
Satu bulan berlalu.
Hubungan Jethro dan Zizi pun juga semakin dekat. Zizi juga sudah tidak canggung lagi dengan Jethro. Jethro juga sering menginap di apartemen yang ditempati Zizi dan pastinya tidur bersama Zizi. Walau mereka tidur bersama, tapi tidak sekalipun Jethro mengajak Zizi berhubungan intim, bahkan Jethro sudah tidak lagi mencium Zizi. Yang Jethro lakukan saat tidur bersama Zizi hanyalah memeluk Zizi sepanjang malam.
Entah kenapa tidur dengan memeluk Zizi memberi kenyamanan tersendiri bagi Jethro. Tubuh Zizi dan aroma tubuh Zizi seperti obat penenang bagi tubuh-nya yang sering mengalami kegelisahan setiap malam.
Kedekatan Zizi dan Jethro jelas membuat Jacob senang dan merasa misi-nya berhasil. Saat bersama Becca, Jacob banyak bercerita tentang Zizi pada Becca. Jacob menyukai Zizi dan setuju kalau Zizi menjadi Mommy baru-nya tapi yang membuat Jacob ragu adalah perasaan Daddy-nya karena Jacob tahu Daddy-nya sangat susah membuka hati untuk perempuan dan malas membicarakan pernikahan.
Mendengar curhatan Jacob, Becca pun memberi ide pada Jacob untuk membuat pusat perhatian dan kasih sayang Zizi hanya pada Jacob, jika Jethro menunjukkan sikap tidak mau mengalah, itu menandakan kalau Jethro sebenarnya juga menyukai Zizi hanya terhalang gengsi dan masa lalu-nya. Makanya setelah kembali bersama Jethro dan Zizi, Jacob bertingkah lebih manja pada Zizi dari sebelum-sebelumnya.
***
Tuan dan Nyonya McLeon juga sudah pulang dari negara J. Masalah perusahaan disana juga sudah bisa dikendalikan oleh Daddy Jerome dengan sangat baik.
Karena Grandpa dan Grandma-nya Jacob sudah pulang, maka Jethro pun kembali mengantar Jacob ke McLeon Mansion.
Sekarang Zizi, Jethro dan Jacob sudah berada di ruang tengah. Zizi sedang mengemasi barang-barang Jacob.
"Daddy, apa Aunty tidak ikut ke mansion?" tanya Jacob karena melihat Zizi yang belum bersiap-siap.
__ADS_1
"Tidak." jawab Jethro.
"Kenapa? Apa Daddy tidak ingin mengenalkan Aunty Zizi pada Grandma dan Grandpa?" tanya Jacob lagi.
"Mengenalkan untuk apa?" tanya Jethro balik.
"Ya, mengenalkan sebagai calon Mommy baru ku." jawab Jacob dengan polosnya.
"Uhuk... Uhuk.. uhuk.." Jethro sampai tersedak air liurnya sendiri mendengar jawaban polos Jacob.
Kemudian Jethro menoleh kearah Zizi yang terlihat sedang salah tingkah.
"Kenapa kamu bilang begitu, hah! Kan sudah Daddy bilang kalau Zizi adalah asisten Daddy." ucap Jethro.
Zizi yang sudah tidak bisa lagi menutupi kecanggungan nya pun cepat-cepat beranjak dari ruang tengah menuju dapur.
"Jangan bicara sembarangan! Daddy tidak pernah tidur bareng dengan Zizi! Kalau Daddy menginap disini, Daddy tidur di sofa ini." sanggah Jethro.
"Cih! Pembohong! Jelas-jelas Jacob pernah melihat Daddy tidur berpelukan dengan Aunty Zizi!" balas Jacob dengan sorot mata meremehkan.
__ADS_1
"Benarkah? Mungkin Daddy saat itu Daddy sedang tidur sambil berjalan dan tidak sadar masuk ke kamar Zizi." jawab Jethro beralasan.
"Apa iya? Lalu kenapa hanya berjalan ke kamar Aunty Zizi saja! Kenapa Daddy tidak pernah tidur sambil jalan ke kamar ku! Setiap menginap disini alasannya ingin menemani ku tidur, tapi nyata-nya Daddy malah menemani Aunty Zizi tidur!"
Jethro menghela nafasnya kasar, ia sudah kehabisan menyanggah tuduhan Jacob.
"Terserah mu saja mau bilang apa! Tapi, ingat jangan menceritakan ini pada Grandpa dan Grandma mu! Awas saja kamu kalau sampai Grandpa dan Grandma mu menyinggung soal Zizi pada Daddy, kamu orang pertama yang Daddy cari! Daddy masukkan kamu ke asrama!" ancam Jethro.
"Cih.." Jacob hanya mencebik mendengar ancaman Jethro.
Memangnya Daddy berani memasukkan ku ke asrama! Yang ada Daddy nanti yang di coret dari kartu keluarga oleh Grandpa! gerutu Jacob dalam hati.
"Ya sudah, ayo kita berangkat!" Jethro pun berdiri dari duduknya.
"Zi, kami pergi dulu." pamit Jethro.
Zizi yang mendengar pamitan Jethro dari dapur pun hanya menyahut tanpa menyusul Jethro. Ia masih malu bertemu dengan Jacob.
Setelah mendengar sahutan Zizi, Jethro dan Jacob pun keluar dari apartemen.
__ADS_1
***
Bersambung...