Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin

Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin
Rejeki Nomplok


__ADS_3

Melihat mata gadis itu, hati Jethro pun tergerak untuk menyelamatkan gadis itu. Jethro pun mengalihkan pandangannya untuk melihat si wanita paruh baya.


"Berapa Anda jual keponakan Anda ini pada si tua bangka itu?" tanya Jethro.


Si wanita paruh baya itu melihat penampilan Jethro dari ujung kaki sampai ujung rambut, dari barang-barang yang di pakai Jethro, si wanita paruh baya itu yakin kalau Jethro adalah orang kaya, tapi si wanita paruh baya itu tidak tau saja kalau ternyata Jethro adalah CEO baru McLeon Group.


"Seratus ribu dollar!" jawab si wanita paruh baya asal-asalan.


Mata si gadis muda itu terbelalak kaget. Ia tidak menyangka kalau Bibi-nya menjual dirinya pada pria tua bangka yang sudah tiga kali menikah dengan harga yang sangat mahal, pantas saja Bibi-nya terus memaksa dirinya harus bertemu dengan si tua bangka itu.


Padahal yang sebenarnya pria tua bangka itu hanya memberikan uang seribu dollar saja pada suami si wanita paruh baya itu untuk makan malam dan baru akan memberikan uang tiga ribu lima ratus dollar pada Paman dan Bibi si gadis muda itu setelah si tua bangka itu menikah dengan si gadis muda.


Nominal yang sangat melambung dari nominal yang di berikan si tua bangka itu.

__ADS_1


Tanpa ba bi bu be bo, Jethro mengeluarkan ponsel dari saku tuxedo-nya.


"Berapa nomor rekening Anda?" tanya Jethro pada si wanita paruh baya itu.


"Anda mau apa Tuan?" tanya si gadis muda itu.


"Mau apalagi! Aku akan menebus mu!" jawab Jethro.


"Jangan Tuan! Uang itu terlalu banyak! Aku tidak bisa membayarnya nanti." jawab si gadis muda itu.


Setelah itu, Jethro pun beralih kembali bicara dengan si wanita paruh baya.


"Cepat, mana nomor rekening mu." desak Jethro.

__ADS_1


Si wanita paruh baya itu pun memberikan nomor rekeningnya pada Jethro.


TRIING.


Notifikasi m-banking di ponsel si wanita paruh baya.


Si wanita paruh baya itu pun cepat-cepat membuka notifikasi pesan itu. Tak lama matanya langsung membulat lebar dan berbinar-binar. Uang seratus lima puluh ribu dollar masuk ke rekeningnya. Padahal seratus ribu dollar saja si wanita paruh baya itu hanya menjawab asal-asalan untuk sekedar mengetest pria gagah di hadapannya, tapi ini si pria gagah itu malah melebihkan lima puluh ribu dollar.


"Sudah masuk kan? Aku melebihkan lima puluh dollar, tapi mulai sekarang Anda jangan mengganggu keponakan Anda ini. Keponakan Anda ini sudah menjadi milik ku sekarang!" ucap Jethro.


"Iya.. iya, aku tidak akan mengganggu Zizi sekarang, kamu bawa saja lah Zizi bersama mu!" jawab si wanita paruh baya tanpa mengalihkan pandangannya dari layar ponsel. Ia masih tidak menyangka ada uang seratus lima puluh ribu dollar di rekeningnya sekarang, ini pertama kalinya rekeningnya terisi uang sebanyak itu.


Jethro menghela nafasnya kasar sambil menggeleng-gelengkan kepala-nya mendengar jawaban si wanita paruh baya. Ia tak habis pikir ternyata di dunia ini ada lagi manusia yang rela menjual sanak saudaranya. Jethro pikir manusia paling keji adalah Rebecca yang tega meninggalkan anaknya demi laki-laki lain, tapi ternyata wanita paruh baya yang ada di hadapannya sama keji-nya dari Rebecca.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2