Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin

Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin
Menemui Orangtua Jethro


__ADS_3

Kini jari jemari Jethro sudah berhasil melepaskan semua pakaian yang menempel di tubuh Zizi.


"Ummh... ayo katakan kamu mau menikah dengan ku, Zi." ucap Jethro sambil menyesap gundukan susu Zizi.


"Sssh... ah... i-iya Tuan... sssh... a-a-... sshh... ah... Aku ma-ma-mau..." jawab Zizi terbata-bata, cumbuan Jethro berhasil memabukkan dirinya.


"Ummh... jawab yang benar, Sayang." balas Jethro kali ini tangannya sambil bermain di pintu goa lembab Zizi.


"Ssh... ah... jangan seperti itu Tuan, ssh... ah..." Zizi menggeliat enak merasakan permainan jari Jethro di bawah sana.


"Panggil aku Hubby, Zizi Sayang, jangan sampai ku buat kamu merasakan enak lebih dari ini." balas Jethro.


"Ssh... ah... Hubby, aku terima lamaran mu, aku mohon jangan seperti ini, aku... sssh... ah..."


"Kamu kenapa Sayang, hah? Kamu mau merasakan yang lebih besar lagi?" tanya Jethro.


"Tidak, jangan lagi Hubby, bagian bawah ku masih perih." jawab Zizi.


"Tenang saja Sayang kalau kita sering melakukannya tidak akan perih lagi." balas Jethro.


Jethro pun menjauhkan wajah-nya dari dada Zizi lalu mencium bibir Zizi dengan sangat rakus sambil tangannya mengarahkan senjata pamungkasnya menuju goa lembab Zizi.


"Aaargh..." Zizi mengerang begitu senjata pamungkas Jethro terbenam di dalam goa lembab-nya.


Jethro merangkum wajah Zizi dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Aku mencintai mu Zizi." ucap Jethro.


"Aku juga mencintai mu, Hubby." balas Zizi.


Jethro pun kembali mencium bibir Zizi dan kali ini dengan lembut dan di balas oleh Zizi tak kalah lembutnya. Walau permainan bibir Zizi tak sehebat permainan bibir Jethro, tapi yang penting Zizi bisa mengimbangi permainan bibir Jethro.


Sambil bibir mereka yang saling melu.mat dan lidah yang saling membelit, sambil Jethro menggerakkan pinggul-nya.


Des.ahan-des.ahan halus pun saling bersahut-sahutan mengiringi pertumpahan keringat mereka diatas sofa ruang tengah.


***


Tiga hari kemudian.


McLeon Mansion.


Jethro dan Zizi sudah mantap untuk menikah. Dan hari ini untuk pertama kali-nya Jethro membawa Zizi ke McLeon Mansion dan memperkenalkan Zizi secara resmi pada orangtuanya sebagai calon istrinya.


"Kenapa? Apa kamu gugup?" tanya Jethro saat melihat Zizi saling memainkan jari-jarinya.


"Hemh... aku sangat gugup. Bagaimana kalau Tuan McLeon tidak setuju?"


"Bukannya kamu sudah mendengar sendiri kata-kata Daddy-ku hari itu kalau dia sangat setuju kalau aku menikah dengan mu. Malahan dia kan yang menyuruhku untuk cepat-cepat menikahi mu." balas Jethro.


"Manatau saja Tuan McLeon sekarang berubah pikiran." balas Zizi.

__ADS_1


"Tidak mungkin Sayang, ayo kita turun dan temui orangtua ku. Pasti Jacob kaget mendengar kabar ini."


Jethro pun keluar dari mobil lebih dulu lalu berjalan mengitari mobil untuk membukakan pintu mobil tempat Zizi duduk.


"Ayo." ucap Jethro sambil mengulurkan tangannya.


"Aku takut Hubby."


Jethro menghela nafasnya panjang. Dan tanpa Zizi duga, Jethro langsung mencium bibir Zizi dan jelas saja sontak Zizi langsung mendorong tubuh Jethro hingga bibir Jethro terlepas dari bibirnya.


"Hubby!" protes Zizi.


Jethro terkekeh kecil.


"Itu untuk menenangkan mu Sayang. Ayolah turun. Atau kamu mau aku menenangkan mu dengan cara yang lain?" goda Jethro sambil memainkan alisnya.


Melihat ekspresi Jethro itu, Zizi pun menggelengkan kepala-nya cepat.


"Tidak usah, aku sudah tenang sekarang." jawab Zizi lalu cepat-cepat turun dari dalam mobil.


Cukup sudah selama tiga hari Jethro mengurung Zizi di apartemen dan tidak membiarkan Zizi memakai baju. Zizi tak mau hari ini Jethro kembali mendayung diatas tubuh-nya.


Jethro terkekeh kecil sambil menggeleng-gelengkan kepala-nya melihat tingkah Zizi.


Mereka pun berjalan memasuki mansion dimana orangtua Jethro sudah menunggu kedatangan mereka.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2