
Tempat latihan berkuda.
Beberapa menit setelah Jethro pergi, Zizi yang kebelet buang air besar pun pergi ke toilet. Tak ada pikiran atau firasat aneh Zizi, ia merasa aman meninggalkan Jacob bersama dengan pelatih-nya yang saat ini masih latihan.
Setelah hampir sepuluh menit di toilet Zizi pun kembali ke kafetaria, namun sesampainya Zizi disana ia tidak menemukan Jacob dan pelatih-nya di tempat latihan.
Zizi pun cepat-cepat turun ke bawah lalu mencari Jacob dan sang pelatih. Sang pelatih pun berhasil Zizi temukan, namun saat Zizi menanyakan keberadaan Jacob pelatihnya malah mengatakan kalau Jacob sudah pulang bersama seorang wanita yang kata-nya adalah Mommy-nya Jacob dan yang membuat pelatihnya itu percaya kalau wanita itu adalah Mommy-nya Jacob, karena Jacob yang terlihat sangat senang saat bertemu wanita itu.
Pelatih itu pun naik ke kafetaria untuk bertanya pada Jethro yang ia ketahui ada di kafetaria bersama Zizi, namun saat di kafetaria ternyata Jethro dan Zizi tidak ada. Wanita itu pun mengatakan kalau Jethro dan Zizi sudah pulang karena ada urusan mendadak dan Jethro yang menyuruh wanita itu datang menjemput Jacob.
Wanita itu pun meminta izin untuk segera membawa Jacob pulang karena wanita itu ada acara keluarga. Karena semuanya tidak ada yang mencurigakan dan Jacob tidak terlihat tertekan, maka si pelatih itu pun mengizinkan wanita itu membawa pulang Jacob.
Mengetahui itu, Zizi pun cepat-cepat menghubungi Jethro.
Dengan tangan yang gemetaran dan wajah yang sudah pucat, Zizi memberanikan diri menghubungi Jethro.
"Halo.." jawab Jethro diseberang telepon.
"Halo Tuan, Jacob.. Jacob di bawa pergi oleh seorang wanita yang mengaku-ngaku Mommy-nya." ucap Zizi dengan suara yang bergetar dan tersenggal-senggal.
"Apa??!!!" teriak Jethro.
Sangking kerasnya teriakan Jethro, Zizi sampai menjauhkan ponsel-nya dari telinga.
"Bagaimana bisa! Memangnya kamu tidak mengawasi anakku, hah!" bentak Jethro yang sudah hilang kendali.
"Ma-ma-maaf Tuan.." hanya itu yang bisa Zizi ucapkan.
__ADS_1
"Tunggu aku disana!" ucap Jethro lalu mengakhiri panggilan teleponnya sepihak.
Setelah panggilan berakhir Zizi langsung terduduk lemas di tanah tempat latihan kuda, kaki-nya terlalu lemas untuk menopang tubuhnya, Zizi hanya bisa menangis sambil menyalahkan dirinya sendiri atas hilangnya Jacob.
***
McLeon Group.
"Ada apa?" tanya Alex pada Jethro setelah panggilan dengan Zizi berakhir.
"Jacob hilang..."
"Apaaaa!!!!" Alex pun sama kagetnya dengan Jethro begitu mendengar kabar Jacob hilang.
"... hubungi tim intel kita untuk mencari Jacob dan jangan sampai kabar ini terdengar oleh Mommy dan Daddy ku.." ucap Jethro.
Setelah memberi perintah pada Alex, Jethro pun cepat-cepat masuk ke dalam mobil-nya.
"Ke tempat latihan berkuda." jawab Jethro.
Tanpa banyak bicara lagi setelah mesin mobil menyala, Jethro pun langsung tancap gas meninggalkan Alex dan tiga orang sekuriti perusahaan.
Alex pun menghubungi tim intel McLeon Group untuk melakukan pencarian pada Jacob. Setelah memberi perintah pada tim intel, Alex pun masuk ke dalam mobil-nya lalu melajukan mobil-nya. Alex pun menyusul Jethro ke tempat latihan berkuda.
***
Tempat latihan berkuda.
__ADS_1
Kini Jethro sudah sampai di tempat latihan berkuda. Dengan langkah panjang, Jethro berjalan mencari Zizi dan pelatih Jacob.
Melihat Jethro datang, Zizi yang masih terduduk di tanah pun langsung berdiri dan menghampiri Jethro.
Melihat Zizi hendak mendekati-nya, Jethro langsung buang muka dan terus berjalan melewati Zizi.
"Tuan.." panggil Zizi namun Jethro sama sekali tidak memperdulikan Zizi.
Jethro pun menanyakan pada si pelatih kronologi-nya. Setelah pelatih menceritakan kronologinya, Jethro pun meminta si pelatih untuk membuka rekaman cctv, sekedar memastikan kalau wanita yang mengaku-ngaku Mommy-nya Jacob memang benar Rebecca. Tapi ada hal yang aneh menurut Jethro, kenapa bisa Jacob mengenali ibu kandungnya padahal saat Rebecca pergi meninggalkan Jacob, Jacob masih dua tahun dan semua barang-barang Rebecca sudah Jethro singkirkan.
Jethro, si pelatih dan beberapa orang dari pihak pengelola tempat latihan pun berjalan menuju ruang cctv. Saat di pertengahan jalan Alex pun muncul dan ikut berjalan beriringan dengan Jethro menuju ruang cctv. Sedangkan Zizi, ia hanya bisa mengikuti dari belakang.
Sesampainya di ruang cctv, ternyata benar yang menjemput Jacob adalah Rebecca.
"Brengsek kau Rebecca!" geram Jethro.
"Alex, suruh tim intel dan tim IT bekerjasama untuk mencari Rebecca!" perintah Jethro.
Alex mengangguk lalu menghubungi ketua tim intel untuk bekerja sama dengan tim IT.
Jethro dan Alex pun keluar dari ruang cctv. Begitu berada di luar, Jethro melihat Zizi yang sedang mondar-mandir tak jauh dari ruang cctv. Jethro pun berjalan menghampiri Zizi.
"Kita pulang! Kamu harus menjelaskannya di rumah!" ucap Jethro dengan nada mengintimidasi, setelah mengatakan itu, Jethro pun meneruskan langkah kaki-nya keluar dari area tempat latihan.
"It's oke, ini bukan salah mu. Jacob akan baik-baik saja." ucap Alex untuk menenangkan Zizi karena Alex tau kalau saat ini perasaan Zizi pasti sangat tidak karuan.
Alex pun merangkul Zizi dan membawa Zizi keluar dari area latihan menuju parkiran. Sesampainya di tempat parkir ternyata mobil Jethro sudah tidak ada lagi, nampaknya Jethro marah besar dengan Zizi. Mau tidak mau Zizi pun pulang bersama Alex.
__ADS_1
***
Bersambung...