Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin

Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin
Mendadak Kaya


__ADS_3

Sementara itu di salah satu kamar tipe Deluxe Room di hotel tersebut. Ada Tuan Norman yang sedang marah-marah pada si wanita paruh baya yang sudah melepaskan keponakannya pada Jethro.


"Saya tidak mau tahu, pokoknya kalian harus mengganti uang yang sudah saya berikan tiga kali lipat!" Bentak Tuan Norman.


Si wanita paruh baya itu terlihat biasa saja mendengar pinalti yang di berikan Tuan Norman.


"Kau ini bagaimana sih! Dimana Zizi sekarang? Biar aku yang menyeretnya!" bisik suami dari si wanita paruh baya itu.


"Tidak perlu mencari Zizi lagi, kita bayar saja uang yang di minta si tua bangka ini." jawab si wanita paruh baya itu.


"Apa maksud mu! Dari mana aku mendapatkan uang tiga ribu dollar!" balas si suami.


"Serahkan padaku!" jawab si wanita paruh baya pada suaminya dengan santai.


Si wanita paruh baya itu pun berjalan mendekati Tuan Norman.


"Hanya tiga kali lipat kan? Jangankan tiga kali lipat, lima kali lipat pun bisa aku bayar sekarang!" ucap si wanita paruh baya pada Tuan Norman dengan sombongnya.


Tuan Norman menyebikkan bibir-nya tidak percaya mendengar si wanita paruh baya bisa membayar lima kali lipat uang yang sudah ia berikan.


Sedangkan dibelakang si wanita paruh baya, ada suaminya yang ternganga mendengar kata-kata istrinya.


"Sebutkan nomor rekening Anda, biar saya transfer sekarang juga uang Anda." ucap si wanita paruh baya itu lagi pada Tuan Norman.

__ADS_1


Tuan Norman pun memberikan nomor rekeningnya pada si wanita paruh baya. Lalu si wanita paruh baya itu pun mentransferkan uang sebesar lima ribu dollar pada Tuan Norman.


TRIING.


Notifikasi m-banking di ponsel Tuan Norman.


Tuan Norman pun mengeluarkan ponsel-nya dari dalam saku celana-nya dan betapa kagetnya Tuan Norman saat melihat uang yang di transferkan oleh si wanita paruh baya itu. Ia tidak menyangka kalau si wanita paruh baya itu punya uang sebanyak itu.


"Sudah kan? Karena aku sudah mengembalikan uang mu, bahkan lima kali lipat, jadi jangan mengganggu kami lagi apalagi mengganggu Zizi!" ucap si wanita paruh baya itu.


Setelah mengatakan itu, si wanita paruh baya itu pun menarik suami-nya untuk keluar dari dalam kamar itu.


Sekarang pasangan suami-istri itu sudah berada dalam lift.


"Dari pria yang membeli Zizi." jawab Bibi Alicia, nama si wanita paruh baya itu.


"Apa maksud mu? Apa ada pria lain yang menawar Zizi? Lalu berapa pria itu membeli Zizi?" tanya Paman Derry.


"Mmm.." jawab Bibi Alicia.


"Coba tebak berapa pria itu membeli Zizi?" tanya Bibi Alicia.


"Sepuluh ribu dollar?" jawab Paman Derry, karena tidak mungkin istrinya itu memberikan uang lima ribu dollar pada Tuan Norman kalau pria lain yang membeli Zizi itu hanya memberikan uang lima ribu dollar.

__ADS_1


Bibi Alicia menggelengkan kepala-nya.


"Bukan? Lalu berapa?" tanya Paman Derry penasaran.


"Seratus lima puluh ribu dollar." jawab Bibi Alicia.


Mata Paman Derry membulat lebar.


"Yang benar Sayang?" tanya Paman Derry tidak percaya.


"Benar Sayang. Tadinya aku hanya asal-as salam menyebut angka seratus ribu dollar, eh.. tidak tahunya laki-laki itu menambahkan lima puluh ribu dollar. Aku seperti mendapat durian runtuh." jawab Bibi Alicia.


"Ini kalau kau tidak percaya, aku tunjukkan bukti transfernya." ucap Bibi Alicia lagi.


Bibi Alicia pun menunjukkan riwayat transferan Jethro pada Paman Derry.


"Tunggu sebentar. Jethro McLeon? Sepertinya nama yang tidak asing." ucap Paman Derry.


"Memangnya kamu kenal dengan nama ini?" tanya Bibi Alicia.


Paman Derry tidak menjawab, ia sedang memusatkan pikirannya untuk mengingat-ingat nama Jethro McLeon.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2