Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin

Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin
Kucing Dan Tikus


__ADS_3

"Jadi anak baik yah Boy, dengarkan kata-kata Daddy, Grandpa, Grandma dan calon Mommy barumu." ucap Becca sembari memeluk erat anak semata wayangnya.


Kini, Jacob, Jethro, Zizi dan Becca sudah berada di parkiran mobil.


"Mommy juga, jaga diri Mommy baik-baik dan jangan lupa untuk terus menghubungi aku. Aku menyayangi Mommy." balas Jacob.


Perlahan Becca melepaskan pelukannya dari tubuh Jacob dan mengantarkan Jacob pada Jethro.


"Tolong, biarkan aku untuk terus berkomunikasi dengan Jacob." ucap Becca pada Jethro.


"Mmm.." jawab Jethro sembari menganggukkan kepala-nya.


"Boy, masuk ke mobil!" perinta Jethro.


"Ayo Jacob, kita masuk ke mobil." Zizi pun menggiring Jacob untuk masuk ke mobil.


"Kami pulang dulu." pamit Jethro.


"Mmm.. terimakasih sudah memberikan ku waktu tiga hari bersama putraku." ucap Becca.


"Sekarang kau bisa menemui-nya kapan saja, tapi tolong beritahu aku terlebih dulu! Tidak usah pakai drama seperti kemaren!" balas Jethro.


"Maaf soal yang kemaren." balas Becca.


"Mungkin beberapa bulan lagi aku baru bisa menemui Jacob, karena aku bekerja di kota lain." kata Becca lagi.


Dan Jethro hanya menanggapi dengan anggukkan kepala.


"Ya sudah, aku masuk ke mobil dulu kalau begitu." ucap Jethro.


"Je..." Becca menahan tangan Jethro saat Jethro hendak memutar tubuh-nya.


Jethro melihat kearah tangannya yang di pegang oleh Becca lalu perlahan mengangkat wajah-nya untuk melihat Becca.

__ADS_1


"Tolong pikirkan yang aku bilang tadi. Move on lah Je dari masa lalu Milea." ucap Becca.


Jethro tidak menjawab dan menepis tangan Becca pelan lalu cepat-cepat masuk kedalam mobil.


Setelah memakai seatbelt-nya, Jethro pun menyalakan mesin mobil lalu melajukan mobil-nya keluar dari parkiran taman bermain.


Setelah beberapa meter diluar pintu keluar taman bermain, tiba-tiba Jethro menghentikan mobilnya, ia baru menyadari sesuatu.


"Apa kalian pikir aku ini supir, hah? Zizi, pindah kedepan!" protes Jethro yang baru menyadari kalau Zizi duduk bersama Jacob di belakang dan yang membuat Jethro semakin kesal karena saat ini Jacob sedang tidur di pangkuan Zizi.


"Dad, biarlah Aunty Zizi duduk di belakang, aku merindukan Aunty Zizi dan ingin bermesraan dengannya sebentar saja." jawab Jacob.


"Enak saja! Tidak bisa! Daddy bukan supir! Zi cepat pindah!" tolak Jethro mentah-mentah.


"Hish.. Daddy ini! Sudah tiga hari berduaan dengan Aunty Zizi apa masih kurang! Dasar tamak!" celetuk Jacob.


"Apa kau bilang-"


Zizi pun mengangkat kepala Jacob dari atas paha-nya lalu memakaikan sabuk pengaman pada Jacob kemudian keluar dari mobil dan pindah ke bangku depan.


Jacob yang tak terima Zizi pindah kedepan langsung memberi tatapan tajam pada Jethro sedangkan Jethro malah tersenyum mengejek sembari menjulurkan lidah-nya kecil.


Setelah Zizi pindah kedepan, Jethro pun langsung memasangkan sabuk pengaman untuk Zizi untuk membuat Jacob semakin panas.


Oh.. dia menantang ku rupanya! Baiklah, kita lihat saja nanti, siapa yang berhasil di pilih Aunty Zizi.


Gumam Jacob dalam hati.


Setelah memasangkan sabuk pengaman pada Zizi, barulah Jethro melajukan mobil-nya kembali.


"Aunty, nanti sampai di apartemen, buatkan aku spaghetti yah, aku rindu spaghetti buatan mu." ucap Jacob.


"Tadi kamu sudah makan, masa mau makan lagi! Jangan membuat Aunty Zizi repot!" protes Jethro.

__ADS_1


"Hish! Aku tidak bicara dengan mu, Dad!" balas Jacob.


"Ya Aunty." rayu Jacob.


"Baik Sayang." jawab Zizi.


Jethro memutar bola matanya malas karena mendengar Zizi memanggil Jacob dengan panggilan Sayang dan dengan nada yang lembut.


"Buatkan aku juga bubur yang kamu buatkan khusus untuk ku saat aku sakit kemaren." ucap Jethro tak mau kalah dari Jaco dengan nada suara penuh penekanan seolah ingin memberitahu kalau selama Jacob tidak ada Zizi begitu memperhatikan dirinya.


"Woah.. Daddy bisa sakit juga? Dan sejak kapan Daddy suka makan bubur? Aku curiga itu hanya modus mu saja, Dad!" sindir Jacob.


"Anak kecil tau apa tentang modus! Kamu pikir Daddy mu ini robot, hah yang tidak bisa sakit! Bubur buatan Zizi sangat enak, sepertinya dia membuatkannya dengan penuh cinta dan kasih sayang untuk Daddy, makanya Daddy jadi kecanduan dengan bubur buatan Zizi." jawab Jethro.


"Hish.. dasar tua bangka banyak modus!" cebik Jacob pelan namun masih bisa di dengar oleh Jethro.


"Apa kau bilang, hah! Kau mengatai-"


"Sudah.. sudah! Kalian berdua ini kenapa sih, kenapa jadi ribut!" Potong Zizi menengahi perdebatan unfaedah ayah dan anak.


"Jacob, minta maaf pada Daddy mu, tidak baik seorang anak mengatai orangtuanya." perintah Zizi.


"Maafkan aku, Dad." ucap Jacob.


"Dan Anda, Tuan! Kemaren Anda jatuh sakit karena Jacob di bawa Mommy-nya sekarang Jacob ada bersama Anda malah Anda ajak bertengkar! Kalian Ayah dan anak tapi seperti kucing dan tikus." ucap Zizi pada Jethro.


"Sudah jangan bertengkar lagi! Konsentrasi lah saat menyetir!" kata Zizi lagi.


Sudah kena omel Zizi barulah Jethro dan Jacob diam.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2