
"Ayo teruskan menyuapi-nya." perintah Jethro karena Zizi sempat berhenti menyuapi Jethro buah.
Zizi pun kembali menyuapi Jethro. Selagi Zizi menyuapi Jethro mata Jethro lagi-lagi tak berhenti menatap mata Zizi.
"Tuan, jangan melihat ku seperti itu. Aku malu, Tuan." ucap Zizi sambil mengalihkan pandangannya.
Jethro pun menarik dagu Zizi agar Zizi kembali melihat padanya.
"Jangan pernah mengalihkan pandangan mu jika aku sedang melihatmu, kamu paham!" ucap Jethro.
Zizi pun menganggukkan kepala-nya.
"Tatap mataku!" perintah Jethro karena Zizi melihat kearah bawah.
Dengan ragu Zizi pun menatap mata Jethro. Kini mata mereka saling menatap dan itu membuat jantung Zizi berdetak tak beraturan.
"Ayo lanjutkan suapi aku." ucap Jethro lagi.
Dengan tangan yang gemetaran karena gugup, Zizi pun kembali menyuapi Jethro. Sambil mengunyah buah yang Zizi suapi, mata Jethro benar-benar tidak lepas menatap mata Zizi.
"Aku sudah mengurus administrasi untuk kuliah mu. Jadi dua bulan lagi kamu bisa langsung masuk kuliah." ucap Jethro.
"Terimakasih Tuan." jawab Zizi malu-malu. Sebenarnya iya ingin melompat kegirangan sekarang tapi karena tatapan Jethro membuat Zizi tidak bisa berkutik.
"Apa kamu bisa menyetir mobil?" tanya Jethro.
Zizi menggelengkan kepala.
Jangankan menyetir mobil, mengendari sepeda saja aku tidak bisa. Gumam Zizi dalam hati.
"Kalau begitu, besok aku akan mencarikan guru les mengendari mobil untuk mu." Ucap Jethro.
Mata Zizi membulat lebar.
__ADS_1
"Yang benar, Tuan? Tapi saya kan harus menjaga Jacob?" tanya Zizi.
"Latihan menyetir hanya seminggu dua kali, Sabtu dan Minggu. Jadi kamu bisa latihan sedangkan urusan Jacob, nanti aku yang akan mengurusnya." jawab Jethro.
"Terserah Tuan saja kalau begitu." balas Zizi.
"Apa kamu tidak bisa mengubah panggilan mu padaku, hah? Alex kamu panggil Kakak sedangkan aku, kamu panggil Tuan. Aku ingin kamu mengubah panggilan mu padaku!" protes Jethro.
"Lalu saya harus memanggil apa?" tanya Zizi.
"Mmm.. panggil kalau kamu memanggil aku hubby?" saran Jethro.
"Hah.. yang benar saja Tuan?! Bagaimana kalau Jacob dan Kak Alex mendengar bukannya akan memancing kecurigaan? Kan Tuan sendiri yang meminta agar hubungan kita dirahasiakan." jawab Zizi.
"Kalau di depan Jacob, kamu tetap memanggil ku Tuan, tapi kalau di depan Alex, kamu wajib memanggil ku Hubby." jawab Jethro.
"Tapi Tuan-"
"Ssst.." cepat-cepat Jethro meletakkan jari telunjuknya di bibir Zizi.
"Cepat panggil aku Hubby. Aku ingin dengar." Suruh Jethro.
Zizi menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghelanya perlahan.
"Hubby.." ucap Zizi dengan suara yang pelan.
Jethro tersenyum tipis.
"Aku tidak dengar." ucap Jethro. Padahal ia mendengar, tapi sengaja ia ingin mendengar Zizi memanggil-nya Hubby lagi.
"Hubby.." kata Zizi lagi, kali ini suaranya sedikit lebih kencang.
"Kurang keras! Apa kamu belum makan, hah?! Makanya suaramu kecil sekali?!" protes Jethro lagi.
__ADS_1
Zizi mulai sedikit kesal.
"Hubby.. Hubby.. Hubby.." Kata Zizi dengan menambah lagi volume suaranya.
"Iya Hubby.." balas Jethro sambil menangkup pipi Zizi.
Blush.. wajah Zizi langsung memerah seperti kepiting rebus. Jantungnya makin berdetak tak karuan.
Mata mereka pun saling menatap.
Entah mendapat dorongan darimana, perlahan tapi pasti Jethro memajukan wajah-nya ke wajah Zizi. Dan aneh-nya saat wajah Jethro makin mendekati wajah-nya, Zizi malah memejamkan matanya, seolah pasrah kalau Jethro ingin mencium bibirnya.
Melihat Zizi memejamkan matanya, seketika Jethro tersadar.
Astaga! Apa yang mau aku lakukan! Pekik Jethro dalam hati lalu cepat-cepat menjauhkan wajah-nya dari wajah Zizi.
"Kenapa kamu menutup mata? Apa kamu sudah tidak sabar ingin berciuman denganku?" tanya Jethro.
Mendengar pertanyaan Jethro, spontan Zizi pun membuka matanya. Begitu ia membuka mata, Zizi melihat Jethro yang sudah tersenyum tipis seperti sedang mengejeknya.
Karena sudah merasa malu, Zizi pun cepat-cepat beranjak dari atas pangkuan Jethro.
"Anda sudah tidak ingin makan buah lagi kan, jadi saya bawa ini kedapur." ucap Zizi.
Zizi pun cepat-cepat membawa piring buah yang ada diatas meja lalu cepat-cepat pergi kedapur.
Setelah Zizi pergi, Jethro yang sebenarnya menyesal sudah melakukan itu pada Zizi pun langsung mengusap wajah-nya kasar.
"Hampir saja! Sadar Jethro.. sadar dia itu Zizi bukan Milea!" lirih Jethro.
Setiap Jethro menatap mata Zizi, Jethro seperti sedang terhipnotis kalau yang ada di hadapannya adalah Milea, tapi tadi begitu Zizi menutup matanya, spontan Jethro tersadar kalau yang di depannya bukan Milea.
***
__ADS_1
Bersambung...