Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin

Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin
Menemukan Kamar Rahasia


__ADS_3

Kini Jethro sedang di periksa oleh dokter Billy, dokter pribadi Jethro.


"Bagaimana keadaan Jethro, dok?" tanya Alex yang juga sudah ada di apartemen Jethro.


"Untuk sekarang tidak ada masalah yang serius. Saya akan memberi obat penurun panas untuk di konsumsi selama dua hari, kalau dalam dua hari panas-nya tidak turun, silahkan bawa Tuan Jethro ke rumah sakit untuk kita lakukan pemeriksaan lengkap." jawab dokter Billy.


"Apa Tuan Jethro sedang tertekan karena pekerjaan atau tuntutan lainnya?" tanya dokter Billy, bukan karena dokter Billy kepo, melainkan dokter Billy menduga kalau sakit-nya Jethro karena sedang stress.


"Iya dok, Mommy-nya Jacob muncul dan membawa Jacob pergi." jawab Alex.


"Benarkah? Apa Jacob di bawa selama-nya oleh Mommy-nya?" tanya dokter Billy.


Alex menggelengkan kepala-nya.


"Hanya tiga hari. Tapi mungkin cara Mommy-nya Jacob yang membuat Jethro syok karena Mommy-nya Jacob mengambil Jacob saat sedang latihan berkuda belum lagi Mommy-nya Jacob sengaja melakukan panggilan palsu untuk mengecoh Jethro." jawab Alex.


"Bisa jadi. Dan bisa juga karena Tuan Jethro sangat ketakutan mantan istrinya mengambil Jacob selama-nya makanya Tuan Jethro sampai stres dan akhirnya jatuh sakit." jawab dokter Billy.


"Ini resep obat untuk Tuan Jethro silahkan beli di apotik. Diminum sehari tiga kali, tapi kalau baru satu kali meminum obat panas Tuan Jethro turun, tidak usah di berikan lagi, cukup berikan saja antibiotik dan vitaminnya." ucap dokter Billy seraya memberikan resep obat pada Alex.


"Baik dok." jawab Alex sembari menerima resep obat itu.


"Kalau begitu saya pulang dulu. Oh iya, tolong jangan pakaikan pakaian yang tebal dan selimut yang tebal, pakaikan saja baju yang tipis dan sering-sering ganti baju-nya kalau basah karena keringat." pesan dokter Billy sebelum pulang.


"Siap dok. Mari saya antar, dok, sekalian saya mau ke apotik membeli obat untuk Jethro." ucap Alex.


Dokter Billy pun mengangguk lalu berjalan keluar dari kamar Jethro dan diikuti Alex dari belakang.

__ADS_1


"Zi.." Alex memanggil Zizi yang sedang ada di ruang makan.


"Iya Tuan.." jawab Zizi sembari berlari kecil menghampiri Alex.


"Aku ke apotik dulu. Tolong perhatian Jethro dan tolong ganti pakaiannya Jethro dengan pakaian yang lebih tipis semacam kaos oblong biasa." ucap Alex.


"Saya Tuan mengganti baju Tuan Jethro?" Tanya Zizi kaget.


"Iya, terus mau siapa lagi? Kan saya harus membelikan obat ke apotik." jawab Alex.


"Tapi Tuan..."


"Kenapa kamu tidak mau? Ya sudah kalau begitu kamu saja yang membelikan obat, ke apotik. Ini kunci mobil ku, pakailah." balas Alex.


Zizi menggelengkan kepala-nya lemah.


"Ya sudah, saya pergi dulu yah." pamit Alex.


"Oh.. iya, kamu bisa mengambil pakaian Jethtro di lemari warna abu-abu yang ada di kamar itu." kata Alex lagi sembari menunjuk pintu yang Zizi ketahui itu adalah gudang.


"Baik Tuan." jawab Zizi.


"Ayo dok, kita pergi." ajak Alex.


Alex dan dokter Billy pun keluar dari apartemen Jethro. Setelah Alex dan dokter Billy keluar, barulah Zizi pergi ke gudang untuk mengambil baju Jethro.


Sesampainya di gudang itu, Zizi mengernyitkan keningnya, di gudang itu tak ada lemari yang Alex katakan yang ada hanya barang-barang usang yang sudah berdebu dan ukuran ruangan itu juga tidak terlalu besar.

__ADS_1


"Dimana lemari-nya?" gumam Zizi bertanya-tanya.


Namun tak lama Zizi melihat ada sesuatu yang aneh di dinding, dia melihat garis vertikal di dinding. Melihat itu, Zizi yang penasaran pun mendekati dinding yang menurutnya aneh lalu memperhatikan dengan seksama garis itu lalu mengetuk-ngetuk dinding itu ternyata bunyi-nya tidak sama saat ia mengetuk dinding dan ternyata itu bukanlah garis melainkan sela-sela pintu. Zizi pun mendorong pintu itu namun tidak bisa di buka.


"Pasti ada tombol untuk membuka pintu-nya." gumam Zizi. Ia pun mencari-cari dimana letak tombol untuk membuka pintu itu.


"Ini pasti tombol itu." ucap Zizi saat melihat hiasan ikan arwana yang terbuat dari batu yang moncongnya terasa aneh dimata Zizi. Dan benar saja saat Zizi memutar moncong hiasan ikan arwana itu, pintu rahasia itu pun terbuka.


Mata Zizi menganga saat melihat isi di balik pintu rahasia itu. Ternyata itu bukan sekedar ruangan melainkan kamar, karena di dala ruangan itu ada dua lemari, tempat tidur ukuran besar, meja kerja, meja rias, dan dua single sofa ada di dalam ruangan itu.


Zizi pun masuk ke dalam-nya dan anehnya barang-barang yang ada di dalam itu bukan barang-barang yang sudah tua atau lapuk tapi barang yang masih sangat bagus.


"Kenapa barang-barang ini ada disini?" gumam Zizi sampai akhirnya Zizi melihat foto yang sangat besar yang ada di dinding. Foto pernikahan Jethro dengan Milea.


"Apa itu Mommy-nya Jacob?" gumam Zizi bertanya-tanya.


Zizi pun membaca tulisan yang ada di foto itu. Nama yang tertulis adalah Jethro dan Milea.


"Milea? Bukankah nama Mommy-nya Jacob adalah Rebecca? Kalau tidak salah ingat Tuan Alex mengatakan nama Mommy-nya Jacob adalah Rebecca, lalu kenapa nama yang tertulis Milea?" gumam Zizi lagi merasa aneh.


Sampai akhirnya Zizi sadar kalau Mommy-nya Jacob adalah istri kedua Jethro.


"Apa Milea itu adalah istri pertama Tuan Jethro?" gumam Zizi menerka-nerka.


"Sedang apa kamu disini?" tiba-tiba suara yang tidak asing di telinga Zizi berhasil membuat Zizi melompat kaget.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2