
Setelah minum obat, Zizi pun memaksa Jethro untuk tidur.
"Sekarang tidur lah!" ucap Zizi sembari menyelimuti tubuh Jethro.
Setelah menyelimuti tubuh Jethro, Zizi pun memutar tubuhnya dan hendak meninggalkan Jethro. Namun, baru juga Zizi membalikkan tubuh-nya tiba-tiba Jethro menarik tangan Zizi.
"Ada apalagi?" tanya Zizi dengan nada yang ketus.
"Kenapa ketus sekali? Apa aku ada buat salah padamu, hah?" tanya Jethro.
"Tidak. Anda tidak membuat kesalahan apapun pada saya." jawab Zizi.
"Benarkah? Lalu kenapa sejak tadi aku tidak mendengar mu memanggil aku dengan panggilan Hubby? Bukannya aku sudah bilang kalau kamu harus memanggil ku Hubby!"
"Lidah saya masih belum terbiasa memanggil Anda dengan panggilan itu, jadi harap di maklumi!" entah dapat keberanian darimana Zizi sampai bisa mengatakan itu.
"Anda istirahatlah! Saya juga mau istirahat." ucap Zizi sembari berusaha melepaskan tangan Jethro yang masih menggenggam tangannya.
"Tuan, lepaskan tangan Anda." ucap Zizi.
Bukannya melepaskan tangan Zizi, Jethro malah menarik tangan Zizi hingga Zizi jatuh diatas dada-nya.
Jantung Zizi langsung berdetak tidak karuan begitu berada diatas dada Jethro.
"Tidurlah dengan ku!" pinta Jethro.
"Yang benar saja Anda, Tuan! Saya tidak mau!" tolak Zizi sambil berusaha beranjak dari atas dada Jethro, namun dengan cepat Jethro menahan tubuh Zizi dan malah menarik seluruh tubuh Zizi untuk naik keatas ranjang.
"Tuan, lepaskan! Kita tidak bisa tidur seranjang!" protes Zizi.
"Apa kamu lupa dengan tugasmu sebagai sugar baby ku, hah? Aku hanya ingin kamu menemani ku tidur, bukan yang lainnya, jadi buanglah pikiran kotor mu itu!" balas Jethro.
__ADS_1
"Tapi Tuan-"
"Ssst.. tidak ada penolakan!" potong Jethro dan Zizi pun terdiam.
Setelah mengatakan itu Jethro pun menarik selimutnya dan menyelimuti tubuh Zizi, kemudian mematikan lampu kamar dengan remote dan hanya membiarkan lampu tidur di nakas sebelah Zizi yang menyala.
Setelah itu, Jethro pun menarik tangan Zizi dan membawa Zizi dalam pelukannya. Tidak usah ditanya bagaimana perasaan Zizi sekarang, yang pasti ingin bernafas pun Zizi sangat gugup.
"Tidur lah! Dan jangan berpikiran untuk beranjak dari ranjang ini setelah aku tidur." ucap Jethro. Cup. Lalu mengecup puncak kepala Zizi.
Tak sampai dua puluh menit, Zizi pun mendengar suara dengkuran halus Jethro tanda kalau Jethro sudah tertidur.
Mengetahui Jethro sudah tidur, akhirnya Zizi pun bisa bernafas lega. Ia pun berusaha melepaskan tangan Jethro yang sedang memeluknya, tapi sayangnya baru saja Zizi menyentuh tangan Jethro, Jethro malah mengencangkan pelukannya. Sepertinya hanya raga Jethro yang tertidur tidak dengan otak Jethro yang masih ronda untuk menjaga Zizi agar tidak kabur.
Mau tidak mau Zizi pun pasrah malam ini harus tidur di ranjang yang sama dengan Jethro dan dalam posisi di pelukan Jethro.
***
Tiga hari sudah Jacob bersama Becca.
Seperti yang Becca janjikan pada Jethro akan mengembalikan Jacob setelah tiga hari, maka hari ini Becca mengajak Jethro bertemu di sebuah taman bermain karena hari ini Becca mengajak Jacob pergi ketaman bermain.
Pukul 14.00
Kini Jethro dan Zizi sudah berada di taman bermain. Sengaja Jethro mengajak Zizi menemaninya agar Becca tidak punya ruang untuk mendekatinya lagi.
Sesampainya di taman bermain, Jethro pun langsung menghubungi Becca.
"Aku sudah ada di parkiran! Bawa Jacob kesini!" perintah Jethro.
"Dia sedang makan, kamu saja yang kesini." jawab Becca.
__ADS_1
"Kalau begitu aku tunggu disini." balas Jethro yang enggan bertemu dengan mantan istrinya itu.
"Ayolah Je, tidak ada salah-nya kan sesekali kita makan bersama, demi Jacob. Aku yakin Jacob senang kalau Mommy dan Daddy-nya bisa makan bersama. Apa kamu tidak ingin melihat Jacob senang?" rayu Becca.
Jethro menoleh kearah Zizi yang juga sedang mendengar percakapannya dengan Becca karena saat ini Jethro mengaktifkan loudpseaker ponsel-nya.
Zizi menganggukkan kepala-nya tanda ia ingin kalau Jethro menerima ajakan Becca. Melihat Zizi mengangguk, Jethro pun menghela nafasnya kasar.
"Baiklah, aku kesana! Sekarang dimana posisi mu?"
"Aku ada di kedai makan ayam goreng di dekat wahana istana boneka." jawab Becca.
"Baiklah, aku segera kesana." balas Jethro lalu menutup teleponnya.
"Dengar, kalau terjadi apa-apa padaku, kamu harus tanggung jawab!" ucap Jethro pada Zizi.
"Memangnya apa yang akan terjadi pada Anda, Tuan? Kan Nyonya Rebecca hanya meminta Anda menjemput Jacob disana." balas Zizi.
"Kalau dia nanti menyuguhkan minuman atau makanan untuk kita, kamu harus memakan dan meminum punya ku terlebih dahulu. Aku tahu otak liciknya." balas Jethro.
Jethro takut Becca melakukan cara licik untuk kembali padanya dengan memasukkan obat perangsang atau apapun itu kedalam makanan dan minumannya. Makanya Jethro menghindari pertemuan dengan Becca.
"Memangnya ada apa? Kenapa saya harus mencicipi makanan Anda terlebih dahulu?" tanya Zizi dengan polosnya.
"Untuk memastikan kalau makanan atau minuman untukku tidak Becca masukkan racun. Paham kamu!" jawab Jethro.
"Oh.. baik Tuan, saya paham." balas Zizi.
Mereka pun keluar dari dalam mobil lalu berjalan menuju kedai makanan tempat Becca dan Jacob berada.
***
__ADS_1
Bersambung...