
Setelah beberapa detik bibirnya menempel di bibir Zizi, Jethro pun menarik mundur lagi bibir-nya.
"Coba panggil aku Hubby. Kalau masih kaku, akan mencium-nya lagi." ucap Jethro.
"Hu-Hu-"
Cup. Jethro menempelkan lagi bibirnya ke bibir Zizi karena Zizi masih bicara terbata-bata. Jika tadi ia hanya sekedar menempelkan bibir-nya, kali ini Jethro sedikit melu.mat lembut bibir Zizi. Lagi dan lagi, Zizi hanya bisa membeku mendapat ciuman lembut bibir Jethro yang nafasnya beraroma mint. Beberapa detik kemudian Jethro pun menarik bibirnya dari bibir Zizi.
"Coba ucapkan lagi! Kalau masih terbata-bata, aku akan mencium bibir mu lagi dan pastinya akan lebih lama dari ciuman yang barusan."
Zizi terdiam, ia masih syok dengan apa yang Jethro lakukan.
"Ayo bilang." desak Jethro.
Tapi Zizi tetap diam.
Karena Zizi tetap diam, maka Jethro anggap kalau Zizi memang sengaja minta ia cium. Jethro pun memajukan bibirnya lagi, namun, baru saja Jethro hendak menempelkan bibirnya ke bibir Zizi tiba-tiba Zizi membuka suaranya.
__ADS_1
"Hubby.. Hubby.. Hubby.." dengan lancar Zizi memanggil Jethro sebanyak tiga kali.
"Aku hanya meminta mu memanggil ku satu kali, kenapa kamu memanggil ku tiga kali, hah! Apa itu kode kamu ingin aku cium? Baiklah aku berikan!"
"Bu-"
Cup. Belum juga Zizi selesai bicara, Jethro sudah mendaratkan bibirnya ke bibir Zizi. Dan ciuman yang ketiga ini, durasi-nya lebih lama dari durasi ciuman yang kedua. Bahkan Jethro sampai menutup matanya sambil mencium bibir Zizi dan sesekali membuka matanya untuk melihat mata Zizi. Sedangkan Zizi, walaupun ia tidak menerima ciuman dari Jethro, tapi ia juga tidak menolaknya, Zizi hanya diam saja.
Setelah hampir dua menit berciuman, Zizi yang tadinya hanya diam saja lama-kelamaan menjadi menikmati ciuman Jethro, perlahan ia pun membalas tipis-tipis ciuman Jethro sambil menutup matanya. Begitu melihat mata Zizi tertutup, Jethro yang hampir hilang kesadaran pun langsung melepaskan ciuman mereka yang sudah mulai memanas.
"Sepertinya bibir mu sudah lulus kualifikasi. Jadi aku tidak mau lagi mendengar kamu memanggilku Hubby dengan terbata-bata." ucap Jethro lalu beranjak dari atas tubuh Zizi.
Sengaja Jethro keluar dari kamar Zizi karena ia merasa bersalah pada Zizi. Ia merasa bersalah karena mencium Zizi sambil membayangkan Milea.
Sedangkan Zizi, setelah Jethro keluar dari kamar-nya, ia memegangi bibirnya yang masih basah.
"Apa aku barusan membalas ciuman Tuan Jethro? Aku membalasnya? Apa benar aku membalasnya? Kenapa aku membalasnya? Kenapa bisa aku membalasnya?" Lirih Zizi bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Ia jadi malu sendiri karena sudah membalas ciuman Jethro. Sangking malu-nya Zizi pun menarik selimut sampai menutupi kepala-nya. Di dalam selimut, Zizi terus saja menggerutu karena kebodohannya.
***
Setelah keluar dari kamar, Jethro bukannya pergi ke kamar Jacob, melainkan pergi ke kamar rahasia. Di dalam kamar rahasia, ia duduk di tepi ranjang yang pernah ia tiduri bersama dengan Milea.
Jethro kembali terngiang dengan pengakuan Becca tadi siang yang mengatakan kalau alasan Becca meninggalkannya karena tertekan batin karena tahu Jethro masih sangat mencintai Milea.
Jethro juga teringat akan pesan Becca yang meminta-nya untuk menghancurkan kamar rahasia ini agar dirinya tidak lagi mengingat sosok Milea dan bisa dengan mudah membuka hati untuk wanita lain.
"Sepertinya aku akan menghabiskan sisa hidup ku menjadi duda. Aku benar-benar tidak bisa melupakan Milea. Dan bagaimana bisa aku melupakan Milea kalau mata Zizi sangat mirip dengan mata Milea." lirih Jethro sembari mengusap wajah-nya kasar.
Kemudian, Jethro melihat foto Milea.
"Sayang, aku harus apa sekarang? Kamu mengajari aku cara mencintai, tapi kamu tidak mengajari ku cara melupakan mu! Aku tidak ingin menyakiti hati wanita lagi dengan memberikan perasaan palsu untuk mereka. Sudah cukup Becca yang menjadi korban ku, aku tidak ingin Zizi juga menjadi korban ku. Kalau kamu ingin aku bahagia dan meneruskan hidup dengan wanita lain, tolong beritahu aku bagaimana cara melupakan mu." ucap Jethro sembari memandang foto Milea.
***
__ADS_1
Bersambung...