
Boulevard Residence.
Kini Jethro dan Jacob sudah berada di Apartemen Boulevard Residence.
Begitu melihat sosok Zizi di apartemen Daddy-nya jelas saja Jacob sedikit kaget.
Melihat ekspresi wajah Jacob yang kaget, sebelum anaknya berpikir yang macam-macam, Jethro pun cepat-cepat menjelaskan pada Jacob siapa Zizi.
"Boy, kenalkan ini Aunty Zizi, dia asisten Daddy." ucap Jethro memperkenalkan Zizi.
Aunty? Apa setua itu wajahku! Aku masih delapan belas tahun, Tuan!
Teriak Zizi dalam hati.
"Asisten Daddy? Kalau Aunty ini asisten Daddy lalu Uncle Alex kemana? Apa dia sudah mengundurkan diri menjadi asisten Daddy?" tanya Jacob.
"Tidak Sayang, Uncle Alex masih tetap menjadi asisten Daddy, hanya saja karena pekerjaan Daddy sangat banyak dan tidak mungkin Uncle Alex yang membantu Daddy sendirian makanya Daddy tambahkan satu lagi asisten Daddy." jawab Jethro.
"Oh.. aku pikir Uncle Alex berhenti bekerja karena tidak ingin tertular menjadi jomblo lapuk seperti Daddy." celetuk Jacob.
"Hish anak ini!" geram Jethro.
Sedangkan Zizi menggelembungkan pipi-nya menahan tawa mendengar ocehan Jacob.
"Ekhem." Jethro berdehem untuk memberi kode pada Zizi agar Zizi memperkenalkan dirinya pada Jacob.
"Hai adik kecil-"
"Maaf Aunty, tolong jangan panggil aku adik kecil! Tahun ini aku sudah tujuh tahun!" protes Jacob.
"Kalau tidak mau di panggil adik kecil, lalu kamu mau aku memanggil mu apa?" tanya Zizi.
__ADS_1
"Panggil saja namaku, Jacob!" jawab Jacob sambil menjulurkan tangannya ke arah Zizi layaknya seorang pria dewasa yang memperkenalkan dirinya pada wanita.
Zizi tersenyum tipis melihat tingkah Jacob lalu menyambut uluran tangan Jacob.
"Zizi." jawab Zizi.
"Apa nama Aunty hanya itu? Kenapa singkat sekali?" tanya Jacob sambil melepaskan jabatan tangan mereka.
"Namaku Zivanya Arabella, tapi panggil saja Zizi." jawab Zizi.
"Sangat pas!" balas Jacob.
"Apanya yang sangat pas?" tanya Jethro. Ia takut anaknya berpikiran yang macam-macam.
"Namanya Aunty ini lah Dad, namamya cantik sangat pas dengan paras Aunty yang sangat cantik." jawab Jacob.
Jethro memutar bola matanya malas sambil menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar jawaban putranya, entah darimana putranya belajar menggombal seperti itu.
"Sudah.. sudah.. ayo makan malam! Mendengar ocehan mu membuat Daddy lapar!" ucap Jethro sambil berjalan menuju ruang makan.
"Ayo kita ruang makan." ajak Zizi sambil memegang pundak Jacob.
Tapi lagi dan lagi Jacob melayangkan protes karena Zizi memegang pundaknya. Karena menurut Jacob cara Zizi memegang pundaknya seolah seperti Zizi sedang memperlakukan anak kecil.
"Jangan memegang pundak ku Aunty! Tapi genggam tanganku!" protes Jacob.
"Baiklah." balas Zizi sambil tersenyum tipis lalu memegang tangan Jacob. Mereka pun berjalan menuju ruang makan sambil berpegangan tangan.
Ruang Makan.
Sesampainya di ruang makan, hal yang pertama Jethro lakukan adalah melihat menu makanan yang Zizi masak lalu mencari makanan yang tidak boleh Jacob makan dari dalam list.
__ADS_1
"Itu apa Tuan?" tanya Zizi sesampainya di ruang makan.
"List kegiatan dan makanan yang boleh dan tidak boleh Jacob makan." jawab Jethro.
"Disini tertulis kalau Jacob tidak bisa memakan makanan yang mengandung kacang, karena Jacob memiliki alergi kacang. Apa makanan mu hari ini ada yang mengandung kacang?" tanya Jethro.
"Tidak ada Tuan." jawab Zizi.
"Baguslah. Kalau begitu makanan ini aman untuk Jacob." Balas Jethro.
"Ayo Jacob duduk di kursi mu!" ucap Jethro.
Jacob pun duduk di kursi yang berhadapan dengan Jethro.
"Ini list-nya, copy list ini dan tempel lah di dapur dan kamar Jacob agar kamu tidak lupa rutinitas Jacob." ucap Jethro sambil memberikan selembar kertas itu.
Zizi pun mengambil list itu dan membaca sekilas list makanan yang tidak boleh Jacob makan. Sama seperti Jacob, Zizi juga tercengang melihat banyak sekali makanan yang tidak boleh Jacob makan bukan karena alergi melainkan karena makanan yang ada di dalam list tergolong makanan tidak sehat, salah satunya makanan yang mengandung MSG.
"Tuan, disini Jacob tidak boleh makan makanan yang mengandung MSG, di masakanku ini aku sedikit menambahkan MSG." ucap Zizi.
"Tidak masalah! Selagi itu bukan makanan yang membuat Jacob alergi, aku akan melanggar semua list makanan yang tidak boleh Jacob makan!" jawab Jethro.
"Sudah, ayo makan!" kata Jethro lagi lalu duduk di kursi makan.
Zizi pun tidak memperpanjang masalah list itu dan mulai melayani Jethro dan Jacob, setelah melayani Jethro dan Jacob barulah Zizi menyendokkan lauk pauk ke dalam piringnya kemudian duduk di kursi sebelah Jethro.
Melihat Zizi dan Jethro duduk berdampingan, Jacob mengernyitkan keningnya dalam-dalam sambil memberi tatapan curiga pada dua orang dewasa yang ada di hadapannya sekarang.
***
Bersambung...
__ADS_1