
Hari-hari berlalu, setelah selesai tour keliling kota, tanpa memberitahu Zizi ataupun Dahlia, Jethro langsung pergi kampus Zizi. Niat hati ingin menjemput Zizi dan mengajak Zizi makan di restoran mewah. Ia ingin meminta maaf pada Zizi karena tiga hari belakangan ini Jethro sadar kalau ia sudah sedikit keras pada Zizi, baik di hari terakhir mereka bertemu di apartemen dan di telepon saat Jethro sedang berada di luar kota. Mungkin karena efek kelelahan otak Jethro jadi terus membayangkan Zizi dengan laki-laki lain dan itu membuat Jethro sedikit keras pada Zizi.
Dan disinilah Jethro sekarang di kampus Zizi. Dengan menggunakan pakaian serba hitam, serta masker dan kacamata hitam, Jethro pun berjalan memasuki gedung kampus. Gaya berjalannya yang cool ditambah bentuk tubuh Jethro yang tinggi dan kekar, membuat Jethro menjadi pusat perhatian para mahasiswi yang ada di koridor kampus.
Jethro tidak memperdulikan tatapan lapar para mahasiswi yang menatapnya, ia menulikan telinga-nya dari kata-kata para mahasiswi yang memuja dan mendambakannya. Jethro hanya fokus mencari keberadaan Dahlia.
Namun, belum juga Jethro menemukan keberadaan Dahlia, Jethro sudah lebih dulu menemukan keberadaan Zizi dimana ia melihat Zizi yang sedang melintas menuju perpustakaan. Jethro pun mengikuti Zizi dari belakang secara diam-diam.
Saat Zizi baru sampai di depan pintu perpustakaan, Jethro yang ada beberapa meter di belakang Zizi pun langsung menghentikan langkahnya karena ia melihat seorang pria yang datang berlarian ke arah Zizi.
Dengan mata kepala Jethro sendiri, Jethro melihat pria itu memberikan satu kotak dengan pita merah muda diatasnya. Melihat pria itu memberikan kotak itu pada Zizi saja, hati Jethro sudah memanas ditambah lagi saat Zizi dan pria itu berbicara sambil saling melempar senyuman, makin berang saja hati Jethro dibuatnya.
Tanpa menghampiri dan meminta penjelasan dari Zizi, Jethro yang sedang tersulut api cemburu langsung pergi dari tempat itu. Ia berjalan dengan langkah panjang dan rahang yang mengeras keluar dari gedung kampus menuju parkiran. Saat di pertengahan jalan, ia pun berpapasan dengan Dahlia.
__ADS_1
"Tuan Jethro." pekik Dahlia saat berpapasan dengan Jethro. Walau Jethro memakai masker dan kacama hitam, tapi Dahlia tahu kalau itu adalah bos-nya.
"Mulai sekarang, kau berhenti menjadi supir dan penjaga Zizi! Kembali ke markas sekarang!" ucap Jethro tegas lalu meneruskan langkahnya.
Mendengar itu, Dahlia pun kaget bukan main. Ia tidak mengerti kenapa Jethro tiba-tiba memberhentikannya.
"Apa jangan-jangan Nona Zizi..." lirih Dahlia. Ia tidak melanjutkan kata-kata'nya dan langsung berlari mencari keberadaan Zizi yang ia ketahui ada di perpustakaan. Sewaktu Zizi pergi ke perpustakaan, saat itu Dahlia sedang berada di toilet karena harus mengganti pembalut-nya yang sudah penuh. Setelah keluar dari toilet dan mendapati mata kuliah Zizi sudah berakhir, Dahlia pun menghubungi Zizi untuk menanyakan keberadaan Zizi. Zizi pun memberitahu dimana keberadaannya.
Dahlia berlari menuju perpustakaan. Dari jauh, Dahlia pun melihat Zizi yang sedang berbicara dengan seorang mahasiswa. Melihat itu, tubuh Dahlia langsung lemas seketika. Ia pun tahu alasan Jethro memberhentikan dirinya. Apalagi kalau bukan karena Jethro cemburu melihat Zizi bersama dengan laki-laki lain.
Merasa ada yang berjalan mendekati mereka, Zizi dan pria itu pun menoleh kearah Dahlia. Zizi tersenyum melihat Dahlia, tapi tidak dengan pria yang bersama Zizi, ia nampak ketakutan melihat sorot mata Dahlia yang begitu tajam seolah ingin menguliti-nya hidup-hidup.
"Zizi, aku pergi dulu." pamit pria itu lalu cepat-cepat pergi meninggalkan Zizi dan Dahlia.
__ADS_1
Setelah pria itu pergi, sorot mata Dahlia pun beralih melihat Zizi dan kotak berpita merah muda yang Zizi pegang.
"Apa pria itu yang memberikannya pada Anda, Nona?" tanya Dahlia dengan tatapan yang sangat menakutkan.
"Mmm..." jawab Zizi.
"Kenapa Anda menerima-nya! Kan sudah saya bilang, Anda jangan menerima barang apapun dari laki-laki lain dan jangan berbicara apalagi tersenyum dengan laki-laki lain! Anda tahu, karena Anda berbicara dan tersenyum serta menerima hadiah dari pria itu, sekarang saya harus kembali ke markas! Saya diberhentikan Tuan Jethro menjadi supir dan penjaga Anda, Nona!" geram Dahlia.
"Tapi Roy memberikan ini bukan untuk ku, dia hanya menitipkan ini padaku dan meminta ku untuk memberikannya pada Selena." jawab Zizi.
Selena adalah satu-satunya teman Zizi di kampus itu. Selena adalah mahasiswi kutu buku yang selalu menghabiskan waktu istirahat di perpustakaan dan saat ini Selena sedang berada di dalam perpustakaan. Roy yang mengetahui Selena ada di perpustakaan pun hendak memberikan hadiah yang di pegang Zizi itu langsung, tapi karena malu dan takut Selena menolak hadiah-nya seperti sebelum-sebelumnya, makanya Roy menitipkan hadiah itu pada Zizi yang juga mau ke perpustakaan.
"Hah????" Dahlia hanya bisa menganga mendengar jawab Zizi.
__ADS_1
***
Bersambung...