Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin

Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin
Otak Jacob Keracunan


__ADS_3

Keesokan paginya.


Pukul 07.00


Pagi ini Jethro sudah berada di Boulevard Residence untuk menjemput Jacob sekolah.


Hari ini bukan hanya Jethro yang mengantar, melainkan Zizi juga ikut mengantar karena Zizi harus menunggu Jacob sampai Jacob pulang sekolah.


Pukul 07.20


Kini mobil yang di kendarai Jacob sudah sampai di depan gerbang sekolah Jacob.


Sebelum turun dari mobil, Jacob mencium punggung tangan Jethro dan Jethro mencium kening Jacob.


"Nanti aku akan menyuruh supir untuk menjemput kalian." ucap Jethro.


"Baik Tuan." balas Zizi.


Zizi pun keluar dari dalam mobil lalu menyusul Jacob yang sudah lebih dulu berjalan melewati gerbang.


Jethro menurunkan kaca mobil-nya lalu berteriak memanggil Jacob.


"Jacob!" panggil Jethro.


Sontak Jacob pun menoleh ke belakang dan melihat Daddy-nya yang melakukan hal yang menurutnya sangat manis, yaitu Jethro membentuk jari jempol dan telunjuknya seperti bentuk hati ala-ala orang Korea.


Melihat itu Jacob pun membalas dengan membentuk jarinya seperti yang Jethro lakukan.


"I love Daddy..!" teriak Jacob.


"I love you too, Son!" balas Jethro.

__ADS_1


Jacob pun melambaikan tangannya dan di balas Jethro. Setelah itu Jacob pun melanjutkan langkahnya untuk memasuki gedung sekolah, setelah Jacob tidak terlihat lagi, barulah Jethro melajukan mobil-nya.


***


Kelas Jacob.


"Apa itu Mommy baru mu Jacob?" tanya Sam, teman sekelas Jacob saat melihat Zizi yang sedang berdiri di jendela untuk melihat Jacob.


"Emmmm.. entah, aku juga tidak tahu. Kata Daddy ku Aunty Zizi hanyalah asisten Daddy ku?" jawab Jacob.


"Lalu kamu percaya?" tanya Sam dan di jawab dengan anggukkan kepala oleh Jacob.


"Hish jangan mau percaya pada orang dewasa! Bisa jadi sebenarnya wanita itu adalah calon Mommy mu yang baru tapi Daddy mu malu mengatakannya pada mu, makanya Daddy mu memperkenalkan wanita itu sebagai asistennya." Jawab Sam.


"Kenapa kamu bisa berpikiran seperti itu?"


"Dengar yah, dulu Uncle ku juga seperti itu, dia membawa seorang wanita ke rumah kami dan memperkenalkannya sebagai asistennya, tapi tak lama kemudian kami mendapat undangan pernikahan Uncle ku itu dengan asistennya yang pernah ia bawa kerumah. Bukankah itu sama saja seperti yang Daddy mu lakukan sekarang? Coba kamu pikir kalau wanita itu asisten Daddy mu, untuk apa juga wanita itu menunggui mu disini! Pasti wanita itu sedang menjalankan misi dari Daddy mu untuk merebut hati mu. Kalau Daddy mu melihat kamu akrab dengan wanita itu yakinlah pasti sebentar lagi Daddy mu akan menikahi wanita itu." jawab Sam.


Kalau begitu aku akan bersikap manis pada Aunty Zizi, toh aku juga menyukai Aunty Zizi dan setuju kalau Aunty Zizi menjadi Mommy baru ku. Gumam Jacob dalam hati.


***


Pukul 12.30


Jam sekolah Jacob pun berakhir. Tak seperti yang Jethro katakan kalau ia akan mengirim supir untuk menjemput Jacob dan Zizi, sekarang yang datang menjemput Jacob dan Zizi adalah Alex.


"Kenapa Anda yang datang, Tuan? Tuan Jethro bilang ia akan mengirim supir?" tanya Zizi.


"Dia dan supirnya terjebak macet panjang di jalan X, setelah meeting dengan klien makanya aku yang di suruh menjemput kalian." jawab Alex.


"Uncle Alex.." teriak Jacob sambil berlarian dari depan kelasnya ke tempat Alex dan Zizi berada.

__ADS_1


Alex pun berjongkok lalu membuka tangannya untuk menyambut anak sahabatnya itu.


Plug. Jacob pun langsung menubrukkan dirinya dalam pelukan Alex.


"Aku merindukan mu Uncle." ucap Jacob. Maklum saja sudah dua Minggu lebih Jacob tidak bertemu Alex.


"Uncle juga merindukanmu, boy." balas Alex lalu menjauhkan tubuh Jacob.


"Bagaimana sekolah mu? Apa menyenangkan?" tanya Alex.


"Mmmm.. sangat menyenangkan, apalagi hari ini aku ditemani.." Jacob menggantung kata-katanya lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Alex.


"Calon Mommy baru ku." bisik Jacob.


Mendengar itu, Alex pun melirik ke arah Zizi.


"Siapa calon Mommy mu?" tanya Alex pura-pura tidak tahu.


"Hish menyebalkan! Kenapa orang dewasa suka sekali menyembunyikan hal-hal penting dari anak kecil! Sudah lah Uncle tidak perlu membohongi ku lagi seperti Daddy, aku tahu kalau Aunty Zizi adalah calon Mommy ku!" jawab Jacob.


Suara Jacob cukup keras hingga Zizi bisa mendengar apa yang di ucapkan Jacob. Mata Zizi hanya membulat lebar mendengar kata-kata Jacob.


"Mmm.. Ja-" Zizi hendak menjelaskan pada Jacob namun Alex langsung memotong kata-katanya.


"Kalau begitu, cepat beritahu Grandpa dan Grandma mu biar Daddy mu segera menikahi Aunty Zizi." Ucap Alex.


Bukannya membantu Zizi meluruskan kesalahpahaman, Alex malah memperkeruh keadaan. Jelas saja mata Zizi makin membulat mendengar itu.


Melihat mata Zizi yang membulat kaget dan nampaknya ingin melayangkan protes padanya, Alex pun berdiri lalu mengajak Jacob untuk keluar dari gedung sekolah. Alex dan Jacob pun berjalan bergandengan tangan keluar dari gedung sekolah meninggalkan Zizi yang masih mematung kesal di tempatnya.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2