
Taman Bermain.
"Daddy, aku ingin bermain itu." Jacob menunjuk wahana roller coaster.
"Tidak bisa Sayang, itu permainan untuk orang dewasa." tolak Jethro.
"Kalau yang itu?" Jacob menunjuk wahana kora-kora.
"Yang itu sama Sayang, itu juga untuk orang dewasa." jawab Jethro.
"Lalu kalau yang itu?" sambil menunjuk wahana ontang-anting.
"Yang itu juga tidak bisa Sayang." jawab Jethro.
"Kalau semua tidak bisa dimainkan oleh anak-anak lalu kenapa Daddy mengajak ku tempat ini?" protes Jacob.
"Sini, kita cari wahana yang bisa dimainkan oleh anak-anak." tak ingin membuat anak semata wayangnya bad mood, Jethro pun menggendong Jacob lalu berjalan mencari wahana yang bisa dimainkan oleh anak-anak.
Setelah cukup jauh berjalan dari tempat mereka semula, akhirnya sampai juga mereka di wahana bum bum car.
"Nah, bagaimana kalau kita bermain itu saja?" ucap Jethro sambil menunjuk ke tempat permainan bum bum car.
__ADS_1
Jacob terdiam sejenak tak lama ia pun menganggukkan kepala-nya.
"Baiklah, ayo kita bermain itu tapi aku tidak mau Daddy menemaniku! Aku ingin naik mobil ku sendiri." ucap Jacob.
"Oke, Daddy setuju. Ayo kita mengantri." ucap Jethro.
Layaknya masyarakat biasa, Jethro pun mengantri untuk membeli tiket masuk. Jethro sama sekali tidak menggunakan privilege-nya sebagai CEO McLeon Group untuk mendapat jalur khusus mendapatkan tiket. Tujuannya untuk mengajari Jacob sejak dini kalau segala sesuatu membutuhkan perjuangan.
Karena hari ini adalah hari Minggu, sudah pasti banyak orangtua yang membawa anak-anak mereka pergi ke taman bermain dan salah satunya adalah ke wahana bum bum car itu, maka antrian di wahana itu cukup panjang.
Setelah mengantri hampir setengah jam akhirnya tiket masuk pun berhasil Jethro dapatkan. Jethro hanya memesan tiga tiket untuk Jacob sedangkan Jethro hanya menunggu di luar arena. Kenapa tiga tiket? Karena satu tiket hanya untuk satu kali bermain dan sekali bermain hanya berdurasi lima sampai tujuh menit saja, makanya Jethro pun berinisiatif untuk membelikan Jacob tiga tiket sekaligus, jadi Jacob bisa bermain sampai tiga putaran.
Sambil menunggu Jacob bermain, Jethro pun mengeluarkan ponsel-nya dan merekam anaknya yang sedang bermain bum bum car. Padahal sekarang umur Jacob belum genap tujuh tahun tapi gaya-nya seperti anak umur sepuluh tahun yang tidak ingin di sebut anak kecil.
Jethro pun hanya membuka chat masuk dari Alex dan mengabaikan chat masuk dari yang lainnya.
[Alex] : Aku sudah mengantarkan Zizi ke apartemen mu. Aku tidak mau tahu pokoknya aku harus mendapat penjelasan dari mu!
Tanpa membalas pesan dari Alex, Jethro pun memasukkan ponsel-nya lagi ke dalam saku celana-nya.
Setelah hampir dua puluh menit, akhirnya Jacob pun selesai bermain bum bum car. Ayah dan anak itu pun keluar dari area bum bum car dan berjalan mencari wahana yang lain.
__ADS_1
"Kemana lagi kita Daddy?" tanya Jacob.
"Mmm.. bagaimana kalau kita masuk kesana." Jethro menunjuk istana boneka.
"Daddy, aku ini laki-laki! Kenapa Daddy mengajak ku ke istana boneka! Aku tidak mau! Masa dua pria masuk ke istana boneka! Seandainya saja kita membawa seorang wanita, bisa saja kita menggunakan alasan itu untuk masuk ke dalam sana." tolak Jacob.
Jethro tercengang mendengar jawaban anak-nya.
"Woah.. darimana kamu belajar menjawab seperti itu? Apa Grandpa mu yang mengajari mu?" tanya Jethro sambil mencubit gemas pipi anaknya.
"Bukan! Tapi aku belajar dari Daddy yang sering menggunakan alasan pekerjaan untuk tidak membawa ku jalan-jalan!" jawab Jacob dan jawaban Jacob sukses membuat Jethro mati kutu.
"Daddy bukan beralasan Sayang, tapi Daddy memang benar-benar sibuk. Kamu kan tahu sendiri kalau Grandpa mu sudah menyerahkan perusahaan pada Daddy." jawab Jethro.
"Orangtua yang lain juga bekerja tapi tidak ada yang sok sibuk seperti Daddy!" balas Jacob.
"Hish.. anak ini!" gerutu Jethro pelan sambil memutar bola mata-nya malas.
Saat sedang memutar bola matanya, tak sengaja Jethro melihat counter yang menjual ice cream dan junk food.
Seketika otak licik Jethro pun bekerja. Untuk membungkam mulut anak-nya agar tidak membahas masalah dirinya yang jarang bersama sang anak, Jethro pun berniat membelikan Jacob ice cream dan makanan junk food karena Jethro tahu kalau anak-nya itu sebenarnya sangat ingin makan ice cream dan makan makanan junk food.
__ADS_1
***
Bersambung...