Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin

Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin
Posesif


__ADS_3

"Sebenarnya apa yang kamu takutkan, hah? Zizi di bully atau Zizi dilirik laki-laki lain?" sindir Alex yang sejak tadi menguping pembicaraan Jethro dan Dahlia ditelepon.


Jethro yang tak menyadari kalau ada Alex di ruangannya langsung menaikkan sudut bibirnya sambil memutar bola matanya malas.


"Sejak kapan kau disitu?" tanya Jethro ketus.


"Sejak kau menanyakan pada penjaga-nya Zizi apa ada laki-laki yang melirik Zizi." jawab Alex.


"Dasar tukang nguping! Mau apa kau kesini?!" gerutu Jethro.


"Mau mengantar ini. Ini sudah ku periksa tinggal kau tanda tangani, tapi periksalah lagi kalau ada yang tidak sesuai dengan pemikiran mu." ucap Alex sembari meletakkan beberapa lembar kertas diatas meja kerja Jethro.


"Oh.. iya, ingat besok kau ada janji makan siang dengan Tuan Ludwig di kota M." ucap Alex mengingatkan jadwal Jethro.


"Emmm.." balas Jethro sembari membaca dengan cepat berkas yang Alex berikan padanya.


"Setelah itu malamnya ada janji makan malam dengan Tuan Paul di kota S." kata Alex lagi.


Mendengar itu Jethro mulai mengernyitkan keningnya.


"Lalu pagi-nya kita harus terbang ke kota Y untuk menghadiri pertemuan dengan Tuan Marco, Tuan Archie dan Tuan Elioth. Mungkin kita akan sampai malam di kota Y karena Tuan Elioth mengadakan pesta kecil-kecilan untuk pertemuan ini." lanjut Alex.


Kali ini Jethro berhenti membaca dan memperhatikan wajah Alex yang terlihat tidak berdosa saat mengatakannya.


"Lalu keesokan harinya lagi kita akan ke kota P untuk menghadiri peresmian pabrik yang ada disana." lanjut Alex lagi.

__ADS_1


"Apa kau sedang menyuruhku tour keliling kota, hah? Dari kota M ke kota S lalu ke kota Y kemudian ke kota P!" protes Jethro.


"Kenapa jadi marah-marah padaku! Kan kamu sendiri yang waktu itu mengiyakannya!" balas Alex tak mau disalahkan.


"Kapan?" tanya Jethto tak ingat.


"Jadwal ke kota M dan kota P seminggu yang lalu, sedangkan jadwal ke kota S dan Y tiga hari yang lalu. Apa? Masih mau menyalahkan aku, hah!" jawab Alex sedikit ngotot.


Sial! Kenapa aku bisa lupa! Gerutu Jethro dalam hati.


Jethro menghela nafasnya kasar.


Kalau aku pergi ke luar kota, bagaimana dengan Zizi? Apa Dahlia bisa di percaya menjaga Zizi?


Gumam Jethro dalam hati.


"Cih.. untuk apa aku takut!" sangkal Jethro.


"Ini, sudah ku tanda tangani, keluar sana!" usir Jethro sembari memberikan berkas yang tadi Alex berikan.


Alex pun mengambil berkas itu lalu keluar dari ruang kerja Jethro.


Gara-gara memikirkan dirinya hany harus maraton ke luar kota, pikiran Jethro jadi tidak tenang. Meski sudah mengirimkan Dahlia sebagai supir plus bodyguard pribadi untuk Zizi, tapi rasanya tidak tenang saja harus meninggalkan Zizi, padahal sebelum Zizi masuk kuliah, Jethro tidak merasakan perasaan seperti ini. Hatinya terasa tenang meski sudah satu bulan tidak menemui Zizi karena Zizi hanya berada di apartemen.


***

__ADS_1


Malam harinya.


Setelah cukup lama tidak menginjakkan kaki-nya diapartemen yang ditempati Zizi, akhirnya malam ini, setelah semua pekerjaannya selesai, Jethro datang menemui Zizi.


Tidak usah ditanya bagaimana perasaan Zizi begitu melihat kedatangan Jethro, yang pasti sangat senang.


Setelah selesai makan malam bersama, Zizi dan Jethro pun pindah keruang tengah.


"Bagaimana hari pertama ku kuliah?" tanya Jethro.


"Sangat menyenangkan Hubby. Kampusnya jauh lebih bagus dan megah dari ekspektasi saya." jawab Zizi.


"Kalau orang-orangnya bagaimana?" tanya Jethro lagi. Nampaknya Jethro sangat ingin tahu apa Zizi tertarik dengan salah satu mahasiswa disana.


"Ini masih hari pertama, jadi belum bisa menilai orang-orangnya disana." jawab Zizi.


"Lalu dimana kamu duduk saat di kelas? Bagian depan, tengah atau belakang?" tanya Jethro. Di pikiran Jethro biasanya dibagian belakang diisi dengan para mahasiswa sedangkan para mahasiswi biasanya lebih memilih untuk duduk di bangku depan atau tengah.


"Nomor dua dari belakang." jawab Zizi jujur.


Mata Jethro membulat.


"Kenapa tidak duduk didepan! Aku tidak mau tahu, mulai besok kamu harus duduk di bangku paling depan! Aku sudah membayar mahal kuliah mu, lalu kamu malah duduk dibangku belakang!" omel Jethro dengan suara yang lumayan tinggi.


Dan suara Jethro itu berhasil membuat Zizi ketakutan karena Zizi pikir Jethro sedang marah padanya, padahal saat ini Jethro bukan sedang marah tapi hanya sedikit cemburu karena pikiran negatif-nya.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2