Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin

Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin
Telepon Palsu


__ADS_3

KRIIING...


Tiba-tiba saja ponsel Jethro berdering.


Cepat-cepat Jethro mengambil ponselnya dari dalam saku celana-nya.


Nomor tidak dikenal. Itulah nama yang tertera di layar ponsel-nya.


Jethro mengernyitkan keningnya.


"Siapa Tuan?" tanya Zizi yang penasaran dengan raut wajah Jethro.


"Entah, nomor tidak dikenal." jawab Jethro.


"Coba jawab, mana tahu saja penting." ucap Zizi.


Jethro pun menggeser tombol hijau.


"Halo."


"Halo Tuan Jethro, ruangan arsip mengalami kebakaran." ucap laki-laki di seberang telepon.


"Apa!" kaget Jethro sambil berdiri dari duduknya.


"Kami sudah memanggil pemadam kebakaran dan sekarang sedang dalam perjalanan." kata laki-laki itu lagi.


"Saya akan segera kesana kalau begitu." jawab Jethro lalu mengakhri panggilan telepon itu.

__ADS_1


"Ada apa Tuan?" tanya Zizi yang ikut panik gara-gara melihat wajah Jethro yang panik.


"Ruangan arsip perusahaan kebakaran, aku harus ke perusahaan sekarang. Tolong kamu temani Jacob yah. Aku akan menyuruh supir untuk menjemput kalian nanti. Dan kalau aku belum pulang sampai sore, Jacob tidak perlu les renang, kalian tunggu saja aku di apartemen." jawab Jethro lalu memberi pesan pada Zizi.


"Baik Tuan." balas Zizi.


Jethro pun cepat-cepat pergi dari kafetaria sambil menghubungi Alex untuk memberitahu berita itu dan ternyata Alex juga baru mendapat kabar itu dari nomor tidak dikenal.


***


McLeon Group.


Sangking paniknya mendapat informasi kebakaran di perusahaannya, Jethro sampai melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.


Tak sampai lima belas menit, mobil yang di kendarai Jethro pun sampai di depan gedung McLeon Group. Tapi ada yang aneh begitu Jethro sampai di perusahaan milik Daddy-nya itu. Perusahaan itu terlihat sepi dan adem ayem saja, karena ini hari Sabtu jadi tidak ada yang bekerja, bukan hanya itu saja, sekuriti tetap berjaga di pos, pintu gedung pun juga tertutup rapat ditambah lagi tidak ada mobil kebakaran dan asap yang keluar dari dalam gedung.


Melihat gedung McLeon Group yang baik-baik saja, Jethro pun memberhentikan mobil-nya tepat di depan pos satpam lalu turun dari dalam mobil. Bertepatan Jethro yang turun dari mobil, mobil Alex juga baru sampai di depan pos satpam. Sama seperti Jethro yang merasa aneh, Alex juga merasa aneh dengan kondisi gedung yang terlihat sepi ditambah lagi satpam yang terlihat biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa. Setelah memarkirkan mobil-nya tepat di belakang mobil Jethro, Alex pun turun dari dalam mobil.


"Selamat pagi Tuan Jethro, Tuan Alex. Apa ada masalah?" malah satpam yang bertanya pada Jethro dan Alex.


"Apa tidak terjadi kebakaran?" tanya Jethro.


Tiga satpam itupun saling pandang kemudian kompak menggeleng.


"Tuan dapat informasi darimana ada kebakaran?" tanya salah seorang satpam.


"Ada seorang laki-laki yang menghubungi kami dan mengatakan kalau ruangan arsip kebakaran dan sudah memanggil pemadam kebakaran." jawab Jethro.

__ADS_1


"Tapi tidak ada kebakaran apa-apa Tuan, saya baru lima menit yang lalu berkeliling ke dalam dan kami juga selalu memantau cctv." jawab salah seorang satpam.


"Benarkah? Coba saya lihat." Jethro masih tidak percaya.


Jethro dan Alex pun masuk ke dalam pos sekuriti dan melihat cctv ruang arsip. Dan ternyata benar lima ruang arsip semua baik-baik saja. Bukan hanya ruang arsip saja yang Jethro check, melainkan semua ruangan mulai dari lobi sampai lantai paling atas ruang kerja-nya berada dan semua baik-baik saja.


"Shiiit! Pasti kerjaannya orang iseng!" umpat Jethro kesal.


"Kalau ini kerjaan orang iseng, ini sudah sangat keterlaluan karena dia bukan hanya mengerjai mu tapi juga mengerjai ku." sahut Alex.


Jethro pun terdiam. Tak lama ia merasa ada yang aneh.


"Kamu benar juga, ini sangat keterlaluan! Aku rasa orang ini bukan hanya ingin iseng tapi..."


KRIIING.. Kata-kata Jethro terpaksa menggantung karena ponselnya berdering.


Jethro pun cepat-cepat mengeluarkan ponsel-nya karena ia pikir itu adalah si orang iseng tadi.


Ternyata Jethro salah, yang menelpon adalah Zizi.


Jethro pun menjawab telepon Zizi.


"Halo..."


"....."


"Apa???!!!!!" Seketika wajah Jethro menegang.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2