
Boulevard Residence.
Sesampainya di apartemen, Zizi langsung menghampiri Jethro yang sudah menunggu Zizi di ruang tengah.
"Kenapa kamu bisa kecolongan seperti ini, hah? Kan sudah aku bilang, jaga Jacob, jaga Jacob, jaga Jacob! Apa menjaga anak umur tujuh tahun saja kamu tidak bisa, hah!" bentak Jethro yang sedang dalam keadaan emosi tingkat tinggi.
Jelas saja bentakan Jethro itu membuat Zizi ketakutan dan menangis.
"Jethro, tenangkan dirimu." Alex berusaha menenangkan Jethro.
"Bagaimana aku bisa tenang, Alex kalau anak ku dalam keadaan bahaya!" bentak Jethro.
"Bahaya bagaimana! Jacob ada bersama Mommy-nya, Mommy-nya tidak akan mungkin mencelakai Jacob!" balas Alex.
"Maafkan saya Tuan, tadi setelah Tuan pergi, tiba-tiba saja saya sakit perut, jadi saya pergi ke toilet. Saya benar-benar tidak menyangka kalau ini akan terjadi, saya pikir karena Jacob sedang latihan bersama pelatihnya jadi aman." ucap Zizi sambil terisak.
Melihat Zizi menangis, hati Jethro jadi tidak tega dan merasa bersalah.
Jethro pun menghela nafasnya kasar lalu diam untuk menenangkan hati dan pikirannya.
Beberapa menit tiga orang yang ada di ruangan itu terdiam dengan pikiran yang berkecamuk dalam kepala mereka masing-masing.
"Sepertinya Becca sudah merencanakan ini jauh-jauh hari! Dan aku yakin telepon palsu itu adalah ulah Becca yang ingin mengecoh ku!" ucap Jethro memecah keheningan. Sekarang hati dan pikirannya sudah sedikit dingin.
"Dia tahu aku orangnya gampang panik, jadi dia sengaja mengatakan kalau ruangan arsip kebakaran. Setelah aku pergi dan Zizi tidak sedang mengawasi Jacob, dia pun langsung beraksi!" lanjut Jethro.
"Mmm.. aku pun berpikir kalau telepon palsu itu bukanlah telepon iseng biasa, aku tidak menyangka kalau Becca yang melakukan ini semua." sahut Alex.
"Ini sudah tindak kriminal! Pertama, dia sudah melakukan telepon palsu. Kedua, dia sudah membohongi pelatih Jacob. Ketiga, dia membawa Jacob tanpa meminta izin dari ku! Aku akan menjebloskan ja.lang itu ke penjara agar dia tidak bisa berkeliaran dan mengambil Jacob seperti ini!" garam Jethro.
"Tapi aneh-nya kenapa Jacob mau saja ikut dengan Becca? Apa Jacob masih mengingat wajah Becca setelah empat tahun lebih tidak melihat Mommy-nya?" Alex bertanya-tanya.
__ADS_1
"Tidak mungkin pelatihnya mengizinkan Jacob ikut bersama Becca kalau Jacob tidak mau. Tapi pelatihnya bilang Jacob terlihat sangat senang ketika melihat Becca dan dari rekaman cctv tadi Jacob juga terlihat menempel terus pada Becca." lanjut Alex.
"Itu juga yang membuat ku aneh. Aku sudah menyingkirkan semua barang-barang ja.lang itu, tapi kenapa bisa Jacob tahu kalau Becca adalah Mommy-nya! Pasti ada orang dalam mansion yang diam-diam memberitahu Jacob atau bahkan diam-diam mempertemukan Jacob dengan Becca!" balas Jethro lalu menghela nafasnya kasar sambil menyandarkan punggungnya di sandaran sofa dan menutup wajah-nya dengan kedua telapak tangannya, Jethro terlihat sangat frustasi.
KRIIING..
Tiba-tiba saja ponsel Jethro berdering.
Cepat-cepat Jethro mengambil ponselnya yang ia letakkan diatas meja.
Panggilan dari nomor tak di kenal lagi.
"Ini pasti si ja.lang itu!" geram Jethro.
Jethro pun menggeser tombol hijau dan mengaktifkan pengeras suara agar Alex bisa mendengar pembicaraan mereka.
"Halo.."
"Daddy..." suara Jacob.
"Jacob sedang bersama Mommy, Dad. Daddy tidak perlu khawatirkan Jacob." jawab Jacob.
"Iya, kamu dimana sekarang?" desak Jethro.
"Halo Je, apa kabar?" tiba-tiba Rebecca mengambil alih teleponnya.
"Dasar ja.lang! Kembalikan anak ku atau kamu akan menyesal!" geram Jethro.
"Pelankan suara mu dan bicara yang bagus, karena aku mengaktifkan pengeras suara! Apa kamu mau Jacob mendengar kamu menghina Mommy-nya?" ucap Becca.
"Brengsek!" lirih Jethro pelan namun masih bisa di dengar Becca.
__ADS_1
"Aku tidak punya maksud membawa Jacob pergi bersamaku, aku hanya ingin menghabiskan waktu ku selama beberapa hari saja bersama Jacob, nanti pasti aku akan kembalikan Jacob padamu. Jadi aku mohon padamu, tarik mundur orang-orang mu yang sudah kamu suruh mengejar kami! Atau aku akan berbuat nekat!" Ucap Becca.
"Aku tidak mengizinkannya! Cepat kembalikan anak ku sekarang!" tolak Jethro.
"Jacob anak ku juga Je, kamu tidak bisa egois seperti ini! Setelah empat tahun kamu memisahkan ku dari anakku, aku hanya ingin bersama anakku tiga hari saja, aku mohon. Aku ingin menebus kesalahan ku pada Jacob." ucap Becca.
"Apa kau bilang? Aku memisahkan mu dari Jacob? Bukannya kau yang pergi meninggalkan Jacob disaat dia sedang panas tinggi! Apa kau lupa kejadian malam itu, hah!"
"Aku akan menjelaskannya nanti! Sekarang aku mohon tarik mundur orang-orang mu! Aku hanya ingin menghabiskan waktu dengan Jacob selama tiga hari. Kalau kamu tidak percaya, kamu bisa mengirim bodyguard bayangan untuk mengawasi kami dari jauh." balas Becca.
"Daddy, tolong izinkan aku bersama Mommy beberapa hari, aku mohon Daddy.." tiba-tiba Jacob mengambil alih teleponnya.
Jethro menghela nafasnya kasar.
"Berikan ponsel-nya pada Mommy-mu!" jawab Jethro.
"Halo." kini ponsel sudah kembali ke tangan Becca.
"Baiklah, aku akan mengizinkan mu bersama Jacob, hanya tiga hari, tidak lebih! Awas saja kalau sampai anak ku sakit dan lecet, habis kau!" akhirnya Jethro pun mengizinkan Becca bersama Jacob selama tiga hari.
"Terimakasih Je." balas Becca.
"Dan satu lagi, Jacob alergi kacang! Jadi jangan memberikan makanan apapun yang mengandung kacang! Kau paham!" ucap Jethro
"Aku tahu." jawab Becca.
Jethro pun mengakhiri panggilan telepon itu sepihak.
"Alex, tarik mundur orang-orang kita! Dan suruh tim intel mengerahkan tiga atau empat orang untuk mengawasi Jacob dan Becca dari jauh!" ucap Jethro.
Setelah mengatakan itu, Jethro pun berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kamar Jacob.
__ADS_1
***
Bersambung...