Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin

Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin
Pengawasan Ketat


__ADS_3

Hari yang sangat dinantikan Zizi pun tiba, hari dimana ia melanjutkan pendidikannya di bangku kuliah.


Zizi tidak menyangka kalau ia bisa kuliah di salah satu universitas terbaik dan pastinya termahal di negara-nya.


Karena les mengemudi Zizi belum selesai dan masih memerlukan waktu satu bulan lagi, maka di hari pertama Zizi kuliah sampai nanti Zizi dinyatakan lulus berkendara dan sudah mendapatkan SIM, Jethro mengirimkan supir untuk mengantar jemput Zizi ke kampus.


Jethro juga membuat peraturan pada Zizi untuk langsung pulang ke apartemen setelah selesai kuliah.


Kini Zizi sedang dalam perjalanan menuju kampus-nya.


[Jethro] : Ingat, pulang kuliah langsung pulang, jangan pergi kemana-mana! Dan satu lagi, jaga jarak dengan pria lain!


Zizi menghela nafasnya kasar membaca pesan dari Jethro.


Sejak mengantar Jacob pulang ke McLeon Mansion, Jethro tidak pernah lagi datang ke apartemen yang ditinggali Zizi, ia hanya berkomunikasi dengan Jethro lewat video call atau sekedar berbalas pesan. Dan itu membuat Zizi merasa kalau Jethro sedang menjaga jarak padanya.


Walaupun Jethro selalu bilang kalau dirinya sedang sangat sibuk tapi Zizi sama sekali tidak percaya kalau dalam kurun waktu sebulan itu tidak ada satu atau dua hari Jethro yang lenggang.


Jethro tidak sadar, karena perbuatannya yang mencium bibir Zizi dan beberapa kali tidur sambil memeluk Zizi, itu sama saja Jethro sedang menanam benih cinta dalam hati Zizi. Namun, setelah benih cinta itu tumbuh dalam hati Zizi, Jethro malah menjaga jarak dengan Zizi.

__ADS_1


Menyebalkan! Bahkan dihari pertama ku kuliah saja, dia tidak mau mengantarku! Dan melah mengirimkan ku pesan peringatan bukan pesan untuk menyemangati!


Gerutu Zizi dalam hati.


Lima belas menit kemudian.


Kini mobil Alphard putih yang membawa Zizi sudah memasuki area kampus. Jantung Zizi berdegup kencang melihat halaman kampus yang begitu luas dan gedung kampus yang sangat megah ditambah lagi kendaraan roda empat dan roda dua yang terparkir di parkiran yang Zizi tahu harga-nya bukan kaleng-kaleng.


Ini benar-benar kampus elit.


"Kita sudah sampai, Nona." ucap Dahlia, supir pribadi sementara Zizi.


Dan suara Dahlia berhasil menyadarkan Zizi dari lamunannya.


"Ah.. iya. Terimakasih sudah mengantar saya." ucap Zizi.


"Sama-sama Nona." balas Dahlia.


Zizi pun keluar dari dalam mobil dan berjalan memasuki gedung kampus, begitupun dengan Dahlia, setelah Zizi masuk kedalam gedung, Dahlia pun menyusul Zizi masuk kedalam gedung untuk mengawasi Zizi.

__ADS_1


Dahlia ini adalah sebenarnya adalah salah satu anggota bodyguard di McLeon Group. Makanya, selain ditugaskan sebagai supir pribadi sementara untuk Zizi, Dahlia juga ditugaskan Jethro untuk mengawasi Zizi selama ada di kampus. Jethro takut karena kepolosan Zizi, Zizi jadi mahasiswi terbully di kampus itu.


Setelah memastikan Zizi masuk kedalam kelas dengan aman, Dahlia pun memberi laporan pada Jethro.


***


McLeon Group.


Ruang kerja Jethro.


"Awasi terus, jangan sampai kamu lengah. Ke toilet pun juga harus kamu awasi, karena banyak kasus pembullyan terjadi di toilet, kamu paham kan! Dan ingat, jangan biarkan ada laki-laki lain yang mendekati Zizi!" ucap Jethro pada Dahlia.


"Iya Tuan, saya mengerti." balas Dahlia.


Panggilan pun berakhir.


"Sebenarnya apa yang kamu takutkan, hah? Zizi di bully atau Zizi dilirik laki-laki lain?" sindir Alex yang sejak tadi menguping pembicaraan Jethro dan Dahlia ditelepon.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2