
"Tuan, masalah uang tebusan yang Anda berikan pada Bibi ku tadi, apa bisa saya mencicil-nya?" tanya Zizi.
"Tidak bisa!" jawab Jethro.
Dan jawaban Jethro berhasil membuat Zizi ternganga.
Kalau tidak bisa dicicil, lalu bagaimana dia harus membayarnya. Pikiran kotor pun melintas di pikiran Zizi apalagi mereka sedang berada di dalam kamar hotel sekarang.
"Saya paling tidak suka dengan cicilan!" ucap Jethro.
"Kalau saya tidak bisa membayarnya dengan mencicil, lalu bagaimana aku membayarnya? Aku tidak punya uang sekarang, Tuan!" ucap Zizi sambil menangis.
"Kau tidak perlu membayar-nya dengan uang! Kau cukup membayarnya dengan 'tubuh-mu'." ucap Jethro.
Deg. Tangis Zizi langsung terhenti.
Membayar dengan tubuh? pikiran Zizi semakin tidak karuan.
Padahal kata tubuh yang di maksud Jethro adalah kehadiran Zizi disampingnya, agar Jethro bisa terus menatap mata indah Zizi, mata indah yang mirip dengan Milea. Hanya saja Jethro terlalu gengsi mengatakan yang sebenarnya.
"Ta-ta-tapi Tuan, sa-sa-saya ma-ma-masih delapan be-be-belas tahun, Tuan.." ucap Zizi dengan suara yang bergetar.
"Lalu kenapa kalau masih delapan belas tahun?" tanya Jethro balik dengan tatapan mengintimidasi.
__ADS_1
"Aku tidak menerima penolakan! Kalau kau menolak, maka aku akan menjebloskan mu dalam penjara dengan tuduhan penipuan!" ancam Jethro.
Jethro pun berdiri dari duduknya lalu berjalan mendekati Zizi.
"Mulai sekarang kamu adalah sugar baby-ku. Aku akan menyekolahkan mu dan memberikan mu hidup yang layak, tapi dengan syarat, selama kamu menjadi sugar baby ku, kamu di larang keras menjalin hubungan dengan laki-laki lain dan juga dilarang untuk menemui Paman dan Bibi mu itu." ucap Jethro.
"Oh.. iya satu lagi, kamu juga di larang keras memberitahu pada siapapun tentang hubungan kita! Kamu paham kan! Ingat kamu adalah sugar baby ku!" kata Jethro lagi sambil menepuk pundak Zizi lalu melangkahkan kakinya menuju pintu.
"Malam ini, tidur lah disini, besok aku akan menyuruh orang untuk mengantar mu ke apartemen." ucap Jethro sambil berjalan menuju pintu.
Tanpa perlu menunggu jawaban dari Zizi, Jethro pun keluar dari kamar VVIP nomor 222 itu.
***
Pukul 07.00
Pagi ini Jethro terbangun karena telepon dari anak semata wayangnya, Jacob yang kembali mengingatkan Jethro kalau hari ini sang Ayah berjanji akan membawa-nya ke taman bermain.
Setelah panggilan dengan Jacob berakhir, Jethro pun menurunkan kaki-nya dari ranjang, laly menenggak segelas air mineral yang ada di atas nakas sebelah ranjangnya, setelah itu Jethro pun berjalan menuju kamar mandi. Sebelum mandi, ya ingin mencukur bulu-bulu halus di sekitaran rahangnya, entah kenapa bulu-bulu itu cepat sekali tumbuh di rahang Jethro, padahal baru dua hari yang lalu ia mencukur bulu-bulu itu.
Saat sedang mencukur bulu-bulu di rahangnya, tiba-tiba Jethro teringat akan Zizi.
"Astaga! Hampir saja aku melupakan gadis itu!" pekik Jethro.
__ADS_1
Setelah mencukur bulu-bulu di sekitaran rahangnya, Jethro pun keluar dari dalam kamar mandi. Ia mengambil ponsel-nya lalu menghubungi Alex, sang asisten sekaligus sahabatnya.
Tuut... Tuut.. Tuut..
Cukup lama Alex menjawab panggilan Jethro, hingga akhirnya di panggilan yang ketiga, barulah Alex menjawab panggilan Jethro.
"Hemh.." Jawab Alex diseberang telepon. Dari suaranya Jethro bisa tahu kalau saat ini Alex masih tidur.
"Apa kau masih tidur! Cepat bangun, ada pekerjaan penting untuk mu!" desak Jethro.
"Apa kau mau ku laporkan ke polisi terkait pelanggaran undang-undang ketenagakerjaan, hah! Ini hari Minggu, hari libur! Tidak ada orang berkerja di hari Minggu, jadi jangan macam-macam kau!" jawab Alex dengan berani.
"Aku menyuruhmu bukan sebagai asisten ku, tapi sebagai sahabatmu! Ayolah Lex, cepat bangun!" balas Jethro.
"Cih! Sialan kau!" balas Alex.
"Pekerjaan apa, cepat katakan!" mau tidak mau sebagai sahabat, Alex pun menerima pekerjaan yang akan di berikan Jethro.
"Tolong kau kembali ke hotel semalam, dan temui gadis yang ada di kamar VIP nomor 222, lalu bawa gadis itu ke apartemen ku yang di Boulevard Residence..."
"Apaaaa!!!!" kaget Alex. Alex yang matanya tadi masih tertutup sontak langsung terbuka lebar.
***
__ADS_1
Bersambung...