
"Apaaaa!!!!" kaget Alex. Alex yang matanya tadi masih tertutup sontak langsung terbuka lebar.
Sangking kencangnya Alex berteriak, Jethro sampai menjauhkan ponsel-nya dari telinga-nya.
"Apa aku tidak salah dengar, Je? Kau sedang menjalin hubungan dengan seorang wanita sekarang?" tanya Alex.
"Apa maksud pertanyaan mu? Seolah-olah baru ini aku menjalin hubungan dengan seorang wanita!" balas Jethro sedikit tersinggung.
"Ah.. maksudku, setelah sekian lama kau menutup diri dari wanita dan sekarang kau sudah membuka hati mu lagi? Sepertinya kita akan mengadakan perhelatan besar." balas Alex.
"Jangan salah paham! Aku hanya membantu gadis itu semalam! Sudah lah, nanti aku ceritakan! Sekarang pergilah kesana, jangan lupa belikan pakaian untuknya." balas Jethro.
"Kenapa bukan kau saja yang kesana? Kenapa harus aku?!"
"Apa kau lupa kalau hari ini aku ada janji dengan Jacob. Bisa di kutuk menjadi Daddy durhaka aku kalau aku tidak menepati janji ku." jawab Jethro.
"Hemh.. baiklah. Siapa nama wanita itu?" tanya Alex.
"Namanya Zizi. Bilang saja kalau kau adalah teman ku! Kalau dia tidak percaya hubungi aku! Tapi kalau dia percaya tidak perlu hubungi aku! Jangan mengganggu quality time ku dengan Jacob! Paham kan!" jawab Jethro.
"Hei!! Kau ini sekarang menyuruh ku sebagai sahabat bukan sebagai asisten, jadi jangan sembarang memerintah ku!" balas Alex.
"Hehehehe.. iya.. iya maaf. Nanti aku beri kau imbalan." balas Jethro.
"Ya sudah, aku tutup teleponnya! Aku harus segera bersiap!" ucap Jethro. Dan tanpa menunggu jawaban dari Alex, Jethro pun mengakhiri panggilan teleponnya.
Setelah mengakhiri panggilan teleponnya dan meletakkan ponsel-nya kembali ke nakas, Jethro pun kembali masuk ke kamar mandi.
***
Hotel.
__ADS_1
Kamar 222.
Tok.. Tok.. Tok..
Alex mengetuk pintu kamar nomor 222.
Jujur, Alex sangat penasaran dengan sosok gadis yang ada di dalam kamar 222 yang bisa membuat Jethro memperdulikan gadis itu.
Ceklek.
Pintu kamar terbuka.
Mata Alex membulat lebar saat melihat sosok gadis yang masih sangat muda, dari wajah-nya saja sudah bisa ketebak kalau gadis yang ada di hadapannya itu belum ada dua puluh tahun.
Apa sekarang Jethro seorang pedofil? Kenapa dia mengencani gadis yang sepertinya umurnya berbeda jauh dengan Jethro?
Gumam Alex dalam hati.
"Halo Tuan, ada perlu apa?" tanya gadis itu karena melihat Alex malah bengong saat dirinya membuka pintu.
"Mmm.. apa kau Zizi?" tanya Alex. Ia masih menolak percaya kalau gadis yang ada di hadapannya itu adalah gadis yang di maksud Jethro.
"Iya, saya Zizi. Anda siapa?" tanya Alex.
"Saya Alex, sahabat sekaligus asisten Jethro." jawab Alex sambil mengulurkan tangannya ke hadapan Zizi.
"Jethro? Jethro siapa?" tanya Zizi balik tanpa membalas uluran tangan Alex. Maklum saja Zizi bertanya, karena Zizi tidak mengetahui siapa nama laki-laki yang sudah menyelamatkannya dari tangan Bibi-nya.
Karena Zizi tak membalas uluran tangannya, mau tidak mau Alex pun menurunkan tangannya.
Apa Jethro tidak menyebutkan namanya saat mereka berkenalan? Dasar makhluk aneh!
__ADS_1
Gerutu Alex dalam hati.
Alex pun mengeluarkan ponsel-nya lalu menunjukkan foto Jethro pada Zizi.
"Pria ini. Bukankah pria ini yang menolong mu semalam?" tanya Alex.
"Oh.. nama Tuan ini adalah Jethro." lirih Zizi pelan.
"Apa aku bisa masuk?" tanya Alex.
"Oh.. silahkan, Tuan." jawab Zizi lalu membuka lebar pintu kamar.
Alex pun masuk ke dalam kamar dan duduk di ruang tamu.
"Oh.. iya, ini ada pakaian ganti untuk mu, Jethro yang menyuruhku membelikannya untuk mu. Pakailah dan bersiaplah untuk ikut dengan ku." ucap Alex sambil menyodorkan papper bag kehadapan Zizi.
"Ikut dengan Anda? Kemana?" tanya Zizi.
"Nanti kau juga tahu." jawab Alex.
Zizi terdiam dan tidak mengambil papper bag yang Alex sodorkan.
Melihat Zizi terdiam dan tidak mengambil papper bag yang ia berikan, Alex bisa tahu kalau saat ini Zizi tidak percaya padanya.
"Kenapa? Apa kamu tidak percaya pada ku?" tanya Alex.
Zizi masih diam sambil menundukkan wajah-nya.
"Baiklah, kalau kamu tidak percaya, aku hubungi Jethro dulu." ucap Alex.
Alex pun melakukan panggilan video dengan Jethro. Setelah mendengar sendiri perintah Jethro yang meminta gadis itu untuk ikut dengan Alex, barulah Zizi percaya dan mengambil papper bag yang Alex bawa untuknya dan bersiap-siap.
__ADS_1
***
Bersambung...