Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin

Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin
Rencana Mom Radea


__ADS_3

"Je kemari!" perintah Daddy Jerome.


Jethro menghela nafasnya kasar lalu berjalan menghampiri kedua orangtua dan anaknya yang ada di depan. Karena ada di depan, maka Jethro harus melewati para tamu undangan, sambil terensenyum kecut, Jethro berjalan melewati para tamu undangan.


Begitu Jethro sampai di depan, Mommy Radea langsung mengenalkan Jethro pada tamu undangan. Kalau tamu undangan adalah para pengusaha atau pejabat jelas sudah pada mengenal Jethro tapi karena tamu undangan adalah anak-anak dari panti asuhan dan para lansia dari panti jompo, sudah jelas tidak ada yang mengenal Jethro.


"Ini adalah putra tunggal kami, Daddy-nya Jacob." ucap Mommy Radea memperkenalkan Jethro.


"Je, cepat perkenalkan dirimu." perintah Mommy Radea.


"Yang benar saja Mom..." geram Jethro.


"Cepat!" desak Mommy Radea dengan tatapan yang mengintimidasi.


Mau tak mau Jethro pun memperkenalkan dirinya di depan para tamu undangan.


"Perkenalkan nama saya Jethro McLeon, saya putra dari Tuan Jerome McLeon dan Nyonya Radea McLeon dan ini putra saya Jacob McLeon." ucap Jethro memperkenalkan dirinya dengan kaku.


"Cih... kau ini sedang memperkenalkan diri di depan anak-anak dan orang tua seperti memperkenalkan diri di depan HRD, kaku sekali!" ejek Mommy Radea.


Jethro tak menjawab ejekan Mommy-nya dan hanya memutar bola matanya malas.


Setelah itu Mommy Radea pun meminta pembawa acara untuk melanjutkan acara yang sempat terjeda karena kedatangan Jethro.

__ADS_1


Jethro pun duduk di meja tempat Alex berada yang tak jauh dari meja keluarga-nya.


"Kenapa kau tidak bilang kalau yang datang anak dari panti asuhan dan lansia dari panti jompo? Aku jadi salah kostum seperti ini!" Jethro mengomeli Alex.


"Kenapa menyalahkan ku, ku pikir kau tahu." balas Alex.


"Cih!!" decih Jethro.


Jethro pun mengelilingkan pandangannya untuk mencari keberadaan Zizi di dalam kafe itu.


"Zizi tidak ada disini, dia ada di dapur." ucap Alex yang memperhatikan gerak-gerik Jethro.


"Cih... Siapa yang mencari dia! Orang aku sedang memperhatikan dekorasi kafe ini." sanggah Jethro.


"Ini ide Jacob." jawab Alex.


Dan jawaban Alex berhasil membuat Jethro diam seribu bahasa.


Acar demi acara pun selesai dan sekarang masuk ke acara ramah tamah. Para pelayan termasuk Zizi pun keluar dari belakang sambil membawa makanan untuk mereka sajikan kesetiap meja.


Zizi memang sengaja mengambil bagian sebagai pelayan di acara ulang tahun Mommy Radea ketimbang harus duduk manis bersama dengan tamu undangan apalagi duduk bersama anggota keluarga McLeon. Ia cukup tahu diri kalau dirinya bukan siapa-siapa. Lebih baik ia bekerja dan mengumpulkan uang untuk melunasi hutangnya pada Jethro.


Saat Zizi keluar bersama pelayan yang lainnya Jethro langsung menenggakkan punggungnya dan bergaya sok cool agar saat Zizi melihatnya Zizi punya perasaan menyesal sudah pergi darinya.

__ADS_1


Tapi maaf Tuan Muda Jethro, itu hanya ada dalam pikiran Anda! Karena Zizi sama sekali tidak menoleh sedikit pun ke arah Jethro dan terus berjalan menuju meja yang harus ia layani.


Mommy Radea sengaja tidak menyeting dimeja mana Zizi harus melayani, agar Jethro tidak besar kepala.


Makan malam pun selesai setelah acara makan malam selesai para tamu undangan pun pulang. Tak lupa sebelum para tamu undangan pulang, Mommy Radea membagi-bagikan bingkisan untuk para anak yatim dan para lansia.


Sekarang tinggal lah keluarga inti McLeon dan beberapa orang kepercayaan Daddy Jerome yang ada di kafe itu.


"Suuut..." Mommy Radea memberi kode pada Alex untuk mengeksekusi rencana mereka.


Alex yang mengerti kode dari Mommy Radea pun menganggukkan kepala-nya lalu berdiri dari duduknya.


Alex pun berjalan mendekati kepala pelayan yang sebelumnya sudah ikut briefing dengan Mommy Radea sambil memperhatikan Jethro, takut-takut Jethro sedang mengamati gerak-geraknya.


"Masukan serbuk ini kedalam dua minuman. Ingat dua minuman harus diberi tanda agar kami tahu mana minuman yang sudah kamu beri bubuk ini." ucap Alex pada kepala pelayan.


"Baik Tuan." jawab si kepala pelayan.


Setelah menerima dua bungkusan dari Alex, si pelayan itu pun pergi ke dapur untuk menyiapkan minuman. Begitupun dengan Alex, ia kembali ke meja-nya.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2