
Zizi berjalan menuju kamar Jacob.
Begitu membuka pintu kamar, Zizi melihat Jacob yang sedang duduk di tepi tempat tidur sambil termenung dan belum mengganti baju-nya.
"Hei Jacob, kenapa kamu belum ganti baju?" Tanya Zizi sambil berjalan mendekati Jacob.
"Apa Daddy sudah pergi Aunty?" Jacob malah bertanya balik.
"Hemh.. Daddy mu sudah pergi." jawab Zizi.
"Ayo ganti baju mu. Atau kamu mau Aunty yang menggantikan bajumu?" tanya Zizi dan di jawab dengan gelengan kepala oleh Jacob.
"Ya sudah kalau begitu cepat ganti bajumu. Aunty akan membuatkan susu untuk mu." ucap Zizi lalu membalikkan tubuh-nya dan hendak keluar dari kamar Jacob.
"Apa benar Daddy tidak menyayangi ku hanya karena aku mirip dengan Mommy ku?" celetuk Jacob pelan namun masih bisa di dengar Zizi.
Mendengar itu sontak Zizi kembali membalikkan tubuh-nya dan kembali mendekati Jacob lalu duduk di sebelah Jacob.
"Kenapa kamu bicara seperti itu, hah?" tanya Zizi.
__ADS_1
"Aku pernah tidak sengaja mendengar Grandma dan Grandpa ku membicarakan tentang sikap Daddy ku padaku. Mereka bilang kalau Daddy ku tidak mau mengurusku karena sebenarnya aku anak yang tidak diinginkan Daddy ku ditambah lagi Mommy ku yang berselingkuh dari Daddy ku. Setiap melihat wajah-ku Daddy ku seperti melihat Mommy ku dan itu membuat Daddy ku kesal. Makanya Daddy tidak pernah mau mengurusku, jangankan mengurus, berlama-lama dengan ku saja Daddy ku tidak mau. Dan Aunty lihat sendiri kan sikap Daddy ku tadi. Pekerjaan hanyalah alasan untuk menjauh dari ku." ucap Jacob mencurahkan isi hatinya.
"Kenapa kamu bicara seperti itu. Itu tidak benar! Walaupun Aunty baru bekerja dengan Daddy mu, tapi Aunty tahu kalau Daddy mu sangat menyayangi mu. Apa yang kamu dengar dari Grandpa dan Grandma mu, itu hanyalah asumsi mereka saja. Daddy mu memang benar-benar sibuk, dia sangat menyayangimu." ucap Zizi.
"Benarkah? Aunty tau darimana kalau Daddy ku sangat menyayangi ku?" tanya Jacob.
"Dari cara Daddy mu menatap mu dan asal kamu tahu, tadi Daddy mu bilang pada Aunty untuk tidak memaksakan kamu les kalau kamu tidak mau les, dan membebaskan kamu makan apa saja yang ingin kamu makan kecuali yang membuat kamu alergi, pokoknya apapun yang membuat kamu senang. Bukankah itu berarti Daddy mu menyayangi mu?" jawab Zizi.
Jacob terdiam sambil menundukkan kepala-nya.
"Dan satu lagi, wajahmu tidak mirip dengan Mommy mu, wajah mu itu sangat mirip dengan Daddy mu!" kata Zizi lagi, ia masih berusaha membuat Jacob senang.
"Mmm.. itu tanda-nya Daddy mu lah yang paling sangat menginginkan mu. Jadi jangan bilang kalau Daddy mu tidak menginginkan kelahiran mu. Seorang anak tidak pernah memilih untuk dilahirkan, orangtua lah yang menginginkan kelahiran seorang anak." jawab Zizi.
Jacob pun tersenyum.
"Apa perasaan mu sudah lebih baik sekarang?" tanya Zizi.
"Mmm.. terimakasih Aunty sudah memberitahuku hal yang penting itu." jawab Jacob lalu memeluk Zizi.
__ADS_1
"Jangan pernah bersedih yah, meski kamu tidak punya Mommy dan Daddy mu sibuk bekerja, tapi kamu termasuk anak yang beruntung karena Daddy mu masih hidup dan kamu masih punya Grandpa dan Grandma serta orang-orang baik di sekelilingmu yang menyayangi mu. Di luar sana, banyak anak yang tidak punya orangtua dan tinggal di panti asuhan, mereka hanya bisa makan dan sekolah kalau ada donatur yang menyumbang ke panti dan mereka juga sering mendapat perlakuan tidak baik dari sekeliling mereka. Bukankah hidup mereka lebih menyedihkan daripada hidupmu?"
Jacob menganggukkan kepala-nya.
"Nah makanya, mulai sekarang buang pikiran jelek mu pada Daddy mu dan kamu harus tetap bersyukur dengan apa yang kamu miliki sekarang. Oke." ucap Zizi.
"Baik Aunty." jawab Jacob.
"Ya sudah sana, sekarang ganti bajumu." suruh Zizi lagi.
Jacob pun berdiri dari duduknya lalu mengambil baju tidur dari dalam koper lalu berjalan menuju kamar mandi untuk mengganti baju-nya di dalam kamar mandi.
"Aunty tunggu di ruang makan yah." teriak Zizi.
"Baik Aunty." jawab Jacob.
Zizi pun keluar dari dalam kamar Jacob. Begitu berada di luar kamar, Zizi menghela nafasnya kasar. Setelah membuat Jacob tidak lagi bersedih, malah sekarang dirinya yang bersedih karena kembali teringat kedua orangtuanya.
***
__ADS_1
Bersambung...