Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin

Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin
Bukankah Begitu Cara Kerjanya?


__ADS_3

Makanan yang dimasak Zizi pun sudah tersaji di meja makan.


"Kenapa masaknya sedikit?" Tanya Jethro.


"Maaf Tuan, saya pikir Anda tidak akan kesini, jadi saya masaknya hanya sedikit." jawab Zizi.


"Ya sudah, kalau begitu ini buat ku sendiri. Kamu makan makanan yang aku belikan tadi!" balas Jethro.


"Mmm.. tapi Tuan..."


"Kenapa? Apa aku tidak bisa memakan masakan mu ini?" tanya Jethro.


"Bu-bukan begitu Tuan, hanya saja saya tidak yakin masakan saya cocok di lidah Anda." jawab Zizi.


"Tenang saja, cocok tidak cocok tetap akan saya telan. Kalaupun rasanya ada yang kurang, nanti aku beritahu." balas Jethro.


Jethro pun mengambil makanan yang Zizi masak dan menguasai makanan itu untuk dirinya sendiri lalu menyendokkan makanan itu kedalam mulutnya.


Jantung Zizi berdegup kencang saat makanan yang ia masak masuk ke dalam mulut Jethro, ia takut Jethro tidak menyukai rasa masakannya.


"Mmmm... ini enak. Aku suka." ucap Jethro menilai masakan Zizi.


Zizi pun bernafas lega.


"Benarkah Tuan?" tanya Zizi tidak percaya kalau Jethro menyukai masakannya.


"Mmm.." Jawab Jethro sambil menyendokkan kembali makanan ke dalam mulutnya.


Zizi pun tersenyum tipis mendengar jawaban Jethro.


"Kenapa masih berdiri disitu? Cepat makan!" ucap Jethro.


Zizi pun mengambil makanan yang di bawa Jethro yang sudah ia pindahkan ke piring kemudian hendak membawa makanan itu ke dapur.


"Mau kemana kamu?" tanya Jethro.


"Makan di dapur, Tuan." jawab Zizi.

__ADS_1


Triiing..


Jethro sampai meletakkan sendok yang ia pegang ke piring.


"Apa kamu lupa dengan apa yang aku katakan kemaren?" tanya Jethro dengan tatapan yang sangat mengintimidasi.


"Mmmm... Apa?" tanya Zizi yang mulai takut.


"Aku bilang kamu itu adalah sugar baby ku bukan pembantu ku! Jadi kenapa kamu makan di dapur?! Duduk disitu!" ucap Jethro sambil menunjuk kursi makan di depan-nya.


"Tapi Tuan-"


"Cepat! Jangan membuat mood ku rusak!" Potong Jethro dengan nada sedikit meninggi.


"Baik Tuan." jawab Zizi dengan suara yang sangat pelan.


Zizi pun menarik kursi makan yang Jethro tunjuk lalu duduk di kursi itu kemudian mulai menyendokkan makanannya.


Melihat Zizi yang sudah mulai makan, Jethro pun memegang kembali sendoknya dan melanjutkan makan malam-nya.


***


Setelah selesai makan malam, Jethro pun pindah ke ruang tengah, sementara Zizi, dia mencuci piring kotor yang mereka pakai makan.


Setelah selesai membersihkan meja makan dan mencuci piring kotor, Zizi pun hendak menyusul Jethro di ruang tengah sambil membawa papper bag yang tertinggal di meja makan yang Zizi ketahui di dalam-nya ponsel dengan logo apel tergigit keluaran terbaru.


"Sudah kamu lihat isi papper bag itu?" tanya Jethro sesampainya Zizi di ruang tengah.


Zizi menganggukkan kepala-nya.


"Apa ini untuk ku Tuan?" tanya Zizi.


"Menurut mu untuk siapa lagi?!" jawab Jethro dingin.


Zizi melipat bibirnya rapat-rapat. Ingin sekali ia berteriak kegirangan karena mendapat ponsel dengan logo apel tergigit keluaran terbaru itu. Untuk pertama kalinya Zizi memiliki barang bermerk.


"Duduklah, ada yang ingin aku bicarakan dengan mu." ucap Jethro.

__ADS_1


Zizi pun duduk di sofa panjang di sebelah single sofa yang Jethro duduki.


"Apa kamu ingin kuliah?" tanya Jethro.


"Kenapa tiba-tiba Tuan bertanya seperti itu?" tanya Jethro.


"Jawab saja!" balas Jethro.


"Sebenarnya mau Tuan, tapi-"


"Kalau begitu, cari universitas yang kamu ingini biar aku daftarkan." Potong Jethro tak ingin berbasa-basi.


Mata Zizi melotot lebar mendengar itu.


"Yang benar Tuan?" tanya Zizi masih tak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Apa aku kelihatan sedang bercanda, hah?" tanya Jethro balik dan di balas dengan gelengan kepala oleh Zizi.


Kemudian Jethro mengeluarkan dompet dari dalam saku celana-nya lalu mengeluarkan kartu debit berjenis platinum dari dalam dompet.


"Ini, pakailah kartu ini untuk belanja mu." ucap Jethro sambil memberikan kartu debit itu pada Zizi.


Dengan sedikit ragu Zizi pun mengambil kartu yang di sodorkan Jethro.


"Itu hanya untuk belanja keperluan mu dan keperluan dapur saja, seperti pakaian, tas, sepatu, make up, dan lain-lain, kalau untuk kuliah mu, aku akan mentransfernya lagi setelah kamu sudah menentukan dimana kamu akan melanjutkan pendidikan mu." ucap Jethro.


"Apa ada yang ingin kamu sampaikan atau tanyakan?" tanya Jethro.


"Mmm Tuan, kalau boleh saya tahu kenapa Tuan begitu baik pada saya? Tuan sudah menyelamatkan saya, mengizinkan saya tinggal di apartemen mewah, memberikan saya ponsel mahal, ingin menyekolahkan saya dan sekarang Tuan juga mempercayakan saya memegang kartu debit Tuan." tanya Zizi.


"Bukankah seperti itu cara sugar Daddy memperlakukan sugar baby-nya?!" tanya Jethro balik.


Zizi melipat bibirnya rapat-rapat lalu menarik nafasnya dalam-dalam. Ada satu pertanyaan yang sangat ingin Zizi tanyakan pada Jethro tapi ia takut mengeluarkan pertanyaan itu dari mulutnya.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2