Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin

Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin
Harus Bisa Tanpa Jethro


__ADS_3

Setelah Zizi keluar, Jethro yang sadar kalau emosi-nya sudah membuat Zizi pergi, bukannya mengejar Zizi, ia malah diam ditempatnya dan menutup wajah-nya dengan kedua telapak tangannya.


Kemudian Jethro melihat barang-barang yang ditinggalkan Zizi.


"Kita lihat saja sampai berapa lama kamu bertahan di luar sana." lirih Jethro.


Jethro sangat yakin kalau Zizi akan datang menemui-nya lagi dan menyesal sudah pergi dari apartemen. Walau sadar kalau ia sudah terlalu keras pada Zizi tapi Jethro tetap pada pendiriannya kalau dalam hal ini Zizi bersalah karena sudah melanggar aturan yang sudah ia buat.


***


Sementara di tempat lain, Zizi yang tidak tahu mau kemana pun memutuskan untuk pergi ketempat tinggal Dahlia. Untungnya Dahlia pernah membawa Zizi ke tempat tinggalnya untuk mengantarkan obat Ayah-nya.


Sesampainya disana, ternyata Dahlia belum pulang, padahal tadi di kampus Dahlia pulang lebih dulu dari Zizi karena Jethro sudah memberhentikan Dahlia.


Zizi pun memutuskan untuk menunggu Dahlia sampai pulang, karena mau pergi dari rumah Dahlia pun Zizi tidak tahu harus pergi kemana, tidak mungkin kembali ke rumah Paman dan Bibi-nya, bisa-bisa ia di jual lagi.


Dua jam kemudian akhirnya Dahlia pun pulang dengan keadaan yang lesu.


"Selamat sore..." sapa Dahlia sembari memasuki ruang tengah.


Begitu sampai di ruang tengah betapa terkejutnya Dahlia saat melihat Zizi.


"Nona Zizi, kenapa Anda bisa disini?" tanya Dahlia dengan ekspresi wajah kaget.

__ADS_1


"Menunggumu." Jawab Zizi sambil tersenyum.


Merasa ada yang tidak beres, Dahlia pun menarik tangan Zizi dan membawa Zizi masuk kedalam kamar-nya.


"Sedang apa Anda disini Nona? Kenapa tidak langsung pulang ke apartemen? Kalau Tuan Jethro tahu Anda disini, bisa di obrak-abrik rumah ini oleh Tuan Jethro." omel Dahlia.


"Aku sudah keluar dari apartemen itu dan memutuskan untuk mengakhiri hubungan yang tak jelas ini." jawab Zizi.


"Saya tidak peduli mau Anda mengakhiri hubungan Anda dengan Tuan Jethro atau apapun itu, tapi tolong jangan kerumah ini. Ayah saya punya penyakit jantung, kalau tiba-tiba nanti Tuan Jethro datang kesini dan marah-marah karena saya menampung Anda disini, bisa-bisa penyakit jantung Ayah saya akan kambuh. Jadi saya mohon Nona, pergi dari sini." balas Dahlia.


"Tapi aku tidak tahu harus pergi kemana Dahlia. Teman ku hanya kamu. Ingin pergi kerumah Selena tapi aku tidak tahu dimana rumah-nya, ingin menghubungi Selena tapi ponsel ku sudah aku berikan pada Jethro dan ingin menginap di hotel yang paling murah sekalipun aku tidak punya uang. Aku kesini hanya membawa pakaian yang menempel di tubuhku ini." ucap Zizi sambil menundukkan kepala-nya sedih.


Dahlia menghela nafasnya kasar.


"Ummm... bahkan bukan hanya memarahi tapi membentak dan dia menghukum ku tidak boleh keluar dari apartemen dan mengubah sistem perkuliahan ku menjadi online. Sangat tidak manusiawi!" jawab Zizi.


"Kalau begitu kenapa Anda tidak minta maaf dan membujuk Tuan Jethro?"


"Bagaimana aku mau minta maaf kalau diberikan kesempatan bicara pun tidak! Lagi pula memangnya apa salah ku? Yang salah paham kan dia! Aneh, kenapa dia harus marah sebesar ini kalau dia tidak menyukai ku!" dumel Zizi.


"Tuan Jethro marah karena Tuan Jethro menyukai Anda, Nona."


"Kalau memang iya, kenapa dia tidak mencegah ku saat aku hendak keluar dari apartemen?" tanya Zizi.

__ADS_1


"Sudah lah, aku malas membicarakan duda aneh itu! Perasaannya tidak dapat dimengerti, sebentar hangat sebentar dingin." kata Zizi lagi.


"Sekarang aku hanya ingin fokus mencari pekerjaan, agar aku bisa membayar hutang ku pada duda aneh itu!" ucap Zizi.


"Lalu kuliah Anda bagaimana? Masa baru beberapa hari kuliah Anda sudah berhenti?" tanya Dahlia.


"Ya mau bagaimana lagi, daripada aku hidup dalam sangkar emas!" balas Zizi.


"Aku boleh yah tinggal disini, hanya sementara saja, nanti kalau aku sudah mendapat pekerjaan, aku akan pergi dari sini." mohon Zizi.


Dahlia menghela nafasnya kasar.


"Baiklah Anda boleh tinggal disini, tapi ingat setelah mendapat pekerjaan segera pindah dari sini. Bukannya saya tidak senang Anda tinggal disini, tapi saya tidak berani menampung orang yang sedang memiliki masalah dengan Tuan Jethro. Saya takut kena imbasnya. Kalau saya di pecat, lalu siapa yang akan membeli obat untuk Ayah saya dan menyekolahkan adik saya." jawab Dahlia.


"Untung saja Tuan Jethro hanya memberhentikan saya jadi supir dan penjaga Anda, kalau sampai saya juga di berhentikan dari tim keamanan McLeon, maka habis lah saya." kata Dahlia.


"Maaf sudah membuat mu susah." balas Zizi.


"Aku janji akan segera mencari pekerjaan, kalau perlu malam ini aku akan bergerak mencari pekerjaan." kata Zizi lagi.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2