
"Saya permisi dulu, Tuan." pamit Zizi yang sudah sangat gugup.
Zizi pun cepat-cepat keluar dari kamar Jethro.
Sesampainya di luar kamar, Zizi pun berjalan ke dapur untuk memanaskan bubur yang tadi Zizi buat untuk Jethro.
Setelah Zizi keluar, Jethro pun memakai kaos yang tadi diambil Zizi.
"Kenapa wajah mu seperti itu? Apa aku datang di waktu yang tidak tepat?" sindir Alex saat melihat wajah Jethro yang ketus.
"Cih.. sembarang! Aku kesal karena kau memberitahu Zizi tentang kamar itu! Apa coba maksud mu memberitahu Zizi tentang kamar itu!" kilah Jethro. Padahal memang Jethro kesal karena kedatangan Alex sangat tidak tepat.
"Aku memberitahu kamar itu karena kau harus mengganti bajumu! Dan hanya di kamar itu ada pakaian mu!" jawab Alex.
"Ini obatmu." Ucap Alex lagi sembari menyodorkan plastik yang berisi obat untuk Jethro.
"Ada yang di minum sebelum makan dan ada juga yang di minum setelah makan. Jadi sekarang minumlah obat yang sebelum makan." ucap Alex.
"Aku tidak membutuhkan ini." balas Jethro sambil meletakkan plastik obat itu ke atas nakas.
"Jangan bandel! Kalau sakit mu semakin parah dan kau harus masuk kerumah sakit, siapa yang akan mengurus perusahaan! Atau jangan-jangan kau ingin berlama-lama sakit, biar Zizi mengurus mu terus?" goda Alex.
"Diam kau!" balas Jethro ketus.
Tak ingin di ledek terus oleh Alex, Jethro pun mengambil obat itu dan meminum obat yang sebelum makan.
"Puas kau!" ucap Jethro setelah obat sebelum makan meluncur ke lambung Jethro.
Ceklek. Tak lama Zizi pun masuk ke dalam kamar sambil membawa nampan yang berisi semangkok bubur dan segelas air hangat.
__ADS_1
Begitu Zizi masuk, aroma bubur menyeruak ke seisi ruangan. Jethro yang tidak suka dengan aroma bubur pun spontan menutup hidungnya.
"Apa yang kamu masak itu?" tanya Jethro.
"Bubur. Biar Anda gampang menelan makanan." jawab Zizi sembari terus berjalan mendekati ranjang.
"Bawa keluar itu, aku tidak suka makan bubur. Itu sangat bau!" tolak Jethro.
"Jangan manja! Sudah makan saja! Dokter Billy juga menyarankan untuk kau makan yang lembut-lembut dulu karena asam lambung mu juga naik!" sahut Alex.
"Apa makanan lembut itu hanya bubur? Bisa saja kan oatmeal?" balas Jethro.
"Tidak ada oatmeal disini Tuan." jawab Zizi.
"Ya sudah beli dulu!" balas Jethro.
"Jangan merepotkan orang! Sudah cepat makan! Atau kau mau aku yang memakan bubur buatan Zizi?" Alex kembali memancing kecemburuan Jethro.
"Ya sudah kalau Tuan tidak mau makan bubur ini, biar saya belikan oatmeal-nya dulu." ucap Zizi.
"Ini Tuan Alex bubur-nya buat Anda saja, sayang kalau di buang." kini Zizi beralih pada Alex.
"Mm.. sebenarnya aku juga tidak suka bubur, tapi karena ini masakan mu dan aku yakin pasti rasanya sangat enak, jadi taruh saja di meja makan nanti aku akan memakannya tapi dengan satu syarat." balas Alex.
"Syarat apa?" tanya Zizi.
"Harus kamu yang menyuapi." jawab Alex sambil melirik ke arah Jethro.
Makin geram saja Jethro mendengar itu.
__ADS_1
"Baik kalau begitu Tuan. Tunggu sebentar yah, saya belikan oatmeal untuk Tuan Jethro dulu." pamit Zizi dan hendak keluar dari kamar sambil membawa lagi bubur itu.
"Eits.. tunggu.. tunggu! Kenapa kamu bawa lagi bubur itu, hah?!" omel Jethro.
Zizi pun menghentikan langkahnya.
"Bukannya Tuan sendiri yang tadi bilang tidak ingin makan bubur? Jadi saya mau membawa bubur ini keluar!" jawab Zizi.
"Saya berubah pikiran! Saya mau memakan bubur itu, daripada kamu harus keluar malam-malam hanya untuk membeli oatmeal." balas Jethro.
Mendengar itu Zizi memutar bola matanya malas.
Dasar aneh! Gerutu Zizi dalam hati.
Zizi pun berjalan mendekati Jethro.
"Sini duduk disini dan suapi aku! Karena kalau aku yang makan sendiri rasanya mual." kata Jethro lagi.
Alex menggelembungkan pipi-nya menahan tawa melihat tingkah Jethro.
Fix, Jethro menyukai Zizi. Gumam Alex dalam hati.
"Kenapa kau masih disitu? Sana keluar dan hubungi orang yang mengikuti Jacob dan Becca dan minta laporan apa-apa saja yang di lakukan Jacob dan Becca satu hari ini!" Jethro mengusir Alex.
"Iya.. iya.. aku akan keluar dan tidak akan mengganggu kalian." jawab Alex lalu berjalan keluar dari kamar Jethro.
Setelah Alex keluar, Zizi pun menyuapi Jethro. Saat baru pertama kali bubur itu masuk ke dalam mulut Jethro, Jethro langsung terasa mual dan ingin memuntahkan lagi bubur itu, tapi karena tak ingin membuat Zizi sakit hati, mau tak mau Jethro menelan bubur itu. Namun setelah beberapa sendok bubur itu masuk ke dalam mulut Jethro, Jethro pun mulai terbiasa dan malah sangat cepat menelan bubur itu sampai akhirnya semangkuk penuh bubur buatan Zizi itu tandas.
***
__ADS_1
Bersambung...