu balik badan hendak melanjutkan langkahnya.


''Itu sudah Bunda ambil..'' Ita menunjuk ke arah rak televisi.


Yuda langsung menoleh ke arah yang di tunjuk oleh Ita.


-----


Terimakasih buat Kakak-kakak semua yang setia memberi author dukungan.


Jangan lupa untuk dukung terus author dengan..


LIKE - COMMENT - VOTE - RATE TERBAIKMU😍 - FOLLOW AUTHOR - FOLLOW INSTAGRAM

__ADS_1


@tulisan_sitimay


__ADS_2