
Kalau kamu ingin memberikan Mommy baru untuk Jacob, sebaiknya dimulailah dengan menyingkirkan barang-barang mantan istri mu itu, agar tidak ada lagi wanita yang mengalami depresi seperti aku karena harus cemburu dengan orang yang sudah meninggal. Karena sekuat apapun usaha mu membuka hatimu untuk wanita lain, semua akan sia-sia kalau kamu masih menyimpan barang-barang mantan istrimu dan bahkan kamu sampai bermalam bersama barang-barang peninggalan mantan istrimu.
Kata-kata dari Rebecca itu tak henti-hentinya terngiang-ngiang di kepala Jethro.
"Apa aku harus melakukan itu agar aku hatiku bisa seutuhnya terbuka untuk Zizi?" gumam Jethro.
Tiga puluh menit kemudian.
Pakaian yang Zizi sudah kering, Zizi pun sudah bersiap untuk keluar dari apartemen Jethro.
Zizi pun menghampiri Jethro yang masih duduk di ruang tengah.
"Tuan, saya pulang dulu. Terimakasih untuk semua-nya." pamit Zizi.
Jethro tak menyahut, ia masih diam seperti manekin.
Karena Jethro tidak menjawab, tanpa berpamitan sekali lagi, Zizi pun berjalan menuju pintu dan keluar dari apartemen Jethro.
Kejar Je, ayo kejar! Jangan sampai kamu menyesal!
Kata hati Jethro berteriak-teriak meminta Jethro mengejar Zizi.
__ADS_1
Jethro pun bangkit dari duduknya lalu mengejar Zizi yang sudah masuk di dalam lift.
Untungnya Jethro masih bisa mengejar lift itu jadi saat pintu lift hampir saja tertutup, pintu itu masih bisa terbuka.
Jethro pun masuk kedalam lift. Dan begitu pintu lift tertutup, Jethro langsung mendorong Zizi ke dinding lift dan langsung mencium bibir Zizi.
Zizi yang kaget hanya bisa mematung dengan serangan dadakan Jethro, tubuh-nya tiba-tiba saja seperti kanebo kering yang kaku, bahkan sangking kaku-nya untuk meronta atau membalas ciuman Jethro saja Zizi tidak bisa.
Ting. Pintu lift terbuka di lantai di bawah lantai Jethro.
Begitu pintu lift terbuka, orang-orang yang berdiri di depan pintu langsung menganga melihat Jethro yang sedang mencium Zizi.
Saat itu barulah tubuh Zizi bisa di gerakkan dan ia pun mendorong tubuh Jethro hingga tautan bibir Jethro di bibir-nya terlepas.
Ting. pintu lift terbuka. Orang-orang yang ada dalam lift kecuali Zizi dan Jethro pun keluar dari dalam lift. Setelah semua orang keluar, Jethro pun menutup kembali pintu itu lalu menekan angka dimana lantai unit apartemennya berada.
Selama di dalam lift, Zizi dan Jethro sama-sama diam. Zizi masih malu sedangkan Jethro ia sedang menahan gelora yang sedang menggebu-gebu dalam dada-nya.
Ting. Pintu lift terbuka.
Tanpa bicara, Jethro langsung menarik tangan Zizi dan membawa Zizi keluar dari dalam lift.
__ADS_1
"Aaarghh... pelan-pelan Tuan, sakit." ringis Zizi saat tangan Jethro sangat kuat mencengkram tangannya dan menariknya terlalu cepat.
Bukannya melepaskan genggamannya, Jethro malah menggendong Zizi apa bridal style.
"Tuan!!" pekik Zizi.
"Ssst... diam! Atau aku akan mencium mu lagi disini." ancam Jethro.
Zizi pun terdiam seketika dan Jethro pun meneruskan langkahnya menuju unit apartemennya.
Ceklek. Pintu terbuka.
Jethro pun masuk ke dalam unit-nya. Sesampainya di dalam apartemen, Jethro tidak langsung menurunkan Zizi, ia tetap menggendong Zizi dan membawa-nya sampai di ruang tengah lalu mendudukkan Zizi di sofa panjang.
Setelah mendudukkan Zizi, Jethro pun berjalan menuju kamar-nya.
Mau apa dia? gumam Zizi dalam hati.
Tak lama Jethro pun kembali keruang tengah dengan membawa ponsel-nya lalu duduk di sebelah Zizi.
Jethro pun menghubungi Alex dan tak lupa mengaktifkan pengeras suara agar Zizi juga mendengar pembicaraan Jethro dan Alex.
__ADS_1
***
Bersambung...