Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin

Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin
Menjemput Jacob


__ADS_3

McLeon Mansion.


Pukul 18.00


Tuan dan Nyonya McLeon sudah berangkat ke Negara J. Setelah mengantar orangtuanya ke bandara, Jethro pun kembali ke mansion orangtuanya untuk menjemput Jacob.


"Apa semua sudah siap?" tanya Jethro pada Bibi El, pengasuh Jacob.


"Sudah Tuan Muda, koper ini berisi pakaian sekolah Jacob, tas yang ini peralatan sekolahnya, koper yang ini pakaian rumah-nya, koper yang ini pakaian jalan-jalannya, koper yang ini mainannya, tas yang ini susu dan snack-nya." jawab Bibi El sambil menunjuk tas dan koper yang sudah ia siapkan.


Jethro hanya terdiam ditempatnya saat Bibi El menunjukkan koper-koper dan tas itu dan memberitahu isi di dalam-nya.


"Kenapa banyak sekali? Apa tidak bisa semua pakaian di jadikan satu? Kalau sebanyak ini seperti orang mau pindahan saja!" protes Jethro.


"Maaf Tuan, tapi barang-barang yang di bawa ini semua adalah pilihan Jacob, saya hanya menyusunnya saja ke dalam koper dan tas.


Jethro pun berjalan mendekati koper dan tas itu lalu melihat isi di dalam-nya.


"Astaga anak ini! Apa dia pikir dia akan pindah ke benua lain, sampai-sampai membawa barang sebanyak ini!" gerutu Jethro.


"Jacob.. Jacob.." panggil Jethro pada Jacob yang sedang berada di ruang bermain.


Tak lama Jacob pun datang ke ruang tidur sambil menyeret satu koper lagi yang berisi mainannya.


"Ada apa Dad?" tanya Jacob.


"Apa itu?" tanya Jethro saat melihat koper yang di seret Jacob.


"Mainan ku. Aku harus membawa semua mainan ku ini, Dad kalau tidak mereka akan sedih karena aku tinggal dalam waktu yang lama." jawab Jacob.


"Tidak perlu! Tinggalkan semua mainan mu itu disini! Atau kalau mau bawa mainan, bawa saja beberapa, jangan semua!" tegas Jethro.


"Tapi Dad-"


"Jacob, kamu hanya pergi sementara dari mansion ini, bukan pergi selamanya jadi kamu tidak perlu membawa semua mainan mu itu. Ayo tinggalkan semua itu disini, nanti Daddy belikan mainan yang baru yang akan kamu pakai main disana." potong Jethro.

__ADS_1


"Baiklah Dad." jawab Jacob pasrah.


"Maafkan aku Dino-Dino ku, aku terpaksa harus meninggalkan kalian, jangan bersedih yah, aku pergi tidak akan lama. Aku pasti akan sangat merindukan kalian Dino-Dino ku tersayang." ucap Jacob pada mainan dinosaurus-dinosaurusnya.


"Dan satu lagi, keluarkan sebagian pakaian rumah dan pakaian jalan-jalan mu lalu masukkan dalam satu koper! Kalau kamu kekurangan baju, maid disini yang nanti akan mengantarkan pakaian mu ke apartemen Daddy." perintah Jethro lagi.


"Baik Dad." jawab Jacob.


Jacob pun berjalan mendekati koper-nya dan memilah-milih pakaian yang akan ia bawa.


"Daddy tunggu di ruang tengah." Ucap Jethro lalu keluar dari dalam kamar anaknya.


Tak sampai lima belas menit Jacob dan Bibi El pun menghampiri Jethro yang ada diruang tengah dan sedang memainkan ponsel-nya.


Dari banyaknya tas dan koper yang tadi di tunjuk Bibi El, sekarang tinggal dua koper dan satu tas jinjing saja.


"Sudah siap?" tanya Jethro.


"Sudah Dad." jawab Jacob.


"Baik Tuan dan terimakasih." balas Bibi El.


"Kalau suatu hari nanti Tuan membutuhkan saya untuk menjaga Jacob, saya siap Tuan." kata Bibi El lagi.


"Iya, nanti saya akan menghubungi Bibi kalau saya membutuhkan Bibi." balas Jethro.


"Ya sudah, kami pergi dulu." pamit Jethro.


"Boy, ayo pamit pada Bibi El." perintah Jethro.


"Bibi, aku pergi dulu. Jangan merindukanku yah, rindu itu berat, cukup Daddy saja!" pamit Jacob.


"Haish anak ini!" decih Jethro pelan.


"Iya anak pintar. Jadi anak baik yah dan menurut apa yang Daddy mu bilang." balas Bibi El.

__ADS_1


"Ayo boy, kita pergi." Jethro pun menggandeng tangan putra-nya dan berjalan keluar dari ruang tengah.


Sedangkan barang-barang Jacob sudah lebih dulu diantar ke mobil.


"Tuan tunggu sebentar." panggil Bibi El.


Jethro pun menghentikan langkah kaki-nya dan memutar tubuh-nya untuk menghadap Bibi El.


"Iya Bibi, ada apa?" tanya Jethro.


"Hampir saya lupa memberikan ini." Bibi El pun memberikan selembar kertas pada Jethro.


"Ini apa?" tanya Jethro seraya mengambil selembar kertas itu.


"Itu rutinitas Jacob dan makanan yang tidak boleh di makan oleh Jacob." jawab Bibi El.


Jethro membuka selembar kertas itu dan matanya hampir juling melihat tulisan-tulisan itu.


Kenapa banyak sekali rutinitas dan makanan yang tidak boleh di makan anak ini. Gumam Jethro dalam hati.


Tidak perlu ditanya siapa yang mengatur rutinitas dan makanan untuk Jacob ini, siapa lagi kalau bukan ulah Daddy Jerome.


"Pasti Grandpa-nya kan yang sudah mengatur ini semua?" tanya Jethro.


Bibi El hanya tersenyum tipis menjawab pertanyaan Jethro.


"Huuft Daddy.. Daddy.." lirih Jethro sambil menghela nafas kasar.


"Baiklah kalau begitu." ucap Jethro sambil memasukkan selembar kertas itu ke dalam saku celana-nya.


Setelah itu Jethro dan Jacob pun melanjutkan langkah mereka keluar dari dalam mansion menuju mobil Jethro.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2