SUAMIKU PUBER KEDUA

SUAMIKU PUBER KEDUA
Bab 52


__ADS_3

LIKE - COMMENT - VOTE - RATE - FAVORIT - FOLLOW


IG @tulisan_sitimay


-----


Della keluar dari ruangan Rio dengan perasaan lega karena dirinya tidak jadi di pecat.


Ia langsung menuju ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya yang sudah kusut karena lama menangis di ruangan bosnya tadi.


Sementara itu, Ita yang masih berada di ruangan Rio langsung memastikan bahwa Della sudah pergi.


"Kak, serius sudah punya calon istri?" Tanya Ita penasaran.


"Ehh emang aku bicara seperti itu ya? Kapan?" Rio masih belum menyadari ucapannya.


"Tadilah waktu Della megang tangan.." Ita mengingatkan.


"Emmm itu eee tadi biar si Della jaga jarak aja.." Jawab Rio gugup.


"Ohhh gitu.."


"Ya sudah saya permisi.." Ucap Ita meninggalkan ruangan Rio.


"Iya.." Jawab Rio.


Ita melangkah pergi meninggalkan ruangan Rio, Rio ikut berjalan ke arah pintu dan memastikan bahwa ita sudah tidak terlihat dari pandangannya, Rio menutup kembali pintunya dengan rapat.


Huuhhhh


"Bod*h bod*h!!" Rio terus memukul-mukul keningnya.


"Bisa-bisanya aku ceroboh mengatakan itu, hehh calon istri? Kepastian aja belum dapat sudah berani-beraninya bilang calon istri.." Rio terus menggumam merutuki dirinya.


Rio duduk di kursinya, ia melamunkan akan masa depannya.


Ia terus memijat-mijat pelipisnya karena pusing sendiri.


"Dasar gadis kecil.." Gumam Rio membayangkan Yuni.


Rio meraih ponsel yang ada di meja untuk mengirim pesan kepada seseorang.


--


Sementara itu, Yuda masih di sibukkan dengan pekerjaan.


Tiba-tiba ponselnya berdering tanda panggilan masuk.


Ia melihat nama yang tertera di layar ponselnya sekilas, nampak nama adik iparnya, Rima.


''Assalamu'alaikum Rim..'' Jawab Yuda.


''Wa'alaikumussalam Mas, Mas..'' Suara Rima terhenti karena terdengar ia sedang menangis.


Yuda langsung menghentikan jari-jarinya yang masih setia mengetik.


''Halo Rim, Rima.. Ada apa?'' Yuda panik.


''I-Ibu Mas..'' Jawabnya, namun suaranya harus kembali terhenti.


''Ibu kenapa? Bicara yang jelas..'' Teriak Yuda.


''Ibu tadi tiba-tiba pingsan Mas, sekarang kami lagi di jalan mau ke rumah sakit..'' Jawab Rima.


''Kenapa bisa pingsan?'' Tanya Yuda masih panik.


''Nggak tau Mas, tadi tu abis nerima paketan, baru di buka terus pingsan, aku juga belum lihat isinya apa..'' Jelas Rima.


Tanpa menjawab lagi, Yuda langsung mematikan sambungan teleponnya dan langsung menghubungi Ita.


''Kemana juga ini kok nggak di angkat-angkat..'' Gumam Yuda sudah empat kali melakukan panggilan.


Yuda keluar dari ruangannya dengan terburu-buru.


''Handle kerjaan, saya mau pulang kampung sekarang..'' Ucapnya saat berada di depan meja Dini.


Tentu saja Dini langsung kaget saat menerima perintah secara mendadak dari bosnya.


''Saya Pak?'' Tunjuk Dini kepada dirinya.

__ADS_1


"YA!" Jawab Yuda singkat tanpa menatap Dini, ia terus berjalan.


''Aiiihhh bos ini memang yaa.. Makin tua makin seenaknya sendiri..'' Umpat Dini kesal.


--


Yuda melajukan kendaraannya menuju tempat Ita bekerja.


Sementara Ita yang baru saja keluar dari toilet melihat banyak panggilan tak terjawab dari suaminya.


''Tumben banget, ada apa ini?'' Gumam Ita.


Tanpa pikir panjang, Ita langsung menghubungi suaminya.


''Assalamu'alaikum Yah.. Tadi lagi di toilet, ada apa?'' Ucap Ita.


''Wa'alaikumussalam.. Bunda siap-siap kita pulang kampung sekarang, berdua aja, Ibu di bawa ke rumah sakit, sekarang Ayah sudah di jalan..'' Ujar Yuda cepat.


''Hah Ibu pingsan?'' Tanya Ita kaget.


Tut tut tut


Yuda sudah mematikan sambungan teleponnya.


''Ya Allah.. Semoga Ibu nggak kenapa-kenapa, Aamiin..'' Ita berdo'a sesaat lalu berlari ke ruangan Rio.


Karena bosnya ada disini, jadi Ita izin secara langsung.


''Emm permisi Kak, itu barusan Mas Yuda nelpon bahwa Ibu mertua saya tiba-tiba pingsan, sekarang lagi perjalanan ke rumah sakit..


''Terus Mas Yuda mengajak saya untuk kesana sekarang juga, apa di izinkan?'' Ita berkata sedikit gugup.


''Berapa lama Ta?" Tanya Rio.


"Nggak tau, jika Ibu segera pulih, saya akan segera kembali.." Jawab Ita.


"Baiklah kamu langsung bersiap-siap, nanti saya yang akan mengurus semuanya, semoga mertua kamu segera pulih.." Ucap Rio.


"Aamiin, terimakasih banyak.."


Rio mengangguk.


Sedangkan Ita kelimpungan sendiri, semua mendadak jadi semakin panik.


Ita berlari-lari untuk keluar dari gedung itu menuju mobilnya, tak peduli semua orang menatap heran.


Baru sampai di samping mobil, terlihat mobil Yuda sudah sampai lebih dulu.


Tin tin


Yuda membuka separo kaca mobilnya.


"Bareng aja biar cepet.."


Yuda tau, Ita akan susah fokus jika sedang panik.


Ita langsung masuk ke mobil suaminya.


"Ibu kenapa?"


"Kata Rima baru nerima paketan, nggak lama terus pingsan.."


"Hah? Emang apa isi paketannya?" Tanya Ita penasaran.


"Ya nggak tau Bun, sekarang kita siap-siap, Bunda sekarang pesan tiket yang berangkat hari ini juga kalau masih ada.." Suruh Yuda.


"Iya iya.."


Ita langsung membuka aplikasi pemesanan tiket online.


Beruntungnya masih beberapa sheet belum terjual, meskipun harganya jelas jauh lebih mahal.


"Masih ada Bun?" Tanya Yuda.


"Alhamdulillah masih Yah.." Jawab Ita tanpa pikir panjang langsung memesan tiket tersebut.


Mereka sampai di rumah dengan buru-buru.


"Mama mana?" Tanya Ita mencari Mamanya.

__ADS_1


"Nenek tadi bilang mau ke rumah katanya Bu.." Jawab Mbak Desi.


"Ibu mau kemana kok kayak panik?" Tanya Mbak Desi.


"Mau jenguk Ibu, tadi tiba-tiba pingsan katanya.." Jawab Ita sambil menarik kopernya yang berukuran sedang.


Ita mengambil beberapa pakaian untuk dirinya dan juga Yuda, karena tidak tau akan berapa lama, jadi semua hanya di perkirakan cukup.


"Nanti sampaikan sama Mama ya.. Emm titip anak-anak dulu ya Mbak, maaf merepotkan.." Ucap Ita.


"Iya Bu aman.."


--


Yuda dan Ita sudah berada di Bandara menunggu jadwal terbangnya.


Untuk tiba di kampung halaman, mereka harus dua kali naik pesawat.


Rima sudah mengirimkan pesan dimana Ibu mertuanya di rawat kepada Yuda.


--


Yuda dan Ita buru-buru keluar dari pesawat untuk mengambil kopernya.


"Ke rumah sakit X ya Pak.." Ujar Yuda kepada supir taxi.


"Baik Pak.." Jawabnya ramah.


Menuju rumah sakit memerlukan waktu sekitar satu jam lebih dan akhirnya mereka tiba di tempat tujuan sudah tengah malam.


"Kami sudah di depan.." Ujar Yuda menghubungi adiknya.


Yuda dan Ita menunggu di kursi panjang yang ada di teras RS tersebut.


"Mas, Kak, maaf nunggu lama.." Yudi datang menghampiri kedua kakaknya.


"Ibu gimana?" Tanya Ita.


"Belum sadar Kak.." Jawab Yudi sedih.


"Ya Allah.."


Mereka berjalan menyusuri lorong rumah sakit.


Ita mencium punggung tangan mertuanya yang masih belum sadar.


''Assalamu'alaikum Bu.." Ucapnya.


Sekarang Yuda, Ita, Yudi, dan juga Rima sudah duduk bersama.


"Apa yang terjadi sebenarnya?" Tanya Yuda.


"Seperti yang di katakan Rima tadi Mas, kami panik jadi nggak lihat dulu.." Jawab Yudi.


Saat mereka sedang mengobrol, terdengar suara lirih dari Ibu, semua langsung berdiri dan memastikan itu sumber suara dari Ibu.


"Ibu.." Ucap mereka.


Ibu langsung menoleh, sorot matanya langsung menajam.


"KAMU!!"


BERSAMBUUUNG


 


-----


Terimakasih yang sudah setia memberi dukungan untuk author🙏


Jangan lupa


LIKE


COMMENT


VOTE


RATE

__ADS_1


FOLLOW


IG @tulisan_sitimay


__ADS_2