
"Pikirkan lah matang-matang permintaan Daddy ini Je dan jangan sampai kamu menyesal sudah menyia-nyiakan kesempatan ini. Ingat Je, ada saatnya perempuan merasa lelah dengan sikap pasangannya dan disaat mereka sudah lelah, jangan pernah harap dia kembali padamu." ucap Daddy Jerome.
Jethro menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghela nafasnya kasar.
"Ya sudah Daddy pulang dulu kalau begitu, sampaikan salam Daddy untuk Zizi." ucap Daddy Jerome lalu berdiri dari duduknya.
Melihat Daddy-nya berdiri, Jethro pun juga berdiri dari duduknya dan mengantar Daddy Jerome sampai di pintu.
Setelah Daddy Jerome keluar dari apartemennya, barulah Jethro menemui Zizi di dalam kamar tamu.
Ceklek. Jethro membuka pintu kamar.
Begitu masuk keruang tidur, Jethro tidak melihat Zizi diatas ranjang, tapi ia mendengar suara air dari dalam kamar mandi.
Jethro pun memutuskan untuk menunggu Zizi keluar dari dalam kamar mandi. Jethro pun duduk di sofa depan ranjang.
Sepuluh menit kemudian Zizi pun keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan bathrobe.
"Apa Tuan McLeon sudah pulang?" tanya Zizi saat melihat Jethro.
"Hemh..." jawab Jethro.
"Tuan McLeon bilang apa?" tanya Zizi lagi.
"Tidak ada, Daddy hanya mengkhawatirkan keadaan ku karena semalam tiba-tiba pulang." jawab Jethro.
__ADS_1
"Oh..." Zizi hanya membulatkan mulutnya. Padahal sejak tadi Zizi mendengar semua percayakan Daddy Jerome dan Jethro.
"Aku akan mencuci pakaian ku dulu, setelah itu aku pulang." ucap Zizi.
"Pulang kemana?" tanya Jethro.
"Ke rumah Dahlia, hari ini aku dan Dahlia akan mencari kamar sewa untuk tempat tinggal ku." jawab Zizi.
"Yang benar saja! Bukankah kita sudah berbaikan, jadi kamu bisa tinggal disini atau tinggal di apartemen Boulevard." balas Jethro.
"Bukankah kamu juga sudah janji akan membebaskan aku melakukan apa pun yang aku mau?" balas Zizi.
"Iya memang, tapi untuk tempat tinggal kamu bisa tinggal di apartemen ku. Kamu bisa tinggal disini bersamaku." jawab Jethro.
"Aku tidak mau. Aku ingin tinggal terpisah dengan mu." jawab Zizi.
Setelah mengatakan itu Zizi pun keluar dari dalam kamar dan berjalan menuju ruang laundry untuk mencuci pakaiannya terlebih dahulu.
"Kenapa dia? Kenapa tiba-tiba ketus seperti itu?" lirih Jethro bertanya-tanya.
Jethro pun berdiri dari duduknya lalu menyusul Zizi di ruang laundry.
Begitu di ruang laundry, Jethro langsung memeluk Zizi dari belakang dan meletakkan dagu-nya di pundak Zizi.
Zizi yang baru mengisi air kedalam mesin cuci, langsung membeku di peluk Jethro seperti itu.
__ADS_1
"Ada apa? Apa aku membuat kesalahan lagi?" tanya Jethro.
"Aku rasa aku tidak butuh tanggung jawab mu." jawab Zizi.
Mata Jethro membulat, perlaha Jethro mengangkat dagu-nya dan melepaskan tangannya yang melingkar di perut Zizi lalu membalikkan tubuh Zizi agar berhadapan dengannya.
"Kenapa? Kenapa kamu tiba-tiba berubah pikiran?" tanya Jethro.
"Aku hanya tidak ingin menjadi beban untuk mu. Jadi tidak usah memaksakan diri untuk bertanggung jawab." jawab Zizi.
"Aku tidak merasa kamu jadi beban Zi. Dan aku bertanggung jawab pada mu bukan karena terpaksa tapi karena... karena..." Jethro tidak bisa melanjutkan kata-kata'nya, ia juga bingung karena apa sebenarnya ia ingin bertanggung jawab pada Zizi.
"Karena apa? Kenapa tidak di lanjutkan? Hanya karena merasa bersalah kan?" tanya Zizi mengintimidasi.
"Saya sudah mendengar semua percakapan Anda dengan Daddy Anda, Tuan Jethro, saya juga melihat gestur Anda yang sangat nampak tidak ingin menikah. Dan saya memutuskan untuk tidak menjadi beban untuk Anda, jadi Anda tidak perlu menikahi saya. Kalau memang Anda ingin bertanggung jawab pada saya, tolong lepaskan saja saya, itu sudah sangat membantu hidup saya." ucap Zizi.
Setelah mengatakan itu Zizi kembali membalikkan tubuh-nya dan melanjutkan mencuci pakaiannya.
Sedangkan Jethro ia hanya bisa mematung mendengar kata-kata Zizi. Tak lama Jethro pun keluar dari ruang laundry dan berjalan menuju ruang tengah. Diruang tengah, Jethro memikirkan apa yang sebenarnya hati-nya mau.
Melihat Jethro pergi dari ruang laundry, air mata Zizi yang sejak tadi berusaha ia tahan akhirnya tumpah begitu saja.
***
Bersambung...
__ADS_1