
Setelah selesai makan malam, Jethro dan Jacob pun pindah ke ruang tengah, sedangkan Zizi, ia masih harus berkutat membersihkan dapur dan ruang makan. Setelah selesai membersihkan dapur dan ruang makan, barulah Zizi bergabung dengan Jethro dan Jacob.
"Apa sudah selesai?" tanya Jethro saat Zizi baru masuk ke ruang tengah.
Dan di jawab dengan anggukkan kepala oleh Zizi.
"Boy, Daddy pulang dulu yah, jangan lupa minum susu dan sikat gigi sebelum tidur, oke." pamit Jethro.
"Apa maksud Daddy? Apa Daddy tidak tidur disini?" tanya Jacob heran, karena ia pikir kalau ia akan tinggal bersama Daddy-nya.
"Tidak boy. Daddy akan tidur di apartemen Daddy yang satu lagi dan kamu tidur disini bersama Aunty Zizi." jawab Jacob.
"Tidak mau! Kalau Daddy tidak tidur disini, lebih baik pulangkan aku ke mansion! Aku tidak mau tinggal disini tanpa Daddy!" tolak Jacob tegas.
"Boy, dengar Daddy, malam ini Daddy harus bekerja lembur, kamu tahu kan kalau Grandpa ke Negara J karena sedang ada masalah dengan perusahaan kita disana, dan imbas-nya disini Daddy harus bekerja lembur. Kalau Daddy lembur disini takutnya itu akan mengganggu tidur mu, sedangkan kamu besok harus sekolah. Jadi Daddy harap kamu bisa mengerti boy. Makanya Daddy meminta tolong Aunty Zizi untuk menjaga mu disini" bujuk Jethro.
"Lalu kapan Daddy tidak lembur?" tanya Jacob.
"Kalau semua pekerjaan Daddy selesai." jawab Jethro.
"Kalau begitu cepatlah selesaikan pekerjaan mu, Dad biar aku bisa tidur bersama mu." ucap Jacob.
__ADS_1
"Iya Sayang. Ya sudah, sana masuk kamar mu dan ganti pakaian mu, lalu kerjakan tugas sekolah mu, nanti Aunty Zizi yang akan membantu mu belajar." ucap Jethro.
Dengan langkah malas Jacob pun berjalan menuju kamar-nya.
"Kenapa Anda tega sekali mengecewakan hati anak Anda, Tuan? Kan bisa saja Anda menginap disini satu atau dua malam kan kasihan anak Anda, sepertinya dia sangat ingin tidur bersama Anda." ucap Zizi.
"Memangnya kamu sudah siap mengerjakan tugas mu sebagai sugar baby ku? Kalau aku menginap satu atau dua malam disini, aku tidak yakin aku bisa menahan diri ku dan akhirnya aku akan terus menginap disini. Apa kamu sudah siap? Kalau kamu sudah siap, baiklah aku akan menginap disini. Nanti setelah Jacob tidur, aku akan mendatangi kamar mu." jawab Jethro.
Mendengar itu sontak Zizi langsung ketar ketir.
"Tidak Tuan, kalau begitu Tuan pergi saja, biar saya dan Jacob tidur disini berdua." jawab Zizi.
Jethro tersenyum puas melihat wajah Zizi yang ketar-katir.
Baru begitu saja sudah takut. Gumam Jethro dalam hati.
Mereka pun berjalan menuju pintu dengan tangan Jethro yang ditarik oleh Zizi.
"Oh iya, kalau Jacob tidak mau mengikuti les-les yang ada list, jangan di paksa, hubungi saja aku biar nanti aku yang akan meminta izin pada guru les-nya. Kamu paham kan?" ucap Jethro sebelum keluar dari apartemen.
"Iya Tuan." jawab Zizi.
__ADS_1
"Pokoknya selama bersama ku, aku tidak mau dia menghabiskan waktunya hanya untuk belajar ini dan itu, aku ingin dia menjadi anak kecil seperti anak-anak yang lainnya." kata Jethro lagi.
Zizi hanya menganggukkan kepala-nya pelan setuju dengan pendapat Jethro.
"Ya sudah aku pulang yah, aku titip Jacob, tolong jaga dia baik-baik." pamit Jethro.
"Iya Tuan hati-hati di jalan." balas Zizi.
Bukannya langsung membuka pintu dan keluar, Jethro malah mendekatkan wajah-nya ke telinga Zizi. Seketika jiwa iseng Jethro meronta-ronta ingin menggoda Zizi lagi. Dan itu membuat jantung Zizi berdetak tidak karuan karena ia pikir Jethro ingin mencium dirinya.
"Oh iya kalau tiba-tiba kamu berubah pikiran ingin aku menginap disini, telepon saja aku, aku pasti akan langsung datang." bisik Jethro.
Zizi menyengir kecut.
"Tidak Tuan, saya yakin tidak akan pernah berubah pikiran." balas Zizi lalu cepat-cepat membuka pintu dan mendorong Jethro keluar dari apartemen.
Begitu di luar, Jethro hanya tersenyum tipis sambil geleng-geleng kepala. Sedangkan di dalam apartemen, Zizi sibuk mengipas-ngipasi wajahnya yang sudah memerah karena kepanasan.
***
Bersambung...
__ADS_1