
Boulevard Residence.
Pukul 19.00
Saat ini Jethro masih menunggu Zizi. Ia yakin kalau Zizi pasti akan kembali.
Ting... Tong... Ting... Tong...
Mendengar suara bel pintu, Jethro langsung tersenyum.
"Apa aku bilang, pasti dia datang lagi!" lirih Jethro.
Jethro pun berdiri dari duduknya dan berjalan menuju pintu dengan senyum yang merekah di pipi-nya. Tapi sesampainya di pintu, saat Jethro melihat monitor untuk melihat siapa yang ada di depan pintu, senyum Jethro langsung memudar seketika karena ternyata yang datang bukanlah Jethro melainkan Mommy Radea, Jacob dan Bibi El.
Jethro menghela nafasnya kasar lalu membuka pintu.
"Aunt-" Jacob yang bersemangat ingin memeluk Zizi begitu pintu terbuka, semangatnya pun surut seketika karena ternyata yang membuka pintu bukan Zizi melainkan Daddy-nya.
"Kenapa Daddy ada disini?" tanya Jacob.
"Bukan kah seharusnya Daddy yang bertanya, untuk apa kalian malam-malam datang kesini?" Jethro malah bertanya balik.
"Kami ingin bertemu dengan Zizi, asisten mu itu. Kau bilang ingin membawa-nya menemui kamu di mansion, tapi sampai sekarang tidak pernah kamu mengenalkannya pada Mommy dan Daddy! Bikin penasaran saja!" jawab Mommy Radea lalu menyerobot masuk kedalam apartemen.
__ADS_1
"Mana gadis itu? Jacob, cepat panggil calon Mommy baru-mu!" ucap Mommy Radea sambil berjalan memasuki ruang tengah.
Jacob pun berlari, namun belum juga sampai diruang tengah, perkataan Jethro sudah menghentikan langkah Jacob.
"Dia tidak disini! Dia sudah mengundurkan diri." ucap Jethro.
Mendengar itu Jacob pun langsung memutar tubuh-nya dan melihat Daddy-nya yang ada di belakang.
"Kenapa? Apa Daddy mengusir Aunty Zizi?" tanya Jacob.
"Kan sudah Daddy bilang, Zizi mengundurkan diri. Bukan Daddy yang mengusirnya." jawab Jethro.
"Apa alasannya gadis itu mengundurkan diri? Pasti karena kamu sudah memperlakukannya kasar kan?" selidik Mommy Radea.
"Berlaku kasar itu bukan hanya memukul, tapi bisa saja kamu sudah memarahi-nya dengan kata-kata yang kasar! Iya kan?!" tanya Mommy Radea lagi.
"Terserah Mommy saja!" balas Jethro sambil mendaratkan bokongnya di sofa.
"Huwaaaaa..." Jacob menangis sejadi-jadinya sambil berlari ke kamar-nya. Melihat itu, Bibi El pun langsung menyusul Jacob.
"Lihat itu, anak mu sampai menangis seperti itu karena kehilangan calon Mommy baru-nya!" omel Mommy Radea.
"Mom! Sudah berapa kali Jethro bilang, Zizi itu bukan calon Mommy-nya Jacob jadi berhenti meracuni otak Jacob dengan hal-hal bodoh seperti itu! Kalau sekarang Jacob merasa kehilangan, itu bukan salah Jethro tapi salah Mommy yang telah menaruh harapan pada Jacob." balas Jethro.
__ADS_1
Mommy Radea menghela nafasnya kasar.
"Cih... Mommy sudah tidak sabar melihat kamu menjilat ludah mu sendiri!" ucap Mommy Radea lalu berjalan menuju kamar Jacob.
Di dalam kamar, Mommy Radea pun membujuk Jacob untuk berhenti menangis dan pulang. Karena Jacob susah untuk didiamkan terpaksa Mommy Radea membujuk Jacob dengan mengatakan akan membawa Zizi kembali. Sebenarnya Mommy Radea paling tidak suka ikut campur urusan hati Jethro, tapi mau bagaimana lagi cucu satu-satunya sangat menyukai Zizi dan sangat menginginkan Zizi menjadi Mommy baru-nya.
Untungnya Jacob bisa ditenangkan dengan janji sang Grandma. Sekarang tinggal sang Grandma saja yang memikirkan bagaimana cara menjadikan Zizi dan Jethro bersama.
***
Dua hari kemudian.
Zizi sudah mendapat pekerjaan disebuah kafe yang buka dari jam empat sore sampai jam dua belas malam.
Pekerjaannya di kafe hanya menulis pesanan customer dan membersihkan meja setelah customer pergi.
Di hari pertama Zizi tidak pulang keapartemen, Jethro yang penasaran kemana Zizi pergi tapi gengsi mencari Zizi pun memutuskan untuk menyuruh orang mencari Zizi. Mengetahui Zizi ada dirumah Dahlia, barulah Jethro sedikit tenang, sebenarnya ia ingin membawa Zizi pulang bersama-nya tapi gengsi, jadi mau tak mau ia membiarkan Zizi ada disana dan cukup mengamati apa yang akan Zizi lakukan tanpa-nya.
Jethtro juga tahu kalau Zizi mendapat pekerjaan di kafe. Pekerjaan itu Zizi dapat murni dari usaha Zizi tanpa ada backingan dari Jethro. Karena kalau mau-nya Jethro, Zizi jangan sampai dapat pekerjaan agar bisa kembali padanya.
***
Bersambung...
__ADS_1