
Malam harinya.
Pukul 21.00
Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, tapi Jacob masih belum tidur dan masih bercanda dengan Zizi. Setelah sampai di apartemen bahkan sampai detik ini, Jacob menguasai Zizi dan tidak memberi kesempatan pada Jethro untuk bersama Zizi.
Dan itu membuat Jethro yang sendirian di ruang tengah mulai meradang.
Jethro pun berdiri dari duduknya lalu berjalan menuju kamar Zizi.
Ceklek. Jethro membuka kamar Zizi.
"Boy, ini sudah jam sembilan, cepat masuk ke kamar mu dan tidur!" perintah Jethro.
"Loh.. Daddy masih disini? Aku pikir Daddy sudah pergi." balas Jacob.
"Memangnya kenapa kalau Daddy masih disini? Kamu tidak senang?" tanya Jethro.
"Bukan tidak senang Dad, tapi aneh saja." jawab Jacob.
"Sudah, jangan banyak bicara! Cepat masuk ke kamar mu! Besok kamu harus sekolah!" perintah Jethro lagi.
"Aunty, ayo temani aku tidur." rengek Jacob.
"Tidak! Tidur sendiri! Kalau Zizi menemani mu tidur, kamu tidak akan tidur!" larang Jethro tegas.
"Tapi Daddy-"
"Kamu bilang ingin tidur ditemani Daddy kan? Jadi biar Daddy yang menemani mu tidur." potong Jethro sambil berjalan menghampiri Jacob yang masih ada diranjang bersama Zizi.
"Ayo, Daddy temani kamu tidur malam ini." ucap Jethro sambil menggendong Jacob.
"Aaaakh.. tidak mau, aku mau tidur ditemani Aunty Zizi saja." ronta Jacob dalam gendongan Jethro.
__ADS_1
Namun Jethro tidak memperdulikan rontaan Jacob dan terus membawa Jacob keluar dari kamar Zizi.
Melihat tingkah ayah dan anak itu Zizi hanya geleng-geleng kepala.
***
Satu jam kemudian.
Jethro pun keluar dari kamar Jacob.
"Apa Jacob sudah tidur?" tanya Zizi yang menunggu Jethro keluar dari kamar Jacob di ruang tengah.
"Mmm.." jawab Jethro.
"Lain kali jangan memanjakan Jacob seperti itu." protes Jethro sembari mendaratkan bokongnya di sofa panjang.
"Kenapa? Apa Anda cemburu saya memanjakan Jacob?" tanya Zizi.
"Cih! Untuk apa juga aku cemburu dengan anak ku sendiri!" sanggah Jethro.
"Ini kan juga apartemen ku." jawab Jethro.
"Maksud saya, ke apartemen Anda yang satu lagi." balas Zizi.
"Aku akan tinggal disini sekarang." jawab Jethro.
Mata Zizi membulat lebar.
"Kalau Anda tinggal disini, Anda mau tidur dimana?" tanya Zizi.
"Tidur bersama mu lah." jawab Jethro dengan santai-nya.
"Jangan becanda, Tuan! Ada Jacob!" balas Zizi mengingatkan.
__ADS_1
"Memangnya kenapa? Jacob kan sedang tidur! Dan besok pagi kita lebih dulu bangun dari Jacob, jadi Jacob tidak akan tau kalau kita tidur bersama." balas Jethro.
"Tidak! Saya tetap tidak setuju! Saya tidur dengan Jacob saja kalau begitu." tolak Zizi.
"Tidak ada kata penolakan! Ayo kita tidur!" balas Jethro sembari menggendong tubuh Zizi ala bridal style.
"Aaargh.. Tuan, turunkan saya! Turunkan! Saya tidur dengan Jacob saja." ronta Zizi.
"Hish.. kamu ini seperti Jacob saja! Jangan berisik nanti Jacob bangun!" protes Jethro sembari terus berjalan menuju kamar Zizi.
Sesampainya di kamar, Jethro pun langsung membaringkan Zizi diatas ranjang lalu mengukung tubuh Zizi dibawah-nya.
Jethro tak melakukan apa-apa pada Zizi, ia hanya menatap mata Zizi dalam-dalam.
Risih dengan tatapan Jethro, Zizi pun mengalihkan pandangannya. Namun, Jethro langsung menarik dagu-nya agar Zizi kembali menatapnya.
"Sudah kubilang jangan pernah mengalihkan pandangan mu kalau aku sedang menatap mu!" omel Jethro.
"Saya masih belum terbiasa, Tuan." jawab Zizi.
"Ini juga mulut mu! Kenapa masih memanggil ku dengan sebutan Tuan! Sudah ku bilang panggil aku Hubby!" protes Jethro lagi.
"Saya-"
"Apa? Belum terbiasa juga! Bagaimana mau terbiasa kalau kamu tidak pernah membiasakannya!" potong Jethro.
"Sepertinya aku harus membantumu membiasakan mulut itu memanggil ku dengan panggilan Hubby." kata Jethro lagi.
"Hah.. maksudnya?" tanya Zizi yang tidak bisa menebak jalan pikiran Jethro saat ini.
Dan tanpa Zizi sangka-sangka, Jethro langsung mendaratkan bibirnya di bibir Zizi.
Zizi yang kaget hanya membulatkan mata-nya lebar-lebar. Entah kenapa tubuh-nya seketika membeku begitu bibirnya bertemu dengan bibir Jethro.
__ADS_1
***
Bersambung...