
McLeon Group.
Sudah hampir setengah jam Jethro hanya duduk di kursi kebesarannya tanpa melakukan apa-apa, padahal banyak berkas yang harus segera Jethro tanda tangani seperti salah satunya berkas-berkas persetujuan pencairan gaji karyawan.
Ia tidak punya gairah untuk bekerja, yang ada di pikirannya hanya Zizi, Zizi dan Zizi. Apalagi Jethro tau Zizi pulang bekerja larut malam. Ia takut Zizi kenapa-kenapa saat pulang bekerja.
"Ah... Sudah lah biar saja, toh dia yang mau pergi." lirih Jethro.
Meski mulutnya berkata untuk membiarkan Zizi seperti itu, tapi hati-nya sangat bertentangan dengan apa yang di ucapkan mulutnya. Hatinya tetap saja gelisah.
Tok... Tok... Tok...
Suara pintu ruang kerja-nya yang terketuk berhasil membuat Jethro menegakkan punggungnya dan kembali memegang pena-nya.
"Masuk." ucap Jethro.
Ceklek. Pintu terbuka dan Alex pun masuk kedalam ruang kerja.
"Ku pikir siapa! Tidak tahu-nya kau yang mengetuk pintu!" dumel Jethro karena biasanya asisten sekaligus sahabatnya itu jarang sekali mengetuk pintu apalagi sampai harus menunggu jawaban dari Jethro untuk masuk.
Alex tidak menggubris dumelan Jethro. Sekarang Alex sedang kesal pada Jethro sama seperti Jacob dan Mommy Radea karena sudah membuat Zizi pergi.
"Sudah selesai kau tanda tangani berkas yang tadi aku berikan?" tanya Alex dengan nada dingin.
__ADS_1
"Belum." jawab Jethro tanpa melihat ke arah Alex karena saat ini Jethro tau Alex sedang marah padanya.
"Kau ini bikin apa sih dari tadi! Tadi kan aku sudah bilang berkas itu harus segera kau tanda tangani." omel Alex.
"Iya, ini mau aku tanda tangani." jawab Jethro tak berkutik.
Meski Alex hanyalah asistennya tapi kalau ia salah ia tidak akan membantah kata-kata Alex.
"Cepatlah, aku tunggu disini." ucap Alex sambil berdiri di depan meja kerja Jethro dan melipat tangannya di depan dada.
Beberapa lembar berkas pun selesai Jethro tanda tangani.
"Ini." Jethro menyerahkan berkas-berkas itu pada Alex.
Alex pun mengambil berkas itu dengan kasar lalu membalikkan tubuh-nya hendak keluar dari ruang kerja Jethro.
"Oh... iya aku lupa, tadi Nyonya Radea menghubungi ku, katanya ulang tahun Nyonya Radea besok akan dirayakan di Platinum Cafe. Kalau kau mau datang silahkan kalau tidak yah tidak perlu datang yang penting Nyonya Radea sudah mengundang mu." ucap Alex.
Setelah mengatakan itu Alex pun keluar dari ruang kerja Jethro.
Setelah Alex keluar, Jethro mengernyitkan keningnya dalam-dalam.
"Platinum Cafe? Itukan kafe tempat Zizi bekerja? Kenapa Mommy merayakan ulangtahun disana? Apa Mommy sengaja ingin aku datang kesana?!" gerutu Jethro.
__ADS_1
"Apa Mommy pikir aku akan takut datang kesana karena ada Zizi, oh... tentu tidak! Untuk apa aku menghindar dari Zizi! Aku akan membuat Zizi menyesal telah melepaskan kesempatan berharga menjadi sugar baby-ku." gumam Jethro lagi.
***
Keesokan harinya.
Platinum Cafe.
Pukul 19.00
Tidak seperti perayaan ulang tahun yang sudah-sudah yang dirayakan di sebuah hotel bintang lima dan tamu dari kalangan elit, di ulang tahun Mommy Radea kali ini dirayakan secara sederhana dan hanya mengundang anak-anak yatim dan lansia-lansia yang ada di panti jompo.
Dan itu benar-benar di luar ekspektasi Jethro. Karena saat ini Jethro sudah memakai setelan tuxedo dengan sepatu yang mengkilap, dengan rambut undercut. Sedangkan yang berulangtahun saja hanya memakai dress biasa dan Daddy Jerome, Jacob dan yang lainnya juga memakai pakaian semi formal.
"Oh... my God Mommy..." keluh Jethro begitu sampai di depan pintu kafe dan melihat para tamu yang datang.
Jethro yang malu salah kostum pun pelan-pelan berjalan mundur, ia hendak kabur dari acara. Ia tidak peduli tanggapan Mommy-nya yang akan mengira ia tidak datang karena malu bertemu Zizi. Daripada ia jadi bahan tertawaan karena berpakaian formal.
"Daddy...!!!!" teriak Jacob yang ternyata melihat Jethro di depan pintu kafe.
"Shiiiit!!! Anak itu, kenapa melihat sih!" gerutu Jethro.
Gara-gara Jacob meneriaki-nya sekarang semua mata jadi memandang kearahnya. Kepala Jethro sudah sebesar bola globe begitu semua mata tertuju padanya, ini sangat memalukan.
__ADS_1
***
Bersambung...