Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin

Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin
Pembicaraan Tentang Pernikahan


__ADS_3

"Dad, Mom, kedatangan Jethro kesini ingin meminta izin pada kalian untuk menikah dengan Zizi." ucap Jethro.


Mommy Radea tersenyum lega mendengar putra-nya yang sudah lama menduda bahkan terkena phobia pernikahan itu akhirnya mengeluarkan kalimat sakral-nya.


"Bagaimana Mom, apa kita izinkan si duda dingin ini menikah lagi?" tanya Daddy Jerome.


"Hish Daddy kenapa bertanya, sudah pasti Mommy izinkan." jawab Mommy Radea.


"Kalau Jacob bagaimana? Apa kamu setuju Daddy mu menikah lagi?" kini Daddy Jerome beralih pada cucu semata wayangnya.


"Mmm... bagaimana yah Grandpa, sebenarnya Jacob tidak setuju Daddy menikahi Aunty Zizi karena Daddy pernah menjahati Aunty Zizi-"


"Hei boy, kapan Daddy menjahati Zizi?" potong Jethro.


Jacob tidak menjawab dan hanya memutar bola matanya malas mendengar Daddy-nya berkilah.


"Ya, tapi karena Jacob sangat menyukai Aunty Zizi dan tidak mau sampai Aunty Zizi di miliki orang lain, jadi baiklah Jacob izinkan." lanjut Jacob.


"Dasar bocah ini!" geram Jethro pelan.


"Kamu sendiri Zizi bagiamana, apa kamu sudah memikirkan matang-matang ajakan Jethro untuk menikah?" tanya Daddy Jerome.

__ADS_1


Zizi melirik Jethro sesaat lalu dengan mantap menganggukkan kepala-nya.


"Saya sudah memikirkannya matang-matang Tuan dan saya mantap menikah dengan Jethro." jawab Zizi.


Jethro tersenyum tipis sambil menggenggam tangan Zizi.


"Baiklah kalau memang kalian sudah mantap, hubungi keluargamu dan tanyakan kapan mereka ada waktu untuk menerima kedatangan kami, agar kita bicarakan tanggal pernikahan kalian." ucap Daddy Jerome.


Sontak Zizi dan Jethro saling pandang sesaat.


"Apa harus kita temui keluarga Zizi, Dad?" tanya Jethro.


"Ya harus! Tidak mungkin kan Zizi mau menikah keluarganya tidak di beritahu. Kamu harus datang meminta izin pada keluarganya terlebih dahulu." jawab Dady Jerome.


"Ya sudah tinggal bayar, gampang kan! Setelah itu mereka tidak punya hak lagi meminta apa-apa pada Zizi." jawab Daddy Jerome.


"Tapi Dad-"


"Lakukan saja apa yang Daddy katakan Je." potong Daddy Jerome.


"Kamu tidak keberatan kan kalau keluarga mu tahu. Hitung-hitung ini tamparan buat keluarga mu yang sudah menyia-nyiakan dirimu." kata Daddy Jerome pada Zizi.

__ADS_1


"Iya Tuan, saya tidak keberatan." jawab Zizi ragu. Sebenarnya ia sudah malas berhubungan dengan Paman dan Bibi-nya itu, tapi karena ini perintah Daddy Jerome, Zizi pun terpaksa menuruti kemauan Daddy Jerome.


"Kenapa masih memanggil Tuan? Kamu ini calon istri Jethro, itu berarti calon menantu kamu dan calon ibu sambung-nya Jacob, harusnya kamu memanggil kami Mommy dan Daddy juga seperti Jethro memanggil kami." tegur Mommy Radea.


"Memangnya boleh saya memanggil seperti itu?" tanya Zizi.


"Ya boleh lah Sayang." jawab Mommy Radea.


"Ayo sini ikut Mommy, kita bicara sesesama wanita, kita tinggalkan para pria ini disini." ajak Mommy Radea sambil berdiri dari duduknya kemudian menarik tangan Zizi.


"Apa Jacob boleh ikut Grandma?" tanya Jacob.


"Tidak boleh! Apa kamu tidak mendengar tadi Grandma bilang apa, hah! Mereka ingin bicara sesama wanita! Kamu ini pria atau wanita, hah!" malah Jethro yang menjawab.


"Cih!" decih Jacob.


"Tunggu sebentar yah Jacob, sekarang giliran Grandma yang menguasai calon Mommy-mu." jawab Mommy Radea.


Mommy Radea pun cepat-cepat membawa Zizi keluar dari ruang santai di halaman belakang menuju kamar utama. Kamar Mommy Radea dan Daddy Jerome.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2