Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin

Sugar Baby Kesayangan Duda Dingin
Kesadaran Menurun


__ADS_3

Apartemen.


Jethro dan Alex sudah sampai apartemen Jethro lebih dulu. Bukan apartemen yang dulu di tempati Zizi melainkan apartemen yang di tempati Jethro.


Sesampainya di apartemen, Jethro langsung masuk ke kamar mandi di dalam kamarnya dan mengguyur tubuh-nya di bawah guyuran air shower sambil menyalurkan hasratnya sendiri.


Sementara Alex, ia menghubungi Dahlia untuk menanyakan sudah dimana mereka dan ternyata Dahlia dan Zizi baru keluar dari kafe.


Tak sampai sepuluh menit, Jethro pun keluar dari dalam kamar mandi, kondisinya sudah sedikit lebih baik dari sebelumnya karena ia baru saja menyalurkan hasratnya sendiri. Tapi itu tidak akan lama karena reaksi obat itu akan terus berlangsung selama delapan jam. Jadi sekalipun hasrat Jethro sudah tersalurkan, gairah itu akan kembali meronta-ronta lima sampai sepuluh menit kemudian.


Jethro pun keluar dari kamar untuk menemui Alex yang ada di ruang tengah.


"Apa sudah lebih baik?" tanya Alex saat melihat Jethro yang berjalan kearahnya hanya dengan menggunakan bathrobe.


"Sedikit." jawab Jethro sambil mendaratkan bokongnya.


"Apa masih perlu wanita panggilan?" tanya Alex.


"Entahlah aku juga tidak tahu, tapi panggil saja, mana tau saja obat itu masih bereaksi." jawab Jethro.


"Alex, kau harus mencari tahu siapa yang berani menjebak ku! Aku tidak akan memberi ampun pada orang yang sudah menjebak ku seperti ini!" perintah Jethro.


"Hemh nanti aku suruh orang untuk mencari tau." jawab Alex santai. Jethro tidak tau saja kalau semua ini rencana Mommy Radea.


Belum juga tiga menit duduk di sofa, Jethro merasa tubuh-nya kembali terbakar gairah.

__ADS_1


Jethro menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya kasar.


"Apa masih lama wanita panggilan itu datang?" tanya Jethro.


"Sepertinya. Kenapa? Apa kamu merasa tubuh mu panas lagi?" tanya Alex.


Jethro menganggukkan kepala-nya.


"Aku ke kamar dulu, kalau sudah datang langsung suruh masuk ke kamar ku saja." ucap Jethro sambil berdiri dari sofa.


Jethro pun kembali masuk ke dalam kamar. Ingin kembali menyalurkan hasratnya sendiri sambil mengguyur tubuh-nya di bawah guyuran air shower, tapi rasanya percuma, nikmatnya tidak dapat hanya masuk anginnya saja yang dapat. Mau tidak mau Jethro pun naik keatas ranjang dan menggeliat-geliat diatas ranjang.


Sepuluh menit kemudian.


Ting Tong Ting Tong.


Ceklek. Alex membuka pintu.


Begitu pintu terbuka, Alex melihat Zizi yang sudah di papah oleh Dahlia dan terdengar racauan-racauan tak jelas keluar dari mulut Zizi.


"Apa Zizi baik-baik saja?" tanya Alex. Ia khawatir kalau obat perangsang yang sangat paten itu membahayakan Zizi apalagi ini pertama kalinya Zizi terkena obat perangsang. Kalau Jethro, ia sudah pernah merasakan obat perangsang dan sudah bisa mengatasi-nya dengan menyalurkan hasratnya sendiri, kalau Zizi sudah pasti dia belum bisa mengatasinya.


"Sepertinya kesadarannya sudah berkurang tujuh puluh persen." jawab Dahlia.


"Ayo cepat kita antarkan pada VIP." ucap Alex sambil mengambil alih Zizi dari rangkulan Dahlia. Tapi Dahlia terlihat tidak ikhlas melepas Zizi.

__ADS_1


"Apa kita benar-benar harus melakukan ini, Tuan? Bukannya ini sama saja kita menjual Zizi?" tanya Dahlia.


"Ini bukan menjual hanya mempersingkat pasangan yang penuh gengsi ini untuk bersatu." jawab Alex lalu membawa Zizi ke kamar Jethro.


Begitu membuka pintu kamar Jethro, Alex langsung menggiring Zizi yang kesadarannya semakin menurun masuk kedalam ruang tidur Jethro.


Mendengar langkah kaki yang masuk keruang tidur, Jethro yang sedang dalam posisi tengkurap langsung membalikkan posisi-nya untuk melihat siapa yang datang.


"Apa itu wanita panggilannya?" tanya Jethro pada Alex yang sedang memapah Zizi. Saat ini kesadaran Jethro juga sudah menurun ia tidak sadar kalau yang sedang di papah Alex adalah Zizi.


"Mmm..." jawab Alex.


"Kenapa mirip sekali dengan Zizi?" tanya Jethro.


"Kan kau yang minta yang seperti Zizi." jawab Alex.


Jethro pun turun dari ranjang lalu mengambil alih Zizi.


"Keluarlah dari apartemen ku. Dan cepat cari orang yang sudah menjebakku!" Perintah Jethro.


"Hemh..." jawab Alex. Memangnya siapa juga yang mau tetap ada di apartemen, apalagi Alex tahu kalau kamar Jethro tidak di lengkapi dengan peredam suara, bisa-bisa membuat telinga Dahlia dan Alex tercemar.


Alex pun keluar dari kamar Jethtro. Sedangkan Jethro langsung membaringkan Zizi yang kesadarannya tinggal tersisa sepuluh persen itu diatas ranjang.


Sebelum mengeksekusi Zizi, Jethro tak lupa mengunci pintu kamarnya terlebih dahulu.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2