
"Daddy...." teriak Jacob memanggil Jethro saat melihat Jethro sampai di depan kedai makan.
Jethro pun menoleh kearah suara yang memanggilnya lalu berjalan menghampiri Jacob dan Becca.
Sesampainya di meja Jacob dan Becca, Jacob langsung memeluk sang Daddy.
"Aku merindukan mu, Daddy." ucap Jacob.
"Benarkah? Kalau kamu merindukan Daddy kenapa pergi meninggalkan Daddy? Daddy pikir kamu tidak akan pernah merindukan Daddy makanya kamu meninggalkan Daddy!" protes Jethro.
"Hish Daddy ini! Aku kan pergi hanya tiga hari! Lagi pula aku pergi bersama dengan Mommy ku yang sudah lama tidak bertemu." jawab Jacob.
Jethro pun melihat kearah meja makan dimana Jacob belum selesai makan.
"Apa kamu sudah selesai makan? Kalau sudah, ayo kita pergi dari sini." tanya Jethro.
"Belum Daddy, aku belum selesai makan. Kenapa Daddy buru-buru sekali sih? Apa Daddy tidak merindukan Mommy?" jawab Jacob.
"Daddy banyak pekerjaan." hanya itu yang bisa Jethro jawab karena tidak mungkin Jethro mengeluarkan kata-kata yang membuat Becca terlihat buruk di mata Jacob.
"Kalau begitu cepat selesaikan makanan mu!" kata Jethro lagi.
Jethro pun melepaskan pelukan Jacob lalu duduk di meja lain yang berdekatan dengan meja Jacob-Becca.
"Daddy kenapa duduk disitu? Mommy sudah memilihkan meja ini agar kita bisa duduk bersama." tanya Jacob.
"Daddy lebih suka duduk disini." jawab Jethro lalu melirik ke arah Zizi agar segera membawa Jacob menyelesaikan makanannya.
"Ayo selesaikan makanan mu." ucap Zizi yang paham arti tatapan mata Jethro.
Zizi pun menggiring Jacob kembali duduk di kursi.
__ADS_1
"Hai.. perkenalkan saya Mommy-nya Jacob, Rebecca." ucap Becca sambil mengulurkan tangannya memperkenalkan dirinya pada Zizi.
"Zizi." balas Zizi sembari menyambut uluran tangan Becca.
"Apa ini gadis yang kamu ceritakan pada Mommy, boy?" tanya Becca.
"Mmmm.." jawab Jacob sambil menganggukkan kepala.
"Senang bertemu dengan mu." ucap Becca sembari tersenyum manis pada Zizi.
"Saya juga Nyonya." balas Zizi.
"Jangan memanggil saya Nyonya, panggil saja saya Becca." balas Becca.
"Ayo, duduk disini, atau kamu mau duduk bersama Jethro?"
"Saya duduk disini saja." jawab Zizi lalu menarik kursi yang ada disamping Jacob.
Setelah Zizi duduk, Becca pun memanggil pelayan untuk memesan minuman untuk Zizi dan Jethro.
Jethro melirik kearah Zizi, begitu pun dengan Zizi, ia juga melirik kearah Jethro. Lirikan Zizi seolah bertanya pada Jethro apa ia harus menerima tawaran Becca, dan lirikan Jethro seolah ingin mengatakan pada Zizi untuk tidak menerima tawaran dari Becca. Dan aksi saling lirik Zizi dan Jethro terlihat oleh Becca.
"Tidak usah, saya sudah banyak minum tadi." tolak Zizi yang mengerti arti lirikan mata Jethro.
"Tenang saja, saya tidak ada niat berlaku curang. Kalau kamu tidak percaya, kamu bisa ikut pelayan ke dapur dan melihat langsung proses membuat pesanan kalian." balas Becca yang tahu kecurigaan Jethro.
Tanpa persetujuan dari Jethro, Zizi pun memesankan minuman untuk dirinya dan juga untuk Jethro.
Setelah menuliskan pesanan Zizi dan Jethro, si pelayan pun pergi dari meja Jacob-Becca.
Tak sampai lima menit minuman pesanan Zizi dan Jethro pun datang. Minuman Zizi diletakkan di meja Jacob-Becca sedangkan minuman Jethro di letakkan di meja Jethro.
__ADS_1
Lagi dan lagi, Jethro memberi lirikan pada Zizi yang pastinya Zizi mengerti. Bukannya langsung mendatangi meja Jethro, Zizi malah membalas tatapan Jethro dengan pelototan, seolah ingin mengatakan pada Jethro, "Minum saja! Aku yakin minuman itu aman!".
Tapi Jethro yang masih tidak percaya malah melototi Zizi balik seolah memaksa Zizi untuk mencoba minumannya terlebih dahulu. Dan Zizi pun tetap kekeh tidak mau mencoba minuman Jethro karena menganggap minuman itu aman.
Becca tersenyum tipis melihat Zizi dan Jethro saling memberi tatapan. Becca pun berdiri dari duduknya lalu menghampiri Jethro dimeja-nya.
Melihat Becca hendak menghampirinya, Jethro pun langsung membuang wajah-nya seolah enggan melihat Becca.
"Apa kita bisa bicara berdua?" tanya Becca.
"Tidak bisa! Kalau ada yang mau dibicarakan, bicarakan saja disini." tolak Jethro.
"Aku mohon Je, sebentar saja." mohon Becca.
Jethro melirik Zizi. Zizi yang juga sedang melihat kearah meja Jethro dan mendengar permintaan Becca pun memberi kode pada Jethro untuk menuruti permintaan Becca.
Jethro menghela nafasnya kasar.
"Baiklah, aku memberi mu waktu lima menit untuk menjelaskan semua-nya." ucap Jethro.
"Sepuluh menit." tawar Becca.
Jethro kembali menghela nafasnya kasar.
"Hemh.." balas Jethro lalu berdiri dari duduknya dan berjalan lebih dulu keluar dari kedai makan.
"Aku pinjam Jethro dulu yah sebentar." izin Becca pada Zizi.
"Heh.. oh.. iya silahkan." balas Zizi sedikit canggung, kaget dan aneh.
Becca pun keluar dari kedai makan dan menyusul Jethro yang sudah berada beberapa meter dari kedai makan.
__ADS_1
***
Bersambung...