Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin

Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin
Cemburu Nih Yee...!


__ADS_3

"Maafkan aku Je, aku tidak bermaksud mengingatkan mu pada Milea." ucap Alex merasa bersalah.


"Tidak pa-pa." balas Jethro.


"Memangnya kapan Tuan Jerome pergi ke Negara J?" tanya Alex.


"Sore ini." jawab Jethro.


Alex pun terdiam, ia pun ikut memikirkan bagaimana cara agar Jacob tetap ada yang mengurus selama orangtua Jethro pergi.


Tiba-tiba saja Alex pun teringat akan Zizi.


"Je, bagaimana kalau kau membawa Jacob ke apartemen mu yang di tinggali Zizi dan minta tolong pada Zizi untuk menjaga Jacob sementara waktu?" saran Alex.


"Tidak.. tidak! Bisa bahaya kalau aku membawa Jacob kesana! Pertama nanti Jacob akan berpikir kalau Zizi adalah calon Mama barunya dan yang kedua bisa-bisa mulut Jacob ember dan memberitahu orangtua ku!" tolak Jethro.


"Ya bilang saja kalau Zizi itu adalah asisten kedua mu yang akan membantu mu menjaga Jacob sementara waktu, gampang kan! Lagipula, wajah Zizi juga masih kelihatan anak-anak, jadi tidak mungkin juga Jacob kepikiran kalau Zizi adalah calon Mama barunya." balas Alex.


Jethro pun terdiam, ia nampak sedang menimbang-nimbang ide yang di berikan Alex.


"Nanti lah aku pikirkan lagi, kalau memang tidak ada cara lain, yah terpaksa aku menggunakan saran mu." ucap Jethro.


"Jadi apa jadwal ku hari ini?" tanya Jethro. Ia pun kembali ke mode kerja.


Alex pun memberitahu Jethro jadwal-nya hari ini.


Satu jam kemudian.


Setelah satu jam menimbang-nimbang ide yang Alex berikan, akhirnya Jethro pun memutuskan untuk memakai ide Alex.


Jethro pun menghubungi Zizi dan memberitahu Zizi kalau dirinya akan datang ke apartemen saat jam makan siang.

__ADS_1


Jam makan siang pun tiba.


Jethro pun keluar dari ruang kerja-nya dan berjalan menuju lift. Saat melintasi ruang kerja Alex, bertepatan dengan Alex yang keluar dari ruang kerja-nya.


"Mau makan siang dimana?" tanya Alex.


"Kau makan siang sendiri saja, aku ingin ke Boulevard." jawab Jethro sambil terus berlalu dari hadapan Alex.


Boulevard? Apa dia mau menemui gadis itu? Aku ikut kalau begitu! gumam Alex dalam hati.


"Tunggu Je, aku ikut!" teriak Alex sambil berlari kecil menyusul Jethro yang sudah masuk ke dalam lift dan untungnya Alex masih bisa mengejar Jethro dan masuk ke dalam lift.


"Kau menerima saran ku?" tanya Alex begitu pintu lift tertutup.


"Mmm.. habisnya tidak ada cara lain." jawab Jethro.


"Aku akan meliburkan Bibi El sampai orangtua ku kembali dari Negara J." kata Jethro lagi.


***


Boulevard Residence.


Kini Jethro dan Alex sudah berada di apartemen Jethro di Boulevard Residence.


Begitu berada di dalam apartemen, Zizi yang cukup terkejut karena Jethro datang dengan Alex pun langsung mengajak Jethro dan Alex makan siang, karena setelah Jethro memberitahunya kalau Jethro akan datang ke apartemen, Zizi langsung cepat-cepat masak dua menu yang berbeda dan untung saja Zizi masak agak banyak, jadi cukup untuk makan mereka bertiga.


Sesampainya di ruang makan Alex cukup tercengang dengan makanan yang tersaji di meja makan. Walau hanya dua jenis menu makanan tapi makanan itu terlihat sangat lezat.


"Apa semua ini kamu yang memasaknya, Zi?" tanya Alex.


"Umm.." jawab Zizi sambil menganggukkan kepala-nya.

__ADS_1


"Aku tidak tahu kalau kau pintar masak. Kalau tahu begitu, aku yang akan menyelamatkan mu dari perjodohan dengan si tua bangka dan menjadikan mu istri ku." celetukan sindiran Alex untuk Jethro karena sampai sekarang Jethro masih belum memberitahunya alasan kenapa Jethro menyelamatkan Zizi.


"Anda bisa saja Tuan." balas Zizi malu-malu. Sangking malu-nya, wajahnya sampai memerah.


Melihat respon Zizi yang malu-malu membuat Jethro agak sedikit kesal.


"Ekhem..." Jethro pun berdehem.


"Ayo makan! Ada hal yang harus kita bicarakan!" ucap Jethro dengan nada dingin lalu menarik kursi dan mendaratkan bokongnya.


"Baik Tuan." balas Zizi.


Zizi pun melayani Jethro, menyendokkan lauk pauk ke piring Jethro lalu menuangkan air minum untuk Jethro. Setelah melayani Jethro, Zizi pun beralih pada Alex dan hendak melayani Alex seperti dirinya melayani Jethro.


"Ekhem.." lagi dan lagi Jethro berdehem sambil memberi tatapan tajam pada Zizi.


"Tidak usah kamu layani dia! Dia bisa menyendokkan makanannya sendiri!" ucap Jethro.


"Baik Tuan." balas Zizi. Mau tidak mau, Zizi pun mengurungkan niatnya melayani Alex lalu menarik kursi yang bersebelahan dengan Alex.


"Ekhem..." sekali lagi Jethro berdehem sambil melirik ke arah kursi yang ada di sebelah-nya seolah memberi kode pada Zizi agar Zizi duduk di sebelahnya bukan di sebelah Alex. Zizi yang paham dengan kode yang diberikan Jethro itu pun pindah ke sebelah Jethro.


Gara-gara kata-kata Alex yang ingin menjadikan Zizi istrinya kalau saja Alex yang bertemu Zizi lebih dulu, Jethro jadi kesal.


Melihat sikap Jethro itu, Alex hanya tersenyum tipis tapi dalam hati tertawa terbahak-bahak.


Cemburu nih yeee...


Ejek Alex dalam hati.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2