
Tak lama setelah Daddy Jerome keluar dari ruang kerja, Jethro pun ikut keluar dari ruang kerja sang Daddy, hanya saja Jethro tidak menyusul sang Daddy, melainkan keluar dari mansion dan berjalan menuju mobil-nya.
Begitu berada di dalam mobil, Jethro pun mengeluarkan ponsel-nya untuk menghubungi Alex. Bukan menanyakan tentang Zizi melainkan karena ingin memarahi Alex karena tidak memberitahunya tentang masalah di Negara J.
Tuuut.. Tuut.. Tuut..
Setelah nada sambung ke tiga, barulah Alex menjawab panggilan Jethro.
"Ada apa?" tanya Alex malas.
"Kau tahu masalah yang ada di Negara J?" tanya Jethro to the point.
"Mmm.. aku baru mendapat kabar-nya dua jam yang lalu." jawab Alex.
"Kenapa tidak memberitahuku!" balas Jethro dengan nada sedikit meninggi. Seandainya dia tahu lebih awal dari Daddy-nya sudah pasti dia akan langsung terbang ke Negara J, tapi ini malah Daddy-nya yang lebih dahulu tahu.
"Tadinya aku ingin memberitahu mu, tapi waktu aku ingin menghubungi mu, tiba-tiba Tuan Jerome menghubungi ku dan memintaku untuk tidak memberitahu mu. Makanya aku tidak memberitahu." jawab Alex.
"Sial!" gerutu Jethro.
"Kenapa sial? Bukankah itu bagus, Tuan Jerome sendiri yang akan mengatasi masalah ini sendiri dan kau tidak perlu pergi ke Negara J dan pusing-pusing melobi petinggi perusahaan kosmetik?" balas Alex.
"Lebih baik aku pusing memikirkan cara melobi ketimbang harus mengurus Jacob." lirih Jethro pelan namun masih bisa di dengan Alex di seberang telepon.
"Cih! Jacob itu kan anak mu, masa mengurus anak sendiri pusing!" sahut Alex.
"Sudah lah, besok kita bicarakan ini lagi." ucap Jethro dan hendak mengakhiri panggilan teleponnya.
"Mmmm.." Balas Alex.
__ADS_1
"Eh.. tunggu!" cegah Alex saat mengingat Zizi.
"Apa kau sudah menemui gadis itu?" tanya Alex.
"Astaga... Aku lupa!" pekik Jethro. Ia lupa kalau sekarang dirinya punya sugar baby.
"Bagaimana sih kau ini! Untuk apa kau menyelamatkannya dari perjodohan kalau ujung-ujungnya kau telantarkan! Untung aku memberikannya uang tadi, jadi dia bisa membeli makan malam-nya." ucap Jethro.
"Namanya juga lupa!" balas Jethro.
"Cepatlah temui dia! Oh.. iya, dia tidak punya ponsel, jadi sekalian kau belikan dia ponsel sebelum kau menemui-nya." ucap Alex.
"Mmmm.." jawab Jethro.
Panggilan pun berakhir.
Jethro pun meletakkan ponsel-nya di jok kosong sebelah-nya lalu memasang seatbelt kemudian menyalakan mesin mobil, Jethro pun melajukan mobil-nya keluar dari halaman mansion. Tujuannya pertama adalah ke toko ponsel untuk membelikan ponsel untuk Zizi setelah itu barulah Jethro pergi ke restoran untuk membelikan makan malam untuk Zizi.
***
Kini Jethro sudah sampai di gedung apartemen Boulevard Residence.
Dengan menenteng dua papper bag, satu di tangan kanan yang berisi makanan untuk Zizi dan satu ditangan kirinya yang berisi ponsel, Jethro pun berjalan menuju lift yang akan membawa-nya menuju penthouse miliknya.
Dan sampailah Jethro di depan pintu penthouse-nya lalu membuka pintu dengan kunci yang ia pegang.
Mendengar suara pintu terbuka, Zizi yang sedang berada di dapur dan sedang memasak makan malam-nya pun meninggalkan sejenak masakannya dan berjalan menuju pintu untuk melihat siapa yang datang.
Sedangkan Jethro, yang mencium aroma makanan yang sangat enak, mengernyitkan keningnya, apa gadis itu yang memasak? Gumam Jethro dalam hati.
__ADS_1
"Akhirnya Anda datang, Tuan." ucap Zizi saat melihat Jethro yang sudah sampai di ruang tamu.
"Apa kamu sedang memasak?" tanya Jethro.
"Iya Tuan, maaf kalau saya sudah lancang menggunakan dapur di apartemen ini, Tuan." ucap Zizi tidak enak hati apalagi melihat wajah Jethro yang terlihat dingin.
"Untuk apa minta maaf, dapur kan memang fungsinya untuk memasak." jawab Jethro sambil berjalan mendekati Zizi yang sedang menunduk.
"Ini buat mu. Maaf aku baru datang, aku sibuk." ucap Jethro sambil menyodorkan dua papper bag yang ada di tangannya ke hadapan Zizi.
"Ini apa Tuan?" tanya Zizi sambil menerima papper bag itu.
"Lihat saja sendiri." jawab Jethro lalu berlalu dari hadapan Zizi dan berjalan menuju ruang makan.
Zizi pun cepat-cepat mengekori Jethro dari belakang tanpa melihat papper bag yang di berikan Jethro.
"Apa kamu sudah selesai masak?" tanya Jethro.
"Ah.. sebentar lagi Tuan." jawab Zizi.
"Kalau begitu lanjutkan saja dulu masakan mu, aku tunggu disini." ucap Jethro kemudian duduk di kursi makan.
"Baik Tuan." jawab Zizi, ia pun meletakkan papper bag yang di berikan Jethro di atas meja makan kemudian hendak berjalan menuju dapur.
"Hey bawa sekalian ini! Tadi aku singgah membelikan makanan untuk mu karena aku pikir kamu belum makan." ucap Jethro sambil menunjuk papper bag yang berisi makanan untuk Zizi.
Zizi pun kembali ke meja makan dan membawa papper bag yang Jethro tunjuk ke dapur.
Sesampainya di dapur, Zizi melanjutkan memasaknya sedangkan Jethro, matanya tak lepas memperhatikan Zizi yang sedang memasak dari ruang makan.
__ADS_1
***
Bersambung...