Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin

Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin
Pengakuan Yang Menyakitkan


__ADS_3

Setelah berhasil mengatur detak jantungnya kembali normal, Zizi pun keluar dari dapur dan kembali menghampiri Jethro di ruang tengah, ia ingin memberikan obat untuk Jethro.


Tapi sesampainya Zizi di ruang tengah, Jethro tak ada diruang tengah, melainkan sedang berada di balkon.


Zizi pun menghampiri Jethro di balkon.


"Kenapa di luar Tuan? Angin malam tidak baik untuk Anda saat ini." ucap Zizi.


Jethro menoleh ke belakang sambil memberi tatapan tajam pada Zizi.


"Panggil yang benar! Baru beberapa menit yang lalu aku meminta mu merubah panggilan mu padaku, tapi kamu sudah memanggil ku Tuan lagi!" protes Jethro.


Zizi menghela nafasnya kasar, jujur ia belum terbiasa dengan panggilan baru untuk Jethro itu.


"Maaf, saya belum terbiasa." jawab Zizi.


"Kalau begitu harus sering dikatakan, agar biasa!" balas Jethro lalu kembali melihat ke arah depan.


"Hubby, ayo masuk, kamu sedang sakit, angin malam tidak baik untuk mu saat ini." ucap Zizi.


"Sebentar lagi, aku ingin melihat pemandangan kota ini dulu." jawab Jethro.


Zizi pun memberanikan diri mendekati Jethro dan berdiri di sebelah Jethro.

__ADS_1


"Harusnya malam ini, kita sedang jalan-jalan bersama Jacob. Tapi.." Jethro menggantung kata-katanya. Sejak tadi, itulah yang mengganggu pikiran Jethro. Tadi pagi anaknya itu mengajak jalan-jalan menghabiskan waktu malam Minggu bertiga. Jethro yang tadinya menganggap ajakan Jacob itu hanyalah hal sepele, sekarang ia menyadari kalau waktu quality time dengan Jacob adalah waktu yang sangat penting dan tidak boleh disepelekan.


"Jangan sedih Hubby, Anda bisa melakukannya nanti setelah Jacob pulang. Tiga hari kan tidak lama." ucap Zizi berusaha menenangkan perasaan Jethro.


"Entah kenapa sekarang satu jam saja bagiku seperti satu tahun. Aku benar-benar merindukan anak itu. Aku masih belum rela kalau Jacob bersama wanita itu." balas Jethro.


"Wanita itu Mommy-nya Jacob, dia juga punya hak atas Jacob. Anda jangan terlalu keras menghukum Mommy-nya Jacob. Setiap manusia mempunyai kesalahan, begitu pun dengan Mommy-nya Jacob. Sebejad-bejad'nya seorang Ibu, mereka pasti memiliki setitik kebaikan dan kasih sayang untuk anak mereka." ucap Zizi.


"Aku bukannya marah karena dia berselingkuh dari ku. Tapi aku marah karena dia meninggalkan Jacob saat Jacob sedang sakit. Kamu tidak tahu bagaimana Jacob saat aku menemukannya sendirian di kamar, setengah jam saja aku telat pulang, mungkin Jacob tidak akan ada sekarang. Apa manusia seperti itu pantas disebut Ibu?" balas Jethro.


"Sedangkan binatang saja tidak akan tega meninggalkan anaknya saat sakit, tapi ini, dia tega meninggalkan Jacob saat sakit demi selingkuhannya! Sungguh bukan manusia!" kata Jethro lagi.


"Mungkin menurut Anda seperti itu, tapi naluri anak-anak tidak bisa berbohong. Mereka tahu mana yang jahat dan yang baik. Kalau sampai Jacob senang bersama Mommy-nya itu berarti Mommy-nya Jacob adalah Mommy yang baik dan bisa saja ada suatu kesalahpahaman antara Anda dan Mommy-nya Jacob." balas Zizi.


Zizi pun terdiam. Untuk beberapa menit Jethro dan Zizi pun sama-sama diam dan bergumul dengan pikiran mereka masing-masing.


Jethro yang sedang memikirkan langkah apa yang harus ia ambil agar Becca tak bisa lagi menemui Jacob sedangkan Zizi memikirkan tentang kamar rahasia di gudang tadi.


"Mmm.. Tuan, eh.. maksud saya, Hubby.." panggil Zizi.


"Apa?" tanya Jethro.


"Boleh saya tahu, kenapa ada kamar rahasia di gudang itu? Dan siapa wanita yang ada di foto di dinding?" tanya Zizi.

__ADS_1


"Wanita itu adalah Milea, mantan istri pertama ku." jawab Jethro.


Zizi hanya menganggukkan kepala-nya, ia tidak kaget karena ia sudah menduga sebelumnya.


"Dan barang-barang yang ada di kamar itu adalah barang-barang waktu aku menikah dengan Milea. Tempat tidur, lemari, meja rias, semuanya adalah barang-barang yang di pilih Milea saat kami menikah." kata Jethro lagi.


"Aku sengaja menyimpan semua barang-barang itu disana karena dulu barang-barang itu sudah di buang orangtua ku karena tidak tega melihat ku terpuruk setelah Milea meninggal. Tapi diam-diam aku menyuruh orang untuk memasukkan barang-barang itu disatu tempat sampai akhirnya aku membeli apartemen ini dan membuatkan kamar khusus untuk menyimpan barang-barang itu." kata Jethro lagi.


"Apa Anda sangat mencintai mantan istri Anda?" tanya Zizi.


"Mmm.. dia adalah cinta pertamaku dan sepertinya juga cinta terakhir ku. Sampai detik ini tidak ada yang bisa menggantikan Milea di hati ku." jawab Jethro.


Mendengar itu Zizi terdiam. Entah kenapa hatinya terasa perih mendengar pengakuan Jethro.


"Kenapa diam? Apa kamu sedang cemburu?" tanya Jethro.


"Hah.. tidak! Untuk apa saya cemburu! Saya cukup tau diri, saya hanyalah sugar baby Anda!" jawab Zizi.


"Sudah cukup Anda diluar, sekarang Anda harus masuk ke dalam dan minum obat. Ayo cepat masuk!" kata Zizi lagi sambil berjalan lebih dulu keluar dari balkon.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2