
Daddy Jerome pun langsung menyerobot masuk kedalam apartemen dan di buntuti Jethro dari belakang.
"Ada apa Daddy kesini?" tanya Jethro.
"Kemaren kamu pulang begitu saja, Daddy pikir ada masalah yang terjadi di perusahaan yang tidak kamu beritahu Daddy. Dan saat Daddy ke perusahaan, kamu juga tidak ada. Daddy semakin cemas, makanya Daddy kesini." jawab Daddy Jerome.
"Apa semalam ada masalah?" tanya Daddy Jerome.
"Tidak ada Dad, semalam aku hanya sedikit tidak enak badan saja." jawab Jethro.
"Lalu untuk apa Zizi disini?" tanya Daddy Jerome dengan tatapan menyelidik.
"Um... Itu... dia kesini karena katanya khawatir dengan keadaan Jethro." jawab Jethro.
"Apa dia tahu kamu sakit?" tanya Daddy Jerome.
"Sepertinya, makanya dia ada disini sekarang." jawab Jethro.
Daddy Jerome pun mendaratkan bokongnya di sofa.
"Dimana dia sekarang?" tanya Daddy Jerome.
"Masih tidur Dad, kasihan dia, dia begadang semalam menemani Jethro tidur, makanya Jethro biarkan saja dia tidur. Jethro tidak mau sampai di laporkan eksploitasi anak karena tidak memberikannya istirahat." jawab Jethro.
__ADS_1
"Memangnya dia tidak kerja? Bukannya dia kerja di kafe yang semalam?" tanya Daddy Jerome. Daddy Jerome terus saja mengintrogasi Jethro.
"Umm... tidak lagi Dad, semalam Jethro sudah meminta dia kembali ke apartemen Jethro dan dia mau." jawab Jethro.
Daddy Jerome menghela nafasnya kasar.
"Je, duduklah ada yang ingin Daddy bicarakan serius dengan mu." ucap Daddy Jerome.
Sangking gugupnya Jethro daritadi, ia tidak sadar kalau ia belum duduk di sofa. Setelah diminta Daddy Jerome barulah Jethro duduk di sofa.
"Ada apa Dad?" tanya Jethro.
"Kapan kamu mau menikah lagi?" tanya Daddy Jerome.
"Pertama, Daddy tidak mau kamu dan Zizi sampai jatuh kedalam dosa-
"Kenapa Daddy jadi menyandingkan Jethro dengan Zizi?" potong Jethro.
"Je, laki-laki dan perempuan tinggal satu atap tidak mungkin mereka bisa terus-terusan mengendalikan diri mereka. Paling lama mereka bisa bertahan untuk tidak tidur bersama itu paling sebulan atau dua bulan, apalagi kamu itu duda. Memangnya seberapa kuat sih pertahanan seorang laki-laki yang sudah pernah merasakan hubungan suami-istri?"
"Jethro bukan duda seperti itu." celetuk Jethro membela diri.
"Tidak usah membela diri, Daddy mu ini laki-laki tulen dan normal, jadi Daddy tau bagaimana rasanya." balas Daddy Jerome.
__ADS_1
"Daripada kamu dan Zizi melakukan kesalahan fatal itu, lebih baik nikahi Zizi secepatnya. Daddy tahu sebenarnya kamu menyukai Zizi, tapi gengsi mu saja yang terlalu besar." lanjut Daddy Jerome lagi.
"Yang kedua, Daddy dan Mommy sudah tua, sudah tidak bisa lagi menjaga mu dan Jacob, makanya kamu harus cari istri lagi yang bisa menjaga dan mengurus dirimu dan Jacob. Dan menurut Daddy perempuan yang sangat cocok untuk menjadi istrimu itu adala Zizi. Daddy perhatikan hanya dia perempuan yang bisa membuat mu menurut dan uring-uringan." kata Daddy Jerome.
"Kapan aku uring-uringan?"
"Jangan mengelak! Akui saja!" balas Daddy Jerome.
Jethro memutar bola matanya malas sambil menaikkan sudut bibirnya.
"Dan yang ketiga, karena Jacob sangat menyukai Zizi. Jadi tidak ada alasan bagimu untuk menunda-nunda menikahi Zizi." kata Daddy Jerome lagi.
Jethro terdiam dan menunduk. Tadi saat mengatakan ingin bertanggung jawab pada Zizi, hatinya sangat mantap untuk menikahi Zizi tapi kenapa saat Daddy Jerome sudah mendesaknya untuk menikah, hati-nya malah kembali meragu menjalani pernikahan. Ia takut mengalami kegagalan lagi, ia takut ditinggal lagi.
"Dad, bagaimana kalau Jethro gagal lagi?" tanya Jethro.
"Kalau kamu takut gagal harusnya kamu cari tahu apa yang membuat pernikahan mu gagal. Walaupun kamu sudah dua kali menikah, hitungannya kamu baru satu kali gagal karena istri pertama mu itu meninggal dan kalian bercerai karena kematian. Jadi kamu harus cari tahu kenapa Becca meninggalkan mu!" jawab Daddy Jerome.
"Asal kamu tahu Je, seorang perempuan tidak akan mungkin meninggalkan pasangannya kalau pasangannya bisa memenuhi semua kebutuhannya. Kebutuhan yang dimaksud bukan hanya sekedar harta dan hubungan suami-istri, tapi masih banyak lagi hal-hal yang dibutuhkan perempuan dan selalu di sepelekan oleh kaum laki-laki." lanjut Daddy Jerome.
Jethro terdiam. Jethro sadar kalau masalahnya ada di kenangannya bersama dengan Milea. Dan itu yang membuat hati Jethro kini ragu menikahi Zizi. Jethro benar-benar bimbang sekarang. Kalau ia tetap menikahi Zizi, ia takut Zizi merasakan apa yang Becca rasakan karena Jethro yang belum bisa melupakan Milea. Tapi ia juga tidak mau lari begitu saja dari tanggung jawab-nya apalagi dia sudah berjanji pada Zizi akan menikahi-nya.
***
__ADS_1
Bersambung...