
Tiga menit kemudian.
Dan benar saja tak sampai lima menit, Mommy Radea sudah melihat Jethro yang sedang menggeliat-menggeliat seperti ular yang sedang ganti kulit.
Mommy Radea pun berhitung dalam hati sambil menunggu Jethro berdiri dari duduknya.
Sedangkan di sisi lain, Zizi yang juga merasakan ada suatu aliran yang aneh dalam tubuh-nya cepat-cepat pergi ke toilet. Dahlia yang melihat itu pun langsung menyusul Zizi ke toilet.
Dahlia masuk ke toilet wanita dan berpura-pura untuk buang air kecil.
"Zizi... kamu kenapa?" tanya Dahlia saat melihat Zizi sedang mencuci wajah-nya di wastafel. Kini Dahlia tidak lagi memanggil Zizi dengan panggilan Nona atas permintaan Zizi.
Zizi pun menoleh kearah Dahlia.
"Kenapa wajah mu merah sekali?" tanya Dahlia begitu Zizi menoleh.
"Aku tidak tahu Dahlia, seluruh tubuh ku tiba-tiba terasa panas dan ada seperti ada sesuatu menggelitik di dalam tubuh ku." jawab Zizi.
"Kamu sakit?" tanya Dahlia.
"Aku tidak tahu." jawab Zizi.
"Mau pulang? Biar aku antar?" tawar Dahlia.
"Tidak perlu, sebentar lagi acara selesai dan aku masih harus membersihkan kafe ini." tolak Zizi.
__ADS_1
"Jangan di paksakan Zi, takutnya nanti makin parah. Ayo kita pulang, biar aku yang minta izin pada atasan mu." ucap Dahlia.
Dahlia pun merangkul Zizi dan memapah Zizi keluar dari toilet. Begitu berada di luar toilet, Dahlia pun mencari kepala pelayan yang ternyata masih berada di ruang acara.
"Kamu tunggu disini, biar aku panggilkan kepala pelayan." ucap Dahlia lalu meninggalkan Zizi didekat pintu samping.
Tak lama Dahlia pun kembali bersama dengan kepala pelayan.
"Kamu tidak pa-pa?" tanya kepala pelayan pada Zizi.
"Tidak, aku tidak sedang baik-baik saja Senior." jawab Zizi.
"Wajahnya mu merah sekali, tapi tubuh mu sangat dingin." ucap si kepala pelayan sembari memeriksa tubuh Zizi dengan punggung tangannya.
"Jadi tidak pa-pa kan kalau Zizi pulang lebih awal?" tanya Dahlia.
"Terimakasih." balas Dahlia.
"Ayo Zi, kita pulang." Dahlia pun langsung merangkul Zizi dan kembali memapah Zizi dan membawa Zizi menuju mobil.
Mobil yang membawa Jethro sudah lebih dulu pergi, karena begitu merasakan sesuatu yang aneh dalam tubuh-nya Jethro cepat-cepat keluar dari dalam kafe. Jethro tidak bodoh dengan apa yang sedang ia rasakan karena ini bukan pertama kalinya Jethro merasakan reaksi obat perangsang. Waktu bersama Becca sudah tiga kali Becca menjebaknya menggunakan obat perangsang makanya jadilah Jacob.
***
"Alex, apa kau bisa membantu ku?" tanya Jethro.
__ADS_1
Saat ini Alex dan Jethro sedang dalam perjalanan menuju apartemen.
(Maaf, di bab 54 aku ngetiknya hotel. Tapi udah aku revisi yah. 🙏)
"Membantu apa?" tanya Alex.
"Bisa kau carikan aku wanita panggilan, aku sedang membutuhkan itu sekarang." jawab Jethro.
"Kau gila, hah!" bentak Alex.
"Iya, aku gila! Aku sudah tidak tahan lagi Alex! Aku butuh pelampiasan sekarang! Reaksi obat perangsang ini begitu hebat membangunkan gejolak gairah ku, aku tidak bisa mengontrolnya." jawab Jethro sambil berteriak.
"Tapi aku juga tidak tahu kemana harus mencari wanita panggilan! Kau kan tahu aku tidak pernah memakai perempuan seperti itu!" jawab Alex.
"Kau kan punya banyak kenalan, kau bisa tanyakan pada mereka." balas Alex.
"Aku mohon Alex, aku benar-benar membutuhkan wanita panggilan sekarang." mohon Jethro.
"Baiklah. Apa ada tipe khusus wanita panggilan yang ingin kau pakai?" tanya Alex.
Jethro terdiam sejenak. Saat sedang tinggi-tinggi'nya otak Jethro masih harus dipaksa untuk berpikir.
"Yang seperti Zizi." jawab Jethro.
***
__ADS_1
Bersambung...