Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin

Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin
Zizi Pergi


__ADS_3

Boulevard Residence.


Dua jam kemudian.


Zizi baru sampai diapartemen.


Begitu masuk ke ruang tengah, ia melihat Jethro sudah ada di ruang tengah dengan wajah yang sangar dan tatapan yang membunuh padanya.


"Kenapa baru pulang jam segini?" tanya Jethro. Padahal sekarang masih jam dua siang dan memang jam segini biasanya Zizi sampai diapartemen.


"Memang saya biasa pulang jam segini, Tuan." jawab Zizi ketus.


"Cih..." decih Jethro. "Mana hadiah yang diberikan laki-laki itu?" tanya Jethro.


Zizi menghela nafasnya kasar.


"Hubby-"


Tiba-tiba saja Jethro mengangkat tangannya seolah memberi kode pada Zizi untuk diam.


"Jangan memanggil ku dengan panggilan itu kalau kau juga memanggil laki-laki lain dengan panggilan itu!" ucap Jethro.

__ADS_1


Zizi mendengus sambil tersenyum kecut.


"Anda salah paham Tuan Jethro. Saya dan Roy-"


"Stop! Berani-beraninya kamu menyebut nama laki-laki lain didepan ku!" bentak Jethro.


"Anda ini kenapa sih tiba-tiba marah-marah seperti ini pada saya!" tanya Zizi dengan suara tak kalah meninggi, ia juga sudah kesal dengan Jethro.


"Apa kamu lupa dengan peraturan yang aku buat dulu, hah! Selama kamu menjadi sugar baby-ku, jangan pernah kamu menjalin hubungan dengan laki-laki lain! Jangan pernah berinteraksi dengan laki-laki lain, tapi kenapa kamu malah melakukan itu, hah!"


"Anda salah paham, Tuan, izinkan saya menjelaskannya dulu." balas Zizi.


"Menjelaskan apa?! Dengan mata kepala ku sendiri aku melihat laki-laki itu memberi mu hadiah dan kamu berbicara dengan dia dengan mata dan bibir yang tersenyum! Lalu kamu mau menjelaskan apa!" teriak Jethro.


"Mulai sekarang, kamu tidak boleh keluar dari apartemen ini! Aku akan bicara pada pihak kampus agar kamu belajar secara online saja!" kata Jethro lagi.


Mata Zizi membulat. Jelas saja ia tidak terima dengan peraturan yang Jethro buat ini. Ini sama saja Jethro mengurungnya dalam sangkar emas. Untuk apa hidup penuh dengan kemewahan, tinggal di apartemen mahal, dikirimi uang tiap bulan dengan jumlah yang fantastis, di berikan mobil dan barang-barang branded tapi tidak bisa bersosialisasi. Uang dan barang branded yang diberikan juga rasanya tidak ada guna-nya.


"Kalau begitu saya berhenti menjadi sugar baby Anda! Oh... atau lebih tepatnya tawanan Anda, Tuan!" ucap Zizi tegas.


Jethro langsung diam seribu bahasa.

__ADS_1


"Anda tidak perlu khawatir dengan uang Anda yang sudah Anda pakai untuk menebus saya dari Bibi saya. Saya akan menggantinya. Tenang saja, saya tidak akan mencicil-nya tapi tolong beri waktu pada saya selama tiga bulan untuk melunasi hutang saya itu." kata Zizi lagi.


Zizi pun berjalan mendekati Jethro.


"Barang-barang ini semua bukan saya yang minta tapi Anda yang memberikannya, jadi saya tidak perlu mengganti uang yang Anda pakai untuk membeli barang-barang ini. Tapi saya akan mengembalikannya pada Anda." ucap Zizi sambil memberikan ponsel, tas, dompet yang berisi uang dan kartu debit yang pernah Jethro berikan padanya.


Jethro hanya diam sambil melihat Zizi meletakkan semua barang-barang yang pernah Jethro belikan untuk Zizi.


Kemudian, Zizi pun masuk ke kamar. Sesampainya di dalam kamar Zizi mengganti pakaiannya dengan pakaian yang ia pakai pertama kali bertemu dengan Jethro.


Setelah mengganti pakaiannya, Zizi pun keluar dari kamar dalam kamar dan kembali menghampiri Jethro di ruang tengah.


"Saya datang kesini hanya dengan memakai pakaian ini dan keluar pun dari sini memakai pakaian ini. Saya tidak membawa barang apapun yang Anda berikan, Anda bisa mengeceknya!" ucap Zizi.


"Saya pergi." pamit Zizi lalu berjalan menuju pintu.


Sambil berjalan menuju pintu, dalam hati Zizi berharap agar Jethro mengejarnya dan meminta maaf padanya, tapi sampai Zizi keluar dari apartemen Jethro sama sekali tidak mengejarnya dan itu membuat hati Zizi sangat hancur.


Sekarang Zizi sadar kalau apa yang Jethro lakukan selama ini padanya termasuk ciuman itu bukan karena Jethro menyukainya tapi karena Jethro hanya menganggap Zizi sekedar mainan Jethro saja yang masih baru, makanya Jethro begitu terlihat menyayangi Zizi.


"Bodoh! Sudah tahu Tuan Jethro hanya menjadikan mu bahan mainannya, kenapa kamu malah bermain dengan hati Zizi!!! Bodoh... Bodoh... Bodoh...!!!!!" Zizi mengumpat dirinya sendiri.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2