
Melihat Jethro masuk ke kamar Jacob, Zizi yang ingin menghibur Jethro pun hendak melangkah menyusul Jethro.
Baru juga melangkah beberapa langkah, Alex langsung menangkap tangan Zizi.
"Biarkan saja dia sendiri dulu." ucap Alex.
"Tapi Tuan-"
"Percayalah, dia pasti baik-baik saja." potong Alex.
Mau tidak mau Zizi pun mengurungkan niatnya menyusul Jethro.
"Kamu buatkan saja makan siang, kalian belum ada makan kan?" ucap Alex dan di jawab dengan anggukkan kepala oleh Zizi.
Zizi pun berjalan menuju dapur, sedangkan Alex, dia berjalan menuju kamar Jethro untuk pamit pulang.
***
Pukul 14.00
Setelah makanan tersaji di meja makan, barulah Zizi masuk ke kamar Jacob untuk mengajak Jethro makan.
Ceklek. Zizi membuka pintu kamar
Begitu membuka pintu kamar, terlihatlah Jethro yang tertidur di ranjang Jacob sambil memeluk boneka dinosaurus Jacob.
Melihat Jethro yang sangat nyenyak tidur, sebenarnya Zizi tidak sampai hati membangunkan Jethro, tapi karena Jethro belum makan siang dan tak ingin sugar daddy-nya sampai jatuh sakit, Zizi pun memberanikan diri untuk membangunkan Jethro.
"Tuan.. Tuan Jethro.." Zizi membangunkan Jethro sambil menepuk pelan lengan Jethro.
"Eugh.." untungnya Jethro bukan tipe orang yang susah di bangunkan.
"Makan dulu, Tuan. Anda belum makan siang." ucap Zizi.
"Kamu makan saja sendiri, aku sedang tidak selera." jawab Jethro.
__ADS_1
"Nanti Anda sakit kalau Anda tidak makan Tuan." ucap Zizi.
"Kenapa kamu cerewet sekali, hah! Nanti aku akan makan kalau aku mau makan. Keluarlah! Aku ingin sendiri!" omel Jethro.
"Bagaimana kalau aku bawakan saja makanan Anda ke kamar?" tawar Zizi.
Jethro tak menjawab dan malah memberikan pelototan tajam pada Zizi.
"Baiklah Tuan, baiklah, aku akan keluar." ucap Zizi setelah mendapat pelototan tajam Jethro. Dan akhirnya Zizi pun keluar dari dalam kamar Jacob.
Sesampainya di luar kamar, Zizi hanya menghela nafasnya kasar lalu berjalan menuju ruang makan. Ia pun terpaksa makan sendiri.
Karena makanan yang ia masak porsi untuk dua orang, selesai makan, Zizi pun memasukkan makanan itu ke dalam kulkas dan akan ia panaskan untuk dirinya makan malam nanti.
***
Malam harinya.
Pukul 19.00
Zizi pun berjalan menuju kamar Jacob dimana sejak Jethro masuk ke kamar itu sampai sekarang Jethro tidak lagi keluar dari kamar itu.
Ceklek. Tanpa mengetuk pintu terlebih dulu, Zizi membuka pintu kamar secara perlahan lalu mengintip terlebih dahulu sebelum masuk. Dan terlihat lah Jethro yang sedang berbaring di tempat tidur dengan posisi meringkuk dan membelakangi pintu kamar.
Zizi pun membuka lebar pintu lalu masuk ke dalam kamar dengan langkah perlahan mendekati ranjang.
"Tuan, makan malam sudah siap." ucap Zizi.
Rrrr... Rrrr
Tapi bukan jawaban yang Zizi yang dapatkan, melainkan hanya suara gigi yang menggeretak seperti orang yang sedang menggigil.
"Tuan, Anda baik-baik saja?" tanya Zizi.
Rrrrrr.. Rrrrr
__ADS_1
Suara itu semakin kencang.
Zizi yang curiga kalau saat ini Jethro sedang sakit pun langsung membalikkan tubuh Jethro hingga posisi-nya telentang.
"Astaga Tuan!" pekik Zizi saat melihat wajah Jethro yang sudah sangat pucat. Kemudian Zizi pun menempelkan punggung tangannya ke kening Jethro.
"Astaga panasnya!" pekiknya lagi. Meski Jethro terlihat menggigil tapi suhu tubuh Jethro sangat panas.
Zizi pun keluar dari kamar Jacob lalu mengambil ponsel-nya yang sedang ia charge di ruang tengah.
Hal yang pertama Zizi lakukan adalah menghubungi Alex. Ia harus memberitahu Alex kondisi Jethro.
Di nada sambung ketiga, barulah Alex menjawab telepon Zizi.
"Ada apa Zi?" tanya Alex.
"Tuan Jethro sakit. Tubuh-nya panas sekali. Aku harus apa, Tuan?" tanya Zizi, panik.
"Kenapa bertanya! Cepat panggilkan dokter pribadinya!" jawab Alex dengan suara yang lumayan meninggi.
"Tapi saya tidak tahu siapa dokter pribadi Tuan Jethro, Tuan!" balas Zizi.
Seketika Alex pun sadar kalau Zizi baru masuk ke dalam hidup Jethro.
"Ya sudah, biar aku yang menghubungi dokter Billy. Sekarang kamu kompres saja Tuan Jethro dengan air hangat, ingat air hangat yang suam-suam kuku, bukan air dingin! Kamu mengerti kan?!" perintah Alex.
"Iya Tuan, saya paham." jawab Zizi.
Alex pun mengakhiri panggilan telepon itu lalu menghubungi dokter pribadi Jethro. Setelah menghubungi dokter pribadi Jethro, Alex yang khawatir dengan kondisi Jethro pun langsung pergi ke apartemen Jethro.
Sedangkan Zizi, setelah panggilan telepon dengan Alex berakhir, Zizi pun mengerjakan apa yang Alex perintahkan padanya.
***
Bersambung...
__ADS_1